28.9 C
Jakarta
Jumat, 1 Juli, 2022

Berita Fintech Indonesia: Inilah Produk yang Dilayani Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini akan membahas tentang produk-produk yang bisa dilayani oleh fintech.

Seperti jamak diketahui, financial technology atau fintech merujuk kepada penggunaan perangkat lunak dan platform digital untuk memberikan pelayanan atau layanan finansial pada konsumen.

Terkait konteks finansial, fintech mempunyai potensi yang tidak berbatas. Adapun sebagai alat dan teknologi baru yang sedang berkembang, serta sebagai tantangan yang dihadapi oleh model bisnis lama, layanan atau pelayanan keuangan model ini bisa disertai dengan kecepatan, reliabilitas, dan efisiensi lebih.

Nah, apa saja sih produk-produk yang ditawarkan oleh fintech Indonesia? Berikut ini berita seputar fintech Indonesia.

Produk yang Ditawarkan oleh Fintech di Indonesia

Fintech di Indonesia sudah diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Ada banyak sekali produk fintech di Indonesia, khususnya yang masih berupa startup.

Baca jugaMengenal Jenis, Manfaat, dan Cara Klaim Asuransi Jiwa Berjangka

Hal itu terjadi karena keperluan finansial yang berkembang pesat di Indonesia sebagai alternatif pilihan bagi masyarakat, utamanya dalam rangka memenuhi kebutuhan berbagai kelas yang ada.

Jenis-jenis Fintech di Indonesia

  1. Perusahaan investasi online

Ini adalah layanan finansial yang disediakan oleh bank-bank yang ada di Indonesia, baik bank pemerintah maupun swasta. Kamu bisa melakukan investasi secara online, misalnya investasi reksadana, pembelian aset finansial seperti saham, asuransi, obligasi, dan lainnya melalui layanan finansial ini.

Calon investor tentu saja harus jeli dalam memilih perusahaan investasi yang kredibel dan reliabel. Ingat ya, jangan mudah terpengaruh akan iming-iming investasi dengan hasil yang cepat!

  1. Peer-to-peer lending

Fintech jenis yang satu ini memberikan alternatif wadah investasi sekaligus menawarkan pinjaman usaha. Jika tujuan reksadana adalah untuk menghimpun pemodal besar maka P2P lending justru sebaliknya.

Adapun pinjaman usaha yang ditawarkannya juga merupakan pemilik usaha kecil dan menengah (UKM). Contoh fintech ini di Indonesia adalah Amartha.com. Di sini, pemilik modal adalah calon investor yang bisa mempelajari program investasi yang ditawarkan melalui website itu sekaligus mengawasi ke mana modal mereka disalurkan dan perkembangan investasinya karena semua data dilaporkan secara berkala dan terbuka.

  1. Crowdfunding

Platform digital berikut ini hampir mirip dengan peer-to-peer lending, tetapi dalam mekanismenya, uang yang dikumpulkan secara gotong royong melalui website crowdfunding tidak selalu dimaksudkan untuk memberikan modal usaha bagi mereka yang membutuhkan. 

Pasalnya, ada website crowdfunding yang khusus dibuat untuk tujuan sosial. Di situ, kamu bisa membuat proyek pengumpulan dana baru untuk bidang tertentu, misalnya pendidikan, lingkungan, hingga kesehatan. Ada yang bertujuan untuk membangun sekolah di daerah tertinggal, donasi untuk kawan yang sedang sakit, dan seterusnya.

  1. Mobile payments/online banking

Produk fintech ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kamu, khususnya kalau kamu gemar melakukan kegiatan belanja daring. Produk ini ditawarkan oleh dunia perbankan dan memungkinkan semua orang untuk melakukan transaksi finansial melalui gawai dan memiliki jaringan internet.

Adapun transaksi finansial ini mencakup pembayaran tagihan bulanan, transfer uang, pembayaran belanja pada pedagang di merchant digital, informasi saldo maupun mutasi rekening, dan seterusnya.

  1. Marketplace

Fintech yang satu ini tentunya populer di mata banyak orang dan sangat digemari. Marketplace sendiri adalah platform digital yang mewadahi penjual untuk menawarkan dagangannya sekaligus memberikan kemudahan akses layanan belanja sehingga konsumen bisa mengaksesnya melalui jaringan internet dari mana saja.

Produk fintech satu ini di Indonesia telah menjamur, misalnya Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya.

Berita Fintech Indonesia

Contoh Produk Fintech—Berita Fintech Indonesia

Nah, dari jenis-jenis fintech yang dijabarkan tadi, kemudian tercipta berbagai macam produk fintech yang akan memudahkan kehidupan kamu. Inilah contoh produk fintech tersebut.

  1. Bank Digital

Saat ini, bank sudah merambah ke dunia digital sehingga untuk membuka rekening bank, kamu tidak perlu lagi mendatangi bank secara langsung. Pasalnya, kamu bisa mengajukan pembukaan rekening via internet.

Baca juga: Kenali 5 Risiko yang Dihadapi Pebisnis Ini sebelum Meraih Kesuksesan

Selanjutnya, buku tabungan dan ATM akan dikirimkan ke alamatmu. Cara ini tentunya kamu sukai sebab cepat dan praktis.

  1. P2P  Lending

P2P Lending menjadi contoh produk fintech yang sedang populer sekarang ini. Di sini, kamu bisa menjadi pendana kalau ingin meraih keuntungan atau menjadi peminjam saat membutuhkan modal.

Contoh dari P2P Lending, salah satunya, Modal Rakyat, yang menjadi tempat bertemunya pelaku UMKM dengan investor.

  1. Dompet Digital

Dompet digital tentunya bukan produk keuangan yang asing lagi saat ini. Dompet digital pun memiliki banyak jenis. Kamu pun jadi bisa membayar apa saja dengan dompet digital, mulai dari membayar ojek online, membayar barang belanjaan, membayar tagihan sehari-hari, membayar untuk kepentingan investasi, dan seterusnya.

Ditambah dengan teknologi QRIS yang dibuat oleh Bank Indonesia, kamu pun tidak perlu lagi mengunduh banyak dompet digital. Sekalipun di ponsel kamu hanya ada satu dompet digital, kamu tetap bisa melakukan pembayaran di merchant mana saja, yang sudah menggunakan teknologi QRIS.

  1. Aplikasi Asuransi

Penting diketahui, ragam jenis asuransi saat ini juga bisa diajukan secara online. Asuransi pada dasarnya akan membantu kamu menanggulangi risiko yang bisa saja menimpa, mulai dari risiko kecelakaan, risiko terkena sakit parah, hingga risiko kebakaran.

  1. Pinjaman Online

Pinjaman online tentunya juga menjadi salah satu produk fintech yang sering dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkannya. Di sini, biasanya kamu tidak memerlukan jaminan untuk meminjam sebab pinjaman yang diberikan terbatas untuk kebutuhan harian.

Di samping itu, tenor pembayarannya juga cenderung sebentar dan pengajuan pinjamannya praktis dan mudah.

Demikianlah penjelasan mengenai produk yang bisa dilayani oleh fintech. Simak yuk berita fintech Indonesia terlengkap lainnya hanya di https://duniafintech.com/

Baca jugaReview Lengkap Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Hanya di Sini

 

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Payment Gateway: Manfaat & Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu payment gateway dan contohnya? Buat para pelaku bisnis, istilah ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Sistem PaymentGateway...

Cari Pinjaman Bunga Rendah? Ini Solusinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pinjaman bunga rendah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan dana di masyarakat. Belakangan ini, tren menggunakan layanan pinjaman online atau pinjol cukup...

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...
LANGUAGE