33.7 C
Jakarta
Minggu, 23 Juni, 2024

Berita Startup Hari Ini: Ini Penyebab Anjloknya Investasi Startup di Indonesia hingga 87 Persen

JAKARTA, duniafintech.com – Berita startup hari ini terkait pendanaan di industri startup Indonesia selama tahun 2023 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam hasil laporan e-Conomy SEA 2023 yang dirilis Google, Temasek dan Bain & Company pada Selasa (7/11/2023) lalu, pendanaan privat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mencapai level terendah dalam enam tahun terakhir.

Berikut ini berita startup hari ini selengkapnya, Kamis (9/11/2023).

Berita Startup Hari Ini: Hampir Seluruh Asia Tenggara

Di Indonesia, pendanaan startup ini terjun bebas sebesar 87 persen dari USD3.3 Miliar pada paruh pertama tahun 2022 menjadi USD400 juta di periode yang sama pada tahun 2023 ini.

Selain Indonesia, hampir seluruh negara di Asia Tenggara mengalami penurunan investasi di periode yang sama. Sebut saja Singapura yang turun 63 persen dari USD7 miliar di paruh pertama 2022 menjadi USD3 miliar di paruh pertama 2023. Lalu ada Malaysia yang turun 52 persen dari USD500 juta di paruh pertama 2022 ke USD300 juta di paruh pertama 2023.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Bitcoin Cs Kembali Bergairah, Cek Harganya di Sini

ISFF 2023 INDODAX

Filipina juga mengalami hal yang sama dimana negara ini mengalami penurunan sekitar 79 persen YoY, dari USD800 juta menjadi USD200 juta. Kemudian ada Thailand yang turun sebesar 66 persen dari USD300 juta menjadi USD100 juta, dan terakhir Vietnam yang hanya mengalami penurunan sebesar 24 persen dari USD700 juta menjadi USD600 juta.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa penurunan ini mengikuti tren global yang menunjukkan peningkatan biaya modal dan tantangan di sepanjang siklus pendanaan. 

Di Indonesia dan negara lain, tantangan yang dihadapi antara lain koreksi valuasi secara umum setelah naik bertubi-tubi selama tahun 2021, ketidakpastian profitabilitas di beberapa perusahaan, dan kurang kondusifnya situasi pasar modal, yang dapat menyulitkan investor untuk melakukan exit.

Kombinasi Ekonomi Makro dan Isu Spesifik

Sementara itu, Aadarsh Baijal, Partner and Head of Digital Practice Bain & Company Asia Tenggara menjelaskan kalau penyebab dari anjloknya angka investasi ini merupakan kombinasi dari faktor-faktor dari ekonomi makro dan isu spesifik dalam lifecycle pendanaan di Asia Tenggara.

“Ketika kami berdiskusi dengan para investor dan Venture Capital, mereka saat ini lebih banyak memiliki pendekatan wait and see,” imbuhnya dalam acara Media Briefing e-Conomy SEA 2023.

Ia menambahkan, “Jadi mereka lebih berhati-hati dan menunggu bagaimana pasar berkembang dan menunggu untuk mengkalibrasi investasi sejalan dengan tingkat pertumbuhan yang telah diantisipasi.”

Penyebab lainnya adalah tingginya pendanaan yang harus dibayar oleh investor sehingga putaran pendanaan memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Di Indonesia, hasil laporan Google mengatakan kalau penurunan paling kecil terjadi pada pendanaan di tahap awal. 

Sementara itu, di saat nilai investasi mengalami penurunan namun beberapa sektor menunjukkan daya tarik bagi para investor.

Layanan keuangan digital diklaim tetap menjadi sektor investasi utama karena potensi monetisasinya yang tinggi. Sektor-sektor baru juga mengalami kenaikan investasi, yang menandakan bahwa investor ingin melakukan diversifikasi pada portofolio mereka.

Berita Startup Hari Ini: FWD Insurance InnovateHer Academy Berikan Pelatihan bagi 10 Start Up Perempuan

PT FWD Insurance Indonesia (“FWD Insurance”) telah berhasil menyelenggarakan program InnovateHer Academy; sebuah program pemberdayaan untuk 10 perempuan pendiri perusahaan rintisan (start-up) di bidang teknologi dan digital dalam menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.

Baca juga: Risiko Utang ke Pinjol yang tidak Dibayar, Penting Diperhatikan!

Berita Startup Hari Ini

Program ini dibangun melalui kemitraan bersama KUMPUL.ID dan telah diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan pada 30 Agustus 2023 lalu oleh FWD Insurance dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (“KemenPPPA”) serta didukung oleh UN Women, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (“PBB”) yang didedikasikan untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Melalui program pelatihan InnovateHer Academy ini, FWD Insurance memberikan sesi pelatihan (masterclass) dan pendampingan (mentoring) tentang pengetahuan praktis dan teknis dalam mengembangkan produk yang berkelanjutan dan terukur secara efisien, yang telah berhasil meluncurkan produk serta membangun strategi bisnis yang menguntungkan bersama dengan 20 expert dan mentor.

Desy Natalia Widjaya, Direktur, Chief Financial Officer FWD Insurance mengatakan, “FWD Insurance berkomitmen untuk memberdayakan perempuan melalui bidang digital dan teknologi dengan membuka peluang bagi perempuan pendiri perusahaan rintisan (start-up) untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui program InnovateHer Academy kami mendorong semakin banyak women founders yang terasah kemampuan dalam mengelola bisnis, membuka lapangan kerja dan memiliki perspektif gender. Hal ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.”

Sebanyak 87 startup yang berasal dari Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, Malang, Surabaya, Medan hingga Balikpapan mendaftarkan diri dalam program InnovateHer Academy. Tiga kategori startup terbanyak yang mengikuti ada pada bidang Edukasi, Food and Beverages dan Kesehatan. Dari hasil tahapan seleksi dan kurasi, berikut adalah sepuluh pendiri perusahaan rintisan perempuan terpilih yaitu Revolusi Belajar, DynamicBuzz.id, Salonkita.id, Jobhun, Foodtrition.id, Iotakids, Secha, Gradient, Psikku, dan Meraki Asa.

Dayang Melati, CEO dan Founder Dynamicbuzz.id membagikan pengalamannya, “Melalui sesi pelatihan yang diberikan dari FWD Insurance yang menarik bagi peserta yaitu masukan dari para expert yang membuka wawasan dan koneksi para perempuan pendiri perusahaan rintisan untuk mengembangkan usahanya dari bidang finance, marketing, hingga human capital”.

Dayang berharap acara ini bisa berjalan secara konsisten untuk tahun-tahun ke depan untuk bisa membantu lebih banyak lagi perempuan pendiri perusahaan rintisan untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca juga: Perkembangan Teknologi: Dampak, Contoh, dan Tips Menghadapinya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

ARTIKEL TERBARU