27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini, dari BCA hingga BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs yang ada, tercatat melemah ke level Rp 15.165 pada Selasa (17/1/2023).

Diketahui, rupiah ditutup melemah 0,79% dari perdagangan pasar spot Senin (Rp 15.045). Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,89% pada level Rp 15.154 dibanding Senin (Rp 15.019).

Bagi Anda yang ingin melakukan penukaran valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat, referensi kurs dari perbankan berikut ini patut diikuti, seperti dinukil dari Kontan.co.id.

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan Bank Lainnya, Intip sebelum Tukar Valas

Dollar ke Rupiah Hari Ini

1. Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA

Lewat situs resmi BCA, beberapa kurs yang berlaku adalah TT counter, e-rate, dan bank notes. Inilah kurs yang dicatat dari laman BCA (Diperbarui pada pukul 08.25 WIB per 18 Januari 2023)

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.154 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.174 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.020 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.320 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 15.020 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.320 per dollar AS

2. Kurs di Bank Mandiri

Adapun referensi kurs hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas. Melalui situs resmi Bank Mandiri, jenis kurs seperti TT counter, special rate, dan bank notes bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut ini kurs di Bank Mandiri, Rabu 18 Januari 2023 (Diperbarui 09.25 WIB).

Kurs special rate:

Kurs beli Rp 15.150 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.180 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.950 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.300 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.950 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.300 per dollar AS

3. Kurs di BRI

Pada hari ini, Rabu, 18 Januari 2023, situs resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter maupun e-rate. Berikut ini detail kurs yang dikutip dari situs resmi BRI (Diperbarui pada pukul 10.45 WIB):

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.155 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.180 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.090 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.290 per dollar AS

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Cek Kurs-nya di Sini

Perbedaan Tingkat Dollar Rupiah – Dollar ke Rupiah Hari Ini

Sebagai informasi, terdapat perbedaan tingkat pertukaran dua mata uang ini yang pada kurs TT counter, e-rate, dan bank notes.

Penggunaan kurs dua mata uang ini, TT counter hanya berlaku di kala nasabah melakukan setoran atau transfer via counter bank.

Adapun kurs e-rate adalah kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal ekuivalen di atas 25.000 dollar AS.

Baik BCA, Mandiri, maupun BRI mengimbau nasabahnya untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Kurs bank notes berlaku ketika nasabah menukarkan uangnya via kantor bank secara langsung. Kurs dua mata uang ini hanya berlaku pada sudut pandang bank.

Kurs beli digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah dan kurs jual dipakai saat bank menjual dollar ke nasabah.

dollar ke rupiah hari ini

Berita Terkait Dollar ke Rupiah Hari Ini

Melangsir Bisnis.com, pada awal perdagangan Rabu (18/1/2023), nilai tukar rupiah kembali melemah di hadapan dolar AS. Mengutip data Bloomberg, pukul 09.15 WIB, rupiah dibuka melemah 0,10 persen atau 15,5 poin ke Rp15.180 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau melemah 0,01 persen ke 102,37. Meskipun indeks dolar AS tengah bergerak di zona merah, sejumlah mata uang di Asia juga mengalami pelemahan, di antaranya peso Filipina yang melemah 0,13 persen, yuan China melemah 0,07 persen, ringgit Malaysia melemah 0,12 persen, dan baht Thailand melemah 0,18 persen.

Menurut Analis MIFX, pelemahan dolar AS disebabkan Mayoritas pelaku pasar sedang menilai peluang kenaikan suku bunga 0,25 persen dari The Fed, dengan tingkat ekspektasi 90,6 persen. The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter terbarunya pada awal Februari, dengan sebelumnya telah menyatakan akan menaikkan suku bunga hanya 0,25 persen.

“The Fed juga berpeluang hanya akan menjaga tingkat suku bunga di 5,00 – 5,50 persen pada  2023 ini. Hal ini dipandang sebagai langkah yang lebih dovish dibandingkan sikap agresif The Fed pada 2022 lalu, yang telah menaikkan suku bunga sebesar 0,75 persen pada  empat pertemuan berturut-turut,” jelas Analis MIFX dalam riset harian, Rabu (18/1/2023).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, sebelumnya mengatakan bahwa dari sisi internal, pemerintah saat ini optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2 persen hingga 5,3 persen pada 2022, dengan kemungkinan pertumbuhan di kisaran 5 persen pada kuartal IV/2022.

Hal itu mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi sudah mulai pulih dan mempunyai momentum yang kuat. Pada saat yang sama, inflasi domestik masih relatif rendah karena harga pangan berhasil tetap dijaga untuk stabil.

Perbaikan ekonomi Indonesia semakin terlihat karena investasi yang sudah pulih kembali, ekspor yang tetap tinggi, dan pemulihan impor untuk mendukung industri manufaktur. Di samping itu, seluruh sektor perekonomian juga sudah pulih kembali, terutama sektor-sektor yang terhantam sangat berat selama Covid-19 seperti sektor transportasi, sektor akomodasi dan makanan minuman yang sempat terkontraksi 15 persen dan 10 persen.

“Pelaku pasar menanti pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) Kamis pekan ini. Berdasarkan ekspektasi para analis. BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang sebelumnya di 5,5 persen menjadi 5,75 persen. Dengan demikian, selisih suku bunga akan kembali melebar,” kata Ibrahim.

Namun, pasar pun menanti proyeksi suku bunga ke depannya, apakah BI akan menaikkan suku bunga hingga 6 persen atau 6,25 persen. Dengan selisih suku bunga yang dipertahankan 125 basis poin, atau mungkin lebih lebar lagi, capital outflow bisa semakin deras masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Hingga saat ini, kebijakan BI sukses membuat investor asing kembali masuk ke pasar obligasi sekunder dalam dua bulan terakhir. Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp15.150—Rp15.220.

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Simak sebelum Tukar Valas

Sekian ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE