33.4 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia Hubungkan Bank dan Fintech

DuniaFintech.com – Bank Indonesia tengah meramu Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI). Hal tersebut merupakan respon pihak bank sentral untuk memaksimalkan potensi dan kesempatan yang dihasilkan oleh laju perekonomian digital.

Nantinya cetak biru sistem pembayaran di Indonesia akan berperan sebagai pengawas hadirnya resiko yang dihadapi oleh industri tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Sugeng, selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia.

“Sebagai regulator, peran bPSI yaitu mengoptimalisasi peluang yang diciptakan oleh aktivitas ekonomi digital.

Beberapa poin yang terkandung dalam BSPI 2025 meliputi integritas antara ekonomi dengan layanan finansial berbasis elektronik. Nantinya, proses peredaran uang, kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan hingga program inklusi keuangan akan melibatkan peran bank negara.

Selanjutnya, BSPI 2025 menerapkan tentang adopsi teknologi digital oleh perbankan. Ada pun mekanisme yang dipakai yakni dengan open banking atau penggunaan big data dan teknologi pendukung lainnya yang diperlukan di sektor finansial.

Baca juga:

Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia Hindari Shadow Banking

Permasalahan shadow banking yang beresiko merusak industri jasa keuangan melalui mekanisme interlink dari fintech mau pun perbankan juga menjadi butir yang terkandung dalam BSPI 2025.

Sebagai pencegahan dari potensi shadow banking, BSPI 2025 menyiapkan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) sebagai pemberi regulasi serta kerja sama bisnis antar penyelenggara.

BSPI juga berperan untuk mengawasi keseimbangan antara pengembangan inovasi dan privasi konsumen. Selain itu, tercantum juga persaingan sehat yang terjadi di industri dengan prosedur wajib seperti know your costumer (KYC), transparansi data dan birokrasi standar yang diperlukan.

Terakhir, BSPI 2025 menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara. Hal tersebut meliputi kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri serta kerja sama penyelenggara asing dengan domestik. Tentunya dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Atasi Lupa PIN ATM BCA dengan Gampang & Anti Ribet

JAKARTA, duniafintech.com – Cara atasi lupa PIN ATM BCA tentu saja sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank BCA yang mengalaminya. Adapun lupa nomor...

Asuransi Kesehatan Keluarga Cashless, Inilah Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan keluarga cashless sejatinya adalah sebuah asuransi yang menyediakan layanan klaim secara non-tunai. Nah, jika kamu sedang mencari asuransi untuk keluarga...

Panduan Lengkap Cara Deposit Indodax lewat Berbagai Metode

JAKARTA, duniafintech.com - Cara deposit Indodax pada dasarnya akan bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai macam metode sesuai pilihan. Langkah ini merupakan langkah awal untuk para...

Geser Pasar Modal, Investor Kripto Indonesia Tembus 15 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - Jumlah investor kripto di Indonesia terus meningkat. Bahkan jumlahnya cukup fantastis, melebihi investor pasar modal.  Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan...

Cara Top Up OVO lewat BRI, Dijamin Mudah dan Praktis!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat BRI atau Bank Rakyat Indonesia berikut ini penting diketahui oleh para pengguna layanan ini Seperti diketahui, perkembangan...
LANGUAGE