27.2 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan Bank Lainnya, Intip sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, mengacu pada kurs yang ada, tercatat menguat ke level Rp 15.045 pada Senin (16/1).

Diketahui, rupiah ditutup menguat 0,69% dari perdagangan pasar spot Jumat (Rp 15.149), sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 1,04% pada level Rp 15.019 dibanding Jumat (Rp 15.177).

Jika Anda ingin melakukan penukaran valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat maka referensi kurs dari perbankan berikut ini patut diikuti, seperti dinukil dari Kontan.co.id.

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Cek Kurs-nya di Sini

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini

1. Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA

Lewat situs resmi BCA, beberapa kurs yang berlaku adalah TT counter, e-rate, dan bank notes. Inilah kurs yang dicatat dari laman BCA  (Diperbarui pada pukul 08.15 WIB per 17 Januari 2023)

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.064 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.084 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.925 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.225 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.925 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.225 per dollar AS

2. Kurs di Bank Mandiri

Adapun referensi kurs hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas. Melalui situs resmi Bank Mandiri, jenis kurs seperti TT counter, special rate, dan bank notes bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut ini kurs di Bank Mandiri, Selasa, 17 Januari 2023 (Diperbarui 09.25 WIB).

Kurs special rate:

Kurs beli Rp 15.120 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.140 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.900 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.250 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.900 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.250 per dollar AS

3. Kurs di BRI

Pada hari ini, Selasa, 17 Januari 2023, situs resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter maupun e-rate. Berikut ini detail kurs yang dikutip dari situs resmi BRI (Diperbarui pada pukul 10.45 WIB):

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.132 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.152 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.990 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.340 per dollar AS

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Simak sebelum Tukar Valas

Perbedaan Tingkat Dollar Rupiah – Dollar ke Rupiah Hari Ini 

Sebagai informasi, terdapat perbedaan tingkat pertukaran dua mata uang ini yang pada kurs TT counter, e-rate, dan bank notes. Penggunaan kurs dua mata uang ini, TT counter hanya berlaku di kala nasabah melakukan setoran atau transfer via counter bank.

Adapun kurs e-rate adalah kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal ekuivalen di atas 25.000 dollar AS. Baik BCA, Mandiri, maupun BRI mengimbau nasabahnya untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Di lain sisi, kurs bank notes berlaku ketika nasabah menukarkan uangnya via kantor bank secara langsung. Kurs dua mata uang ini hanya berlaku pada sudut pandang bank. Kurs beli digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah dan kurs jual dipakai saat bank menjual dollar ke nasabah.

Dollar ke Rupiah Hari Ini

Berita Terkait Dollar ke Rupiah Hari Ini

Melangsir Bisnis.com, pada perdagangan Selasa (17/1/2023), mata uang rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring dengan rilis neraca perdagangan Indonesia yang surplus hingga US$54,46 miliar atau Rp816,9 triliun.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dibuka di posisi Rp15.124 atau melemah 0,53 persen, sementara itu indeks dolar AS terpantau menguat 0,03 persen ke posisi 102.155. Rupiah dibuka melemah bersama dengan sejumlah mata uang asing diantaranya Yen Jepang melemah 0,16 persen, Dolar Hong Kong melemah 0,06 persen, Won Korea melemah 0,28 persen, Peso Philipina melemah 0,50 persen, Yuan China melemah 0,12 persen dan Ringgit Malaysia melemah 0,23 persen.

Kemudian, Bath Thailand melemah 0,20 persen, Rupee India melemah 0,34 persen serta Dolar Singapura menguat 0,02 persen. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam riset hariannya sebelumnya mengatakan bahwa mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp15.010–Rp15.100.

Hal itu didasari oleh surplus signifikan neraca perdagangan yang tercatat sebesar US$54,46 miliar atau Rp816,9 triliun merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Surplusnya Neraca Perdagangan tersebut sangat signifikan jika dibandingkan dengan capaian surplus sepanjang 2021 yang tercatat sebesar US$35,34 miliar.

Sementara itu, menurut data BPS, surplus neraca perdagangan terus meningkat sejak tahun 2020. Saat itu, surplus kumulatif mencapai US$21,74 miliar. Adapun pada tahun 2019 tercatat defisit sebesar US$3,29 miliar, sedangkan tahun 2018 juga tercatat defisit sebesar US$8,7 miliar.

Di lain sisi, ekspor nonmigas secara kumulatif sepanjang 2022 tercatat sebesar US$275,96 triliun, meningkat sebesar 25,80 persen. Sejalan dengan itu, ekspor migas juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 30,82 persen menjadi US$16,02 triliun.

Berdasarkan pangsanya, ekspor nonmigas terbesar yaitu pada bahan bakar mineral yang mencapai US$54,98 miliar atau dengan pangsa 19,92 persen. Sementara itu, impor Indonesia sepanjang 2022 tercatat mencapai US$237,52 miliar, meningkat sebesar 21,07 persen dibandingkan periode 2021.

Secara bersamaan, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$392,6 miliar pada November 2022. Nilai tersebut meningkat jika dibandingkan dengan posisi pada Oktober 2022 yang tercatat sebesar US$390,2 miliar.

Apabila dibandingkan dengan November 2021 maka posisi ULN Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,6 persen persen (yoy), melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 7,6 persen yoy.

Posisi ULN Pemerintah pada November 2022 tercatat sebesar US$181,6 miliar, mengalami kontraksi 10, persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 12,3 persen yoy.

Perkembangan ULN ini disebabkan oleh sentimen positif kepercayaan pelaku pasar global yang tetap terjaga sehingga mendorong investor asing kembali menempatkan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, BRI, Mandiri, BNI, Intip Kurs-nya di Sini

Sekian ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE