27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, Mandiri, dan BRI, Cek Kurs-nya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, mengacu pada kurs yang ada, tercatat menguat ke level Rp 15.088 pada Rabu (18/1).

Adapun rupiah ditutup menguat 0,51% dari perdagangan pasar spot Selasa (Rp 15.165). Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,11% pada level Rp 15.137 dibanding Selasa (Rp 15.154).

Jika Anda yang ingin melakukan penukaran valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat maka referensi kurs dari perbankan berikut ini patut diikuti, seperti dinukil dari Kontan.co.id.

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini, dari BCA hingga BRI

Dollar ke Rupiah Hari Ini

1. Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA

Lewat situs resmi BCA, beberapa kurs yang berlaku adalah TT counter, e-rate, dan bank notes. Inilah kurs yang dicatat dari laman BCA (Diperbarui pada pukul 08.20 WIB per 19 Januari 2023)

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.089 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.109 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.949 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.249 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.949 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.249 per dollar AS

2. Kurs di Bank Mandiri

Adapun referensi kurs hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas. Melalui situs resmi Bank Mandiri, jenis kurs seperti TT counter, special rate, dan bank notes bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut ini kurs di Bank Mandiri, Kamis, 19 Januari 2023 (Diperbarui 09.45 WIB).

Kurs special rate:

Kurs beli Rp 15.110 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.130 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.950 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.300 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.950 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.300 per dollar AS

3. Kurs di BRI

Pada hari ini, Kamis, 19 Januari 2023, situs resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter maupun e-rate. Berikut ini detail kurs yang dikutip dari situs resmi BRI (Diperbarui pada pukul 10.45 WIB):

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.090 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.110 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.015 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.215 per dollar AS

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan Bank Lainnya, Intip sebelum Tukar Valas

Dollar ke Rupiah Hari Ini – Perbedaan Tingkat Dollar Rupiah

Perlu diketahui, ada perbedaan tingkat pertukaran dua mata uang ini yang pada kurs TT counter, e-rate, dan bank notes. Penggunaan kurs dua mata uang ini, TT counter hanya berlaku di kala nasabah melakukan setoran atau transfer via counter bank.

Kurs e-rate adalah kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal ekuivalen di atas 25.000 dollar AS. Baik BCA, Mandiri, maupun BRI mengimbau nasabahnya untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Kurs bank notes berlaku ketika nasabah menukarkan uangnya via kantor bank secara langsung. Kurs dua mata uang ini hanya berlaku pada sudut pandang bank. Kurs beli digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah dan kurs jual dipakai saat bank menjual dollar ke nasabah.

dollar ke rupiah hari ini

Berita Terkait Dollar ke Rupiah Hari Ini

Melangsir Bisnis.com, pada perdagangan Kamis (19/1/2023), nilai tukar rupiah dibuka melemah ke Rp15.144 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.10 WIB, rupiah melemah 57 poin atau 0,38 persen ke Rp15.144 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11 persen ke 102,47. 

Bersama dengan rupiah, nilai tukar won Korea Selatan melemah 0,16 persen, peso Filipina terkoreksi 0,25 persen, yuan China melemah 0,29 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,16 persen.

Menurut Analis MIFX, penguatan dolar AS disebabkan kabar dua pejabat FOMC mendukung kenaikan suku bunga yang tetap agresif semalam.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, sebelumnya menilai bahwa data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pertumbuhan ekonomi China sempat menjadi sentimen positif yang mendorong arus dana asing atau inflow di pasar surat utang Asia, termasuk Indonesia.

“Inflow di pasar Surat Berharga Negara [SBN] tanah air ini terjadi di tengah arus keluar di pasar saham. Kondisi ini, menurut Bank Indonesia [BI], telah memperkuat pergerakan rupiah pada hari ini,” tulisnya dalam riset harian, kemarin.

Sentimen di pasar global pun lebih kondusif pada awal tahun ini dengan adanya beberapa perkembangan ekspektasi data inflasi AS yang menurun dan perkiraan pertumbuhan ekonomi China yang meningkat sebagai dampak dari reopening policy terkait Covid-19 serta dibukanya kembali perjalanan internasional oleh China.

Di lain sisi, persepsi investor terhadap kondisi fundamental Indonesia yang masih positif juga menjadi penguat.

Bank Indonesia masih mencermati perkembangan global khususnya terkait perkembangan data di AS serta persepsi investor terhadap kondisi fundamental Indonesia yang masih positif. 

Baru-baru ini, pemerintah pun merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE), salah satunya soal aturan beberapa lama devisa parkir di dalam negeri.

 “Mungkinkah Jokowi Effect sedang terjadi? Meskipun selasa kemarin tampaknya ada koreksi, namun kemarin rupiah kembali menguat,” tambah Ibrahim.

Di samping itu, pelaku pasar mulai berekspektasi dalam pertemuan rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada Rabu dan Kamis, 18—19 Januari 2023, akan melonggarkan kebijakan moneter agresifnya dengan menahan suku bunga acuannya pada level 5,5 persen pada bulan ini, sejalan dengan melandainya inflasi umum dan inti.

Untuk diketahui, inflasi umum Indonesia tercatat 5,51 persen (yoy) pada 2022 sementara inflasi inti 3,36 persen (yoy).

Adapun laju inflasi tahun lalu jauh di bawah proyeksi sebelumnya yakni di kisaran 6—7 persen.

Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah diperkirakan akan dibuka berfluktuatif dan bisa ditutup menguat direntang Rp15.040—Rp15.130 per dolar AS.

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Cek Kurs-nya di Sini

Sekian ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE