25.6 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Blythe Master, Menjadi ‘Ratu’ Di Tengah Dominasi Para Pria

DuniaFintech.com – Bidang keuangan, teknologi keuangan hingga aset digital adalah bidang yang dipenuhi oleh para pria. Namun Blythe Masters berhasil mematahkan stigma tersebut dengan berbagai prestasi yang berhasil ditorehkannya. Siapa sebenarnya sosok Blythe Masters dan bagaimana kiprahnya di bidang terkait?

Awal Karir

Blythe Masters lahir di Oxford, Inggris, pada 22 Maret 1969. Dia kemudian menempuh pendidikan di The King’s School di Canterbury. Dia kemudian mengambil kuliah jurusan ekonomi dan lulus dari Trinity College, Cambridge pada tahun 1991.

Karirnya di bidang keuangan dimulai ketika Masters bergabung dengan JP Morgan Chase pada tahun 1991. Mulanya ia merupakan pegawai magang sampai akhirnya diberi tanggung jawab mengurus produk kredit derivate milik JP Morgan. Di usianya yang masih 28 tahun, Masters menjadi wanita termuda yang berhasil bergabung di firma tersebut.

Selama masa kerjanya di JP Morgan, Blythe membantu menciptakan Credit default swap sebagai instrumen keuangan yang digunakan untuk mengelola eksposur kredit kepada entitas referensi yang mendasarinya. Teknologi ini adalah turunan yang dipuji oleh banyak orang di Wall Street sebagai inovasi inovatif sebelum memainkan peran utama dalam krisis keuangan 2008.

Baca Juga:

Kiprahnya di Digital Asset

Selain JP Morgan, nama perusahaan lain yang kerap dihubungkan dengan Masters adalah Digital Asset. Masters dinobatkan sebagai CEO Digital Asset Holdings pada Maret 2015, sebuah perusahaan yang membangun alat pemrosesan yang aman dan terdistribusi untuk mempercepat penyelesaian, mengurangi biaya, dan meningkatkan keamanan dan transparansi dalam industri yang diatur.

Startup ini telah mengumpulkan lebih dari $ 100 juta dalam berbagai putaran pendanaan dari lima belas perusahaan teknologi dan keuangan terbesar di dunia, seperti Citibank, Goldman Sachs, JPMorgan, Deutsche Boerse, DTCC, CME, IBM, dan Accenture. Perusahaan ini sedang mengembangkan sistem buku besar terdistribusi untuk ASX, DTCC, dan lain-lain.

Pada bulan Desember 2017, ASX secara resmi mengumumkan akan meningkatkan sistem penyelesaian pasca-perdagangannya menjadi platform Blockchain yang dirancang oleh Digital Asset Holdings.

Pada Desember 2018, Masters mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO, tetapi akan tetap menjadi anggota dewan, penasihat strategis dan pemegang saham. Selain di bidang terkait, Masters juga aktif dalam kegiatan amal untuk penelitian kanker sembari sesekali berkuda.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE