33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Perdagangan Manusia Bisa Diatasi dengan Teknologi Blockchain, Benarkah?

duniafintech.com – Kerajaan Inggris dan Duta Besar AS menyatakan bahwa Blockchain dapat membantu memerangi perdagangan manusia.

Princess Eugenie dari Inggris dan John Richmond, Duta Besar Amerika Serikat anti-perdagangan manusia, baru-baru ini mendukung penggunaan teknologi baru seperti aplikasi telepon dan blockchain untuk mengatasi perdagangan manusia, dilaporkan Reuters pada 8 April.

Baca juga

Pada sebuah konferensi di Wina, Austria, yang diselenggarakan oleh Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE), Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, para ahli mencatat bahwa peningkatan penggunaan internet telah memperluas kemampuan para pedagang manusia untuk mengeksploitasi target potensial.

Namun, Puteri Eugenie (cucu Ratu Elizabeth), dilaporkan mencatat bahwa teknologi juga dapat membantu memerangi perdagangan manusia. Eugenie, yang mendirikan Anti-Slavery Collective, Kolektif Anti-Perbudakan di  Britain pada 2017, mengatakan:

“Saya telah belajar tentang bagaimana blockchain memiliki dampak besar pada manajemen rantai pasokan, dan bagaimana aplikasi di Britain dapat membantu publik melaporkan perbudakan modern di pencucian mobil.”

Eugenie merujuk pada inisiatif oleh Coca Cola dan Departemen Luar Negeri AS, dan Aplikasi Cuci Mobil Aman, yang pertama dimulai pada Maret 2018, dan bertujuan untuk menggunakan teknologi blockchain untuk membuat pekerja aman. Kemitraan ini bertujuan untuk mengatasi masalah kerja paksa dengan menggunakan validasi blockchain dan kemampuan notaris digital untuk membuat registri yang aman bagi pekerja dan kontrak mereka.

Baca juga

Safe Car Wash App baru-baru ini menemukan hampir 1.000 kasus kerja paksa di pencucian mobil di U.K. Aplikasi ini diluncurkan oleh Gereja England dan Gereja Katolik di England dan Wales Juni lalu, dan memungkinkan pengguna untuk mengetahui lokasi mereka dan memasukkan berbagai indikator adanya pekerja paksa, seperti apakah perusahaan hanya menerima uang tunai, atau pekerja tampaknya ketakutan.

Mengutip Indeks Perbudakan Global oleh kelompok hak asasi manusia Walk Free Foundation, Reuters melaporkan bahwa ada 136.000 pekerja budak di U.K, yang 10 kali lebih tinggi dari tahun 2013.

Duta Besar Anti-perdagangan manusia, Richmond, meski mencatat bahwa teknologi itu sendiri mungkin tidak dapat menghentikan perdagangan manusia. Namun Richmond mencatat:

“Tetapi ada alat teknologi yang dapat membantu orang untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik. Ini adalah pekerjaan lambat, melelahkan, hari demi hari, yang dapat membantu membuat perbedaan. ”

Pada Desember 2017,  dikabarkan pula bahwa bank-bank besar seperti BNP Paribas dan Barclays bersama-sama memulai sebuah proyek dengan skala besar. Dimana proyek tersebut akan menilai potensi teknologi Blockchain guna melacak rantai pasokan terhadap pembiayaan sumber yang berkelanjutan.

-Sintha Rosse-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE