25.4 C
Jakarta
Minggu, 6 Desember, 2020

Blythe Master, Menjadi ‘Ratu’ Di Tengah Dominasi Para Pria

DuniaFintech.com – Bidang keuangan, teknologi keuangan hingga aset digital adalah bidang yang dipenuhi oleh para pria. Namun Blythe Masters berhasil mematahkan stigma tersebut dengan berbagai prestasi yang berhasil ditorehkannya. Siapa sebenarnya sosok Blythe Masters dan bagaimana kiprahnya di bidang terkait?

Awal Karir

Blythe Masters lahir di Oxford, Inggris, pada 22 Maret 1969. Dia kemudian menempuh pendidikan di The King’s School di Canterbury. Dia kemudian mengambil kuliah jurusan ekonomi dan lulus dari Trinity College, Cambridge pada tahun 1991.

Karirnya di bidang keuangan dimulai ketika Masters bergabung dengan JP Morgan Chase pada tahun 1991. Mulanya ia merupakan pegawai magang sampai akhirnya diberi tanggung jawab mengurus produk kredit derivate milik JP Morgan. Di usianya yang masih 28 tahun, Masters menjadi wanita termuda yang berhasil bergabung di firma tersebut.

Selama masa kerjanya di JP Morgan, Blythe membantu menciptakan Credit default swap sebagai instrumen keuangan yang digunakan untuk mengelola eksposur kredit kepada entitas referensi yang mendasarinya. Teknologi ini adalah turunan yang dipuji oleh banyak orang di Wall Street sebagai inovasi inovatif sebelum memainkan peran utama dalam krisis keuangan 2008.

Baca Juga:

Kiprahnya di Digital Asset

Selain JP Morgan, nama perusahaan lain yang kerap dihubungkan dengan Masters adalah Digital Asset. Masters dinobatkan sebagai CEO Digital Asset Holdings pada Maret 2015, sebuah perusahaan yang membangun alat pemrosesan yang aman dan terdistribusi untuk mempercepat penyelesaian, mengurangi biaya, dan meningkatkan keamanan dan transparansi dalam industri yang diatur.

Startup ini telah mengumpulkan lebih dari $ 100 juta dalam berbagai putaran pendanaan dari lima belas perusahaan teknologi dan keuangan terbesar di dunia, seperti Citibank, Goldman Sachs, JPMorgan, Deutsche Boerse, DTCC, CME, IBM, dan Accenture. Perusahaan ini sedang mengembangkan sistem buku besar terdistribusi untuk ASX, DTCC, dan lain-lain.

Pada bulan Desember 2017, ASX secara resmi mengumumkan akan meningkatkan sistem penyelesaian pasca-perdagangannya menjadi platform Blockchain yang dirancang oleh Digital Asset Holdings.

Pada Desember 2018, Masters mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO, tetapi akan tetap menjadi anggota dewan, penasihat strategis dan pemegang saham. Selain di bidang terkait, Masters juga aktif dalam kegiatan amal untuk penelitian kanker sembari sesekali berkuda.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Investasi dengan Skema Lump Sum, Bagaimana Cara Kerjanya?

Duniafintech.com - Selama pandemi Covid-19, investasi menjadi bagian penting yang harus disiapkan, terutama untuk dana darurat dan tabungan masa depan. Saat ini investasi juga...

Forum Ekonomi Dunia Sebut Fintech Industri Paling Adaptif

DuniaFintech.com - Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengklaim bahwa industri fintech menjadi yang tetap tumbuh secara global. Hal ini diungkapkan pada penelitian cepat atas pasar...

GREDU Siap Mendukung Sekolah Tatap Muka di Indonesia

DuniaFintech.com – Terkait rencana pembukaan sekolah tatap muka pada Januari 2021, GREDU mendukung sepenuhnya kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Sejumlah kendala akan...

Flipkart Milik Walmart akan Mulai Bisnis Pembayaran Digital

DuniaFintech.com – Perusahaan e-commerce India yang dikendalikan Walmart, Flipkart, mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan memutar sebagian modal mereka di PhonePe untuk memperluas akses...

Berbagai Fitur DANA yang Hadir di Sepanjang 2020! Simak Disini

DuniaFintech.com - Penyelenggara sistem pembayaran berbasis elektronik, DANA telah merangkum berbagai fitur dan layanan anyarnya di sepanjang tahun 2020. Pada tahun ini, berbagai fitur...
LANGUAGE