28.4 C
Jakarta
Rabu, 6 Juli, 2022

Duh! Binance Digugat Investor Gara-gara Terra Luna Bikin Rugi

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan perdagangan kripto Binance Amerika Serikat (AS) dan Chief Executive Brian Shroder digugat oleh seorang investor karena memasarkan terra USD sebagai aset aman menjelang keruntuhan nilai stablecoin pada bulan lalu.

Stablecoin adalah uang kripto yang dikaitkan dengan aset tradisional, seperti dolar AS dan sering disebut sebagai investasi cukup aman ketika pasar kripto bergejolak.

Namun, nilai terra USD anjlok pada Mei 2022. Bahkan, kejatuhan kripto itu juga membuat bitcoin jeblok.

Melansir CNBC Jumat (17/6/2022), Investor yang menggugat Binance AS bernama Utah Jeffrey Lockhart. Dalam gugatannya, ia mengatakan Binance menjadi salah satu platform yang mengiklankan terra USD sebagai aset aman dengan didukung mata uang flat.

Namun, ia mengatakan terra USD tak terdaftar sebagai aset aman yang resmi. Hal itu membuat investor rugi.

“Pertukaran kripto menghasilkan keuntungan besar dengan melanggar undang-undang sekuritas dan menyebabkan kerugian nyata bagi investor,” ucap Tibor Nagy darii firman hukum Dontzin Nagy & Fleissig atau pihak yang mewakili Lockhart, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Binance vs Indodax Dua Platform Jual Beli Kripto Raksasa, Manakah yang Lebih Baik? 

Sementara, seorang juru bicara Binance mengatakan perdagangan terra USD tercatat di Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), sebuah unit dari Kementerian Keuangan AS.

“Pernyataan ini tidak berdasar dan kami akan membela diri dengan penuh semangat,” ucap juru bicara Binance dalam keterangan resmi.

Baca jugaPesaing Ruangguru, Zenius PHK 25 Persen Karyawannya, Total Lebih dari 200 Orang

Kasus Binance digugat ini sejatinya bukan kali pertama bagi Binance. Pada 2020, investor lain menggugat Binance karena menjual uang kripto tak terdaftar.

Namun, gugatan itu ditolak oleh hakim federal di Manhattan pada Maret lalu. Pasalnya, undang-undang sekuritas AS yang digunakan sebagai dasar hukum dalam gugatan itu tak berlaku karena Binance bukan bursa domestik.

Baca juga: Ramalannya Terbukti, Ini Trader Kripto yang Berhasil Ramal Harga Bitcoin Jatuh

Baca jugaBursa Kripto Tak Kunjung Diluncurkan, Bappebti Ungkap Alasan Ini

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Biaya Kartu Kredit BCA di Semua Jenis Kartu

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya kartu Kartu Kredit BCA tentunya sangat penting untuk diketahui, utamanya oleh para pengguna kartu kredit BCA. Hal itu karena ada sejumlah...

Cara Menambang Bitcoin di Android, Mari Kita Coba! 

JAKARTA, duniafintech.com - Cara menambang bitcoin di android sepertinya penting untuk diketahui publik. Bitcoin merupakan salah satu mata uang digital yang sedang populer. Semua...

Tips Memilih Pinjaman Online Resmi, Dijamin Pasti Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Pinjaman online resmi merupakan pilihan yang sangat tepat bagi masyarakat.  Pandemi Covid-19 yang mengejutkan dunia membuat banyak orang membutuhkan kredit online saat...

Cara Menggunakan LinkAja PayLater, Mudah Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menggunakan LinkAja PayLater, apakah sesulit yang kamu bayangkan? Tentu saja tidak. Caranya sangat mudah kok! Seperti diketahui, ada banyak layanan PayLater...

Di Mana Beli Kripto? Ini Platform Perdagangan Aset Kripto Terdaftar di RI

JAKARTA, duniafintech.com - Di mana beli kripto? Pertanyaan ini seringkali dilontarkan para investor baru yang memulai trading kripto.  Aset kripto tersebut dijual di platform-platform jual...
LANGUAGE