25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Berita Fintech Indonesia: Industri Fintech P2P Lending Optimistis Tahun Ini Pinjaman ke UMKM Tetap Bertumbuh

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini terkait optimisme dari industri fintech peer-to-peer (P2P) lending.

Untuk diketahui, di tengah ancaman resesi global dan kenaikan suku bunga, industri yang satu ini yakin bahwa penyaluran pinjaman ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) akan bertumbuh.

Hal karena kondisi pandemi yang sudah membaik, pembatasan kegiatan masyarakat yang sudah dicabut, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang bertumbuh.

Berikut ini berita fintech Indonesia selengkapnya, seperti dinukil dari Kontan.co.id, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Tertinggi Keempat di Luar Jawa, Utang Pinjol di Bali Capai Rp258 M

Berita Fintech Indonesia: Optimistis Penyaluran Pinjaman Tumbuh 90 Persen

Menurut Founder dan CEO Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, dirinya optimistis bahwa penyaluran pinjaman tahun ini dapat tumbuh hampir 90%.

Adapun pertumbuhan itu dapat dilihat dari tren yang ada pada akhir tahun 2022. Pada tahun lalu, penyaluran pinjaman Akseleran meningkat 55% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

Apalagi, dalam pandangan Ivan, pemulihan dari pandemi Covid-19 sudah sangat baik. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga 2022 yang mencapai lebih dari 5,7%.

Pada kuartal IV 2022, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap tumbuh di atas 5%. Pertumbuhan ini, salah satunya, ditopang peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia.

Sebagai gambaran, sepanjang 2022 lalu, Akseleran sudah berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar hampir Rp 3,1 triliun atau tumbuh 55% dari tahun sebelumnya.

“Tercatat, pertumbuhan tersebut berkat kenaikan rata-rata penyaluran pinjaman usaha Akseleran di setiap bulannya yang mencapai kisaran hingga Rp 350 miliar,” ucap Ivan.

Sebagai informasi, pinjaman yang disalurkan lewat platform Akseleran masih didominasi para pelaku UMKM dengan porsi lebih dari 98%. Adapun sisanya, disalurkan untuk produk pinjaman sektor konsumer, yaitu employee loan.

Disampaikan Ivan, seluruh wilayah Indonesia telah memperoleh penyaluran pinjaman usaha Akseleran, dengan konsentrasi, di antaranya di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kemudian, juga wilayah-wilayah lain di luar Pulau Jawa, antara lain, di Kalimantan Barat, Riau, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.

“Hingga saat ini sudah ada lebih dari 4.000 para pelaku UMKM yang sudah memperoleh fasilitas pembiayaan modal usaha melalui Akseleran,” jelasnya.

berita fintech indonesia

Berita Fintech Indonesia: Ditargetkan Dapat Mencapai Rp20 Triliun 

Di lain sisi, CEO KoinWorks, Benedicto Haryono, menuturkan bahwa penyaluran pinjaman KoinWorks kepada UMKM hingga tahun 2023 ditargetkan secara akumulatif dapat mencapai Rp 20 triliun.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Perbankan Masih Mendominasi Sumber Modal Fintech Lending

“Di tahun ini, KoinWorks terus berfokus pada pendanaan usaha level mikro di seluruh wilayah Indonesia melalui produk-produk pembiayaan yang disediakan,” ujarnya.

Ia menerangkan, penyaluran pinjaman KoinWorks sepanjang 2022 terus meningkat setiap kuartalnya dan hingga akhir Desember 2022 tercatat total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 8 triliun.

Hingga saat ini, UMKM di pulau Jawa masih menjadi mayoritas peminjam di KoinWorks, disusul dengan daerah lain seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Pemerataan penyaluran pembiayaan untuk UMKM terus menjadi fokus KoinWorks,” sebutnya.

Sejak KoinWorks berdiri pada 2016, secara akumulatif tercatat sebanyak 850.000 UMKM telah menerima pembiayaan KoinWorks.

Pada 2022 lalu, KoinWorks mencatat lebih dari 25% UMKM mendapat funding pertama mereka dari KoinWorks, dan diprediksikan akan meningkat di tahun ini.

Proyeksi Penyaluran Sebesar Rp3 Triliun

CEO dan Co-Founder, Modal Rakyat Hendoko Kwik, juga memproyeksikan penyaluran fintech Modal Rakyat, yakni sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2023 ini.

Sementara itu, untuk pinjaman SME, masih difokuskan ke Jabodetabek dan Jawa Timur dan untuk pinjaman mikro MRI sudah menyalurkan ke 35 Provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, per Desember 2022, total UMKM yang sudah mendapatkan pinjaman dana melalui Modal Rakyat sebanyak kurang lebih 25.000 UMKM.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: OJK Beberkan Penyebab Kredit Macet Pinjol Naik Dua Kali Lipat

Sekian ulasan tentang berita fintech Indonesia yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE