26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Blockchain Kini Bisa Perangi Kualifikasi Pendidikan Palsu

duniafintech.com – Sony dan Fujitsu, dua perusahaan besar tersebut dikabarkan tengah mengembangkan platform Blockchain untuk memerangi kualifikasi pendidikan palsu. Sony dan Fujitsu merupakan Perusahaan konglomerat multinasional Jepang dan perusahaan layanan peralatan TI.

Sony dan Fujitsu Adopsi Blockchain: Perangi Kualifikasi Pendidikan Palsu

Sony dan perusahaan layanan peralatan TI Fujitsu telah menciptakan database terenkripsi untuk dokumen kecakapan pendidikan, The Asahi Shimbun melaporkan pada 26 Februari.

Basis data, yang dilaporkan menggunakan teknologi blockchain, digunakan untuk mencegah pemalsuan dokumen kecakapan bahasa, yang konon beberapa orang asing gunakan untuk menerima status kependudukan untuk belajar di Jepang.

Orang asing harus menyerahkan sertifikat kemahiran bahasa Jepang ke Biro Imigrasi untuk menerima status penduduk untuk belajar di Jepang. Sertifikat tersebut dapat dikeluarkan oleh lembaga pendidikan Jepang di luar negeri. Sekolah bahasa Jepang di dalam negeri akan menyerahkan sertifikat atas nama institusi di luar negeri.

Salinan ilegal sertifikat bahasa dilaporkan telah ditemukan di beberapa negara yang berbeda. Asahi Shimbun menyatakan bahwa siswa tanpa kualifikasi bahasa yang tepat dapat menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari mereka di Jepang.

Kedua perusahaan menciptakan platform dengan menggabungkan sistem pembelajaran online Fujitsu dengan Blockchain yang dikembangkan oleh anak perusahaan Sony, Sony Global Education Inc.. Dalam menggunakan platform, sekolah bahasa Jepang dapat membandingkan sertifikat dengan data yang terdaftar di blockchain untuk memverifikasi bahwa dokumen tersebut asli .

Sony dan Fujitsu konon akan menguji platform pada bulan Maret, sebelum digunakan untuk penggunaan dunia nyata pada bulan April. Uji coba akan berlangsung di Human Academy Co., yang mengelola sekolah bahasa Jepang di kota Osaka, Saga, dan Tokyo.

Universitas dan institusi pembelajaran lainnya di seluruh dunia telah menggunakan teknologi blockchain untuk melawan ijazah palsu. Pekan lalu, pemerintah Malta mengumumkan bahwa semua sertifikasi pendidikan di negara itu, termasuk yang dari sekolah negeri, swasta dan paroki, akan disimpan di blockchain.

Pada bulan Januari, Cointelegraph melaporkan bahwa Universitas Bahrain akan mengeluarkan ijazah tentang blockchain. Universitas mempekerjakan standar terbuka Blockcerts dalam kemitraan dengan Learning Machine, sebuah startup yang menawarkan sistem berbasis blockchain untuk mengeluarkan dan memverifikasi catatan resmi.

-Sintha Rosse-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE