29.7 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

BukaLapak Gaet 20 Ribu Pelapak di Masa Pandemi dalam Sepekan

DuniaFintech.com – Layanan perniagaan digital, BukaLapak mengalami peningkatan jumlah penjual (pelapak) yang mendaftar di masa pandemi COVID-19. VP of Marketplace BukaLapak, Kurnia Rosyada mengklaim terdapat sekitar ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hanya dalam sepekan.

“Kalau kita lihat jumlah pelapak yang mendaftar selama pandemi bertambah. Setiap minggu bisa bertambah hingga 20 ribu,”

Rosyada mengatakan, kebiasaan berbelanja daring selama pandemi terus meningkat. Ia juga mengatakan adanya beberapa waktu tertentu yang kerap membuat pengguna mengakses layanan e-commerce.

“Terjadi perubahan tren belanja online selama pandemi. Kalau biasanya lumayan tinggi saat prime time dan jam pulang kerja di atas pukul 7 malam. Kalau sekarang lebih banyak, rata-rata jam belanjanya lebih merata,”

Rachmat Kaimuddin selaku CEO mengklaim, terdapat pergeseran produk yang dibelanjakan pengguna BukaLapak selama masa pandemi. Ia mengatakan sebanyak 60% pengguna membeli produk pendukung layanan elektronik, seperti pulsa/paket data, pembayaran tagihan, streaming vouchervoucher belajar/kursus online hingga pembelian gift card

Baca juga:

Jumlah Pelapak BukaLapak Selama Masa Pandemi Terus Meningkat

Rachmat mengatakan, jumlah pelaku UMKM yang terdaftar sebagai pelapak dan mitra mencapai 3 juta pada semester I 2020.

“Kami mengoptimalkan platform kami untuk menerobos kesenjangan ekonomi, infrastruktur dan mendukung inklusi keuangan. Kami ingin menciptakan dampak di masyarakat dengan terus mengembangkan ekosistem digital yang berbasis keadilan ekonomi bagi semua,”

Dalam setahun terakhir, jumlah warung dan individual yang menjadi Mitra Bukalapak bertumbuh hingga berlipat ganda. Hal ini dikarenakan perluasan cakupan distribusi stok grosir ke lebih dari 50 kota di Indonesia yang bekerja sama dengan distributor nasional dan lokal sebagai jaminan ketersediaan barang bagi para Mitra. 

“Kami juga baru saja meluncurkan fasilitas pembayaran berbasis kredit yang dinamakan Bayar Tempo.

“Dengan menggunakan fitur ini, mitra dapat berbelanja produk grosir maupun virtual di aplikasi Mitra Bukalapak dan membayar pembelian tersebut pada tanggal jatuh tempo di akhir bulan,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga Kripto 28 Mei 2022, Bitcoin dan Ethereum Masih Loyo

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto masih belum bergairah, Bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya kembali berada di zona merah pada Sabtu 28 Mei 2022...

Transaksi Aset Kripto Meningkat Tajam, Maret 2022 Capai Rp130,2 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Transaksi aset Kripto di Indonesia meningkat signifikan. Nilai aset kripto semakin naik. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga mengakui perkembangan...

Cara Withdraw atau Tarik Uang dari Indodax ke Rekening Bank, Ternyata Gampang Lho! 

JAKARTA, duniafintech.com – Platform perdagangan aset Kripto di tanah air, Indodax menjadi salah satu exchange yang digandrungi para investor. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya...

Ekonomi Indonesia Membaik, Penerimaan Pajak Capai Rp 678,99 Triliun Hingga Akhir Mei

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi Indonesia dinilai telah membaik, penerimaan pajak yang diterima hingga menjelang akhir Mei ini sudah terbilang tinggi. Terkait ekonomi Indonesia yang membaik,...

Bursa Kripto Tak Kunjung Diluncurkan, Bappebti Ungkap Alasan Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Rencana kehadiran bursa kripto sudah diwacanakan sejak beberapa waktu lalu, namun tak kunjung menjadi kenyataan, dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi...
LANGUAGE