25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, BNI, Mandiri, CIMB, dan Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini pada perdagangan akhir pekan berhasil menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Diketahui, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 15.075 per dolar AS atau menguat 0,19% dari Rp 15.104 per dolar AS.

Namun, penguatan tidak diikuti pergerakan rupiah di pasar Jisdor Bank Indonesia (BI). Rupiah ditutup melemah tipis 0,05% ke level Rp 15.121 per dolar AS pada Jumat (20/1).

Baca juga: Terlengkap! Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI

Berikut ini berita terkait dollar ke rupiah hari ini, seperti dinukil dari Kontan.co.id, Senin (23/1/2023).

Prediksi Dollar ke Rupiah Hari Ini

Adapun Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mencermati bahwa sebagian besar mata uang Asia jatuh pada hari ini. Pasar bersiap untuk menutup pekan ini lebih rendah menyusul komentar hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve serta meningkatnya kekhawatiran atas potensi resesi tahun ini.

Sentimen datang pula dari langkah People’s Bank of China (PBoC) yang mempertahankan suku bunga pinjaman acuan di posisi terendah bersejarah selama lima bulan berturut-turut pada hari Jumat (20/1). Upaya ini untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan kekuatan yuan.

Disampaikan Ibrahim, meningkatnya kasus COVID-19 di China telah menimbulkan keraguan atas prospek ekonomi jangka pendek, bahkan setelah sebagian besar pembatasan dicabut.

Pada awal pekan ini, Bank of Japan melawan ekspektasi pasar untuk pelebaran lebih lanjut dari kebijakan pengendalian kurva imbal hasil.

Namun, mata uang memulihkan sebagian besar kerugian tersebut di tengah spekulasi bahwa inflasi yang tinggi dapat mengundang sikap yang lebih hawkish dari Bank of Japan (BOJ) pada akhir tahun ini.

Sejumlah pejabat Federal Reserve memperingatkan bahwa sekalipun bank sentral kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga, biaya pinjaman kemungkinan akan tetap tinggi lebih lama.

Akan tetapi, kenaikan dolar terbatas karena banyak data minggu ini menunjukkan bahwa ekonomi AS melambat dalam menghadapi inflasi tinggi dan kebijakan moneter ketat. 

“Pasar sekarang menilai ada potensi resesi global tahun ini, terutama jika The Fed terus menaikkan suku bunga. Skenario seperti itu, meski negatif untuk dolar, juga cenderung membebani mata uang Asia,” kata Ibrahim dalam rilis hariannya pada Jumat (20/1) lalu.

Dari internal, Bank Indonesia menilai perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berlanjut didorong oleh permintaan domestik yang semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bisa ke atas dalam kisaran 4,5%-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga yang stabil.

Pertumbuhan ekonomi tersebut diperkirakan berlanjut di tahun 2023 ini, meskipun sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5%-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global. 

Selanjutnya, konsumsi rumah tangga diprediksi akan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM).

Di samping itu, tata kelola investasi juga akan membaik didorong oleh membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara itu, ekspor pertumbuhannya akan lebih rendah akibat melambatnya ekonomi global, meskipun akan termoderasi dengan permintaan dari Tiongkok.

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, Mandiri, dan BRI, Cek Kurs-nya di Sini

Berdasarkan klasifikasi lapangan usaha, prospek sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi, serta Konstruksi diprakirakan tumbuh cukup kuat didorong kenaikan permintaan domestik tersebut.

Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan Senin ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat pada rentang Rp 15.050–Rp 15.130 per dolar AS.

dollar ke rupiah hari ini

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini

Mengutip kursdollar.org, berikut ini kurs hari ini selengkapnya.

1. Kurs Bank Indonesia

Berikut ini kurs di Bank Indonesia (BI), Senin (23/1/2023), pukul 12.00.

Beli: 15.037,43

Jual: 15.188,57

Tengah: 15.113,00

2. Kurs Bank di Indonesia

Mandiri

Beli: 14.950

Jual: 15.300

BCA

Bank Notes

Beli: 14.984

Jual: 15.284

DD/TT

Beli: 14.925

Jual: 15.225

BNI

Beli: 14.945

Jual: 15.295

Panin

Beli: 15.070

Jual: 15.090

CIMB

Beli: 15.072

Jual: 15.087

BRI

Beli: 15.040

Jual: 15.240

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini, dari BCA hingga BRI

Sekian ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE