26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Berita Kripto Hari Ini: Dana Grup FTX Ternyata Dipakai untuk Beli Barang Pribadi

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait dana perusahaan Grup FTX yang digunakan untuk membeli rumah dan barang pribadi.

Adapun dalam pengajuan pengadilan AS ke pengadilan kebangkrutan Distrik Delaware, CEO baru FTX, John Ray, memahami bahwa dana perusahaan Grup FTX digunakan untuk membeli rumah dan barang pribadi lainnya untuk karyawan dan penasihat perusahaan.

Berikut ini berita kripto hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: FTX Runtuh, Korea Selatan Paling Terdampak

Berita Kripto Hari Ini: Beli 19 Properti

Melangsir Bitcoin.com, Jumat (25/11/2022), selama dua tahun terakhir, orangtua dari pendiri dan CEO Sam Bankman-Fried (SBF), dan eksekutif puncak dari pertukaran mata uang kripto yang bangkrut diketahui sudah membeli setidaknya 19 properti senilai hampir USD 121 juta (Rp 1,8 triliun) di Bahama.

Berdasarkan laporan Reuters, pembelian itu di antaranya berupa rumah mewah di tepi pantai, termasuk tujuh kondominium di komunitas resor mahal bernama Albany, dengan biaya hampir USD 72 juta. Itu kemudian diakuisisi oleh unit FTX dan akan digunakan sebagai “tempat tinggal bagi personel kunci”, mengacu pada dokumen itu.

Adapun akta untuk properti lain dengan akses pantai yang terletak di komunitas berpagar Old Fort Bay menunjukkan bahwa orang tua Bankman-Fried sebagai penandatangan. Salah satu dokumen tertanggal 15 Juni menyebut, itu dimaksudkan untuk digunakan sebagai “rumah peristirahatan”.

berita kripto hari ini

Beberapa Properti Dibeli oleh Eksekutif FTX yang Baru Dipecat

Diketahui, penyelidikan Reuters ini didasarkan pada catatan properti di Departemen Pencatat Umum Bahama untuk FTX, Bankman-Fried, orang tuanya, dan sejumlah eksekutif kunci bursa. 

Di antaranya akta untuk tiga kondominium di kediaman tepi pantai di New Providence bernama One Cable Beach, yang harganya antara USD 950.000 dan USD 2 juta dan dibeli oleh Bankman-Fried, Nishad Singh, mantan kepala teknik di FTX, dan salah satu pendiri FTX Gary Wang.

Adapun Singh dan Wang, yang bersama dengan orang-orang lain yang terlibat tidak berkomentar, termasuk di antara eksekutif tinggi FTX yang baru-baru ini dipecat oleh manajemen perusahaan saat ini. 

Untuk catatan properti untuk pembelian real estat termahal, penthouse senilai USD 30 juta di resor Albany, ditandatangani oleh Presiden Properti FTX, Ryan Salame.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Terungkap! FTX Punya Uang Tunai Rp19,4 T

Berita Fintech Indonesia: Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried Bakal Diinterogasi di AS

Diberitakan sebelumnya, sudah dua minggu sejak keruntuhan FTX dan 11 hari sejak perusahaan mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11. Saat ini, menurut beberapa laporan, pejabat dari AS dan Bahama berbicara untuk membawa Sam Bankman-Fried (SBF) ke AS untuk ditanyai terkait perannya dalam kejatuhan perusahaan. 

Melangsir Bitcoin.com, Fox Business mengkonfirmasi dugaan diskusi pada Rabu dan Bloomberg sudah mengutip tiga sumber yang mengatakan percakapan ekstradisi tersebut sah.

“Otoritas Amerika dan Bahama telah mendiskusikan kemungkinan membawa Sam Bankman-Fried ke AS untuk diinterogasi, menurut tiga orang yang mengetahui masalah ini,” demikian kontributor Bloomberg Katanga Johnson, Lydia Beyoud, dan Annie Massa, menulis.

Berdasarkan pengajuan pengadilan pada akhir pekan lalu dan Senin kemarin, FTX Group punya saldo kas sekitar USD 1,24 miliar, tetapi daftar kreditur kini menunjukkan FTX memiliki aset sekitar USD 3,1 miliar. 

Kemudian, CEO FTX yang baru, John Ray, sudah menguraikan bagaimana perusahaan yang terkepung itu tengah menjajaki penjualan beberapa anak perusahaannya. Menurut catatan Ray, beberapa anak perusahaan berlisensi FTX punya neraca pelarut, manajemen yang bertanggung jawab, dan waralaba yang berharga.

Adapun pada dokumen pengadilan lain, perusahaan yang bangkrut ini menekankan mantan eksekutif FTX dan Alameda SBF, Caroline Ellison, Gary Wang, dan Nishad Singh tidak akan menerima pembayaran apa pun dari proses Bab 11. 

Dalam hal ini, tidak ada jumlah yang akan dibayarkan berdasarkan otoritas yang diminta oleh mosi ini kepada salah satu dari orang-orang berikut atau orang yang diketahui oleh debitur memiliki hubungan keluarga dengan Samuel Bankman-Fried, Gary Wang, Nishad Singh, atau Caroline Ellison.

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Bank Sentral Inggris Sebut Perlu Aturan Kripto Pasca Bangkrutnya FTX

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE