25.6 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

BURSA BERJANGKA MATA UANG VIRTUAL DI INDONESIA MULAI DIBAHAS MARET INI

duniafintech.com – Meski OJK dan Bank Indonesia masih belum mengeluarkan regulasi secara detail tentang mata uang virtual, Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sudah lebih berani bersuara tentang kemungkinan akan diizinkannya perdagangan mata uang virtual di Indonesia.

Perbedaan suara ini sempat membuat publik bingung. Pasalnya, memang belum ada rencana untuk menerbitkan aturan resmi terkait hal tersebut. Menteri Keuangan Sri Mulyani meskipun tidak melarang masyarakat berinvestasi, tetap mewanti-wanti akan risiko yang mungkin muncul dari pemilihan cryptocurrency sebagai alat investasi.

Baca juga: https://duniafintech.com/warung-pintar-dapatkan-seed-funding-rp-55-miliar/

Namun sepertinya para investor lokal bisa mulai berlega hati. Bahcrul Chairi selaku Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyebut mereka sedang merencakan untuk membahas masalah kontrak berjangka cryptocurrency yang diperkirakan akan terlaksana akhir Maret ini.

Selain Bappebti, beberapa instansi yang akan dilibatkan dalam pembahasan ini adalah Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan tentu saja Kementerian Keuangan.

Seperti yang pernah disebut Presiden Jokowi, kehadiran cryptocurrency sama sekali tidak bisa ditampik karena merupakan bagian dari kemajuan teknologi. Mengamini hal tersebut, Bachrul menyebut bahwa potensi bursa berjangka cryptocurrency di Indonesia termasuk Bitcoin, Etherum dan berbagai variasi mata uang kripto lainnya, sekarang menjadi hal yang penting karena memiliki potensi besar.

Baca juga: https://duniafintech.com/hal-yang-harus-kamu-ketahui-dalam-menentukan-target-marketing/

Pada hari ini, nilai market capital cryptocurrency global mencapai US$ 500 miliar per hari, maka potensi sesungguhnya untuk jangka panjang sangat besar,” ungkap Bachrul sebagai mana dilansir oleh Kontan, Rabu (14/2).

Jika pengajuan Bappebti berjalan lancar, maka yang harus dilakukan tinggal menyesuaikan kontraknya dengan konteks dagang dalam negeri. Bachrul menambahkan jika semua bisa terlaksana, ia berharap perdagangan cryptocurrency akan naik dan tentu saja akan meningkatkan nilainya juga.

Sistem yang akan dibuat nantinya akan bersifat efektif dan diharapkan mampu melindungi keamanan investor dan nasabah.

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE