28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Bank Indonesia Catat Transaksi Keuangan Digital Meningkat 34,87 Persen 

JAKARTA, duniafintech.comBank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi khususnya di sektor keuangan digital mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan dengan peningkatan masyarakat dalam berbelanja online, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat untuk transaksi menggunakan keuangan digital mengalami peningkatan 39,76 persen di bulan Juli 2022 year on year (yoy) atau sebesar Rp35,5 triliun. Sedangkan untuk transaksi digital banking mengalami peningkatan mencapai 27,82 persen (yoy) atau sebesar Rp4.359,7 triliun.

Baca juga: Bank Indonesia Tidak Bijak Anggap Kripto Jadi Ancaman Keuangan Global

Sedangkan untuk nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit dan kartu kredit mengalami peningkatan 34,87 persen (yoy) atau sebesar Rp739,4 triliun. Menurut Perry dengan melihat peningkatan transaksi di sektor keuangan digital, pihaknya memperkuat implementasi Kartu Kredit Pemerintah Domesti serta Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).

“Untuk mendorong implementasi layanan sistem pembayaran yangmemenuhi prinsip integrasi, interkoneksi dan interoperabilitas,” kata Perry.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital Indonesia akan mencapai US$146 miliar di tahun 2025, dan bertumbuh delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun di tahun 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi dan menciptakan prospek cerah pada potensi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Dia menambahkan nilai perdagangan digital mencapai Rp401 triliun di tahun 2021. Menurutnya hal itu terjadi seiring dengan meningkatkan akseptasi dan preferensi berbelanja daring serta didukung perluasan sistem pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

Baca juga: Bank Indonesia Luncurkan Uang Rupiah Tahun Emisi 2022

Airlangga mengatakan pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan peluang digitalisasi melalui implementesi sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital. Selain itu, mewujudkan upaya penguatan kerjasama dan konektivitas pada lingkup regional maupun global di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan dan pembayaran di ASEAN.

“Digitalisasi ekonomi dan keuangan digital harus diakselerasi dengan perbaikan-perbaikan dan telah mendorong capaian inklusi keuangan nasional,” kata Airlangga.

Sementara itu, menurut tanggapan pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance Nailul Huda dengan adanya rangsangan teknologi seperti kemudahan tranasaksi diskon melalui keuangan digital tentunya membuat transaksi menjadi semakin naik dan sektor konsumsi menjadi naik.

Dia mengatakan dengan peningkatan sektor konsumsi masyarakat tentunya akan menyumbang pertumbuhan ekonomi. Dia mengungkapkan sektor konsumsi rumah tanggal memberikan kontribusi 50 persen lebih terhadap Pendapatan Domestik Bruto.

“Jadi memang sektor konsumsi masyarakat atau rumah tangga menyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi,” kata Huda kepada duniafintech.com.

Baca juga: Prediksi Gubernur Bank Indonesia Bila Harga BBM Naik

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE