25.1 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

BURSA BERJANGKA MATA UANG VIRTUAL DI INDONESIA MULAI DIBAHAS MARET INI

duniafintech.com – Meski OJK dan Bank Indonesia masih belum mengeluarkan regulasi secara detail tentang mata uang virtual, Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sudah lebih berani bersuara tentang kemungkinan akan diizinkannya perdagangan mata uang virtual di Indonesia.

Perbedaan suara ini sempat membuat publik bingung. Pasalnya, memang belum ada rencana untuk menerbitkan aturan resmi terkait hal tersebut. Menteri Keuangan Sri Mulyani meskipun tidak melarang masyarakat berinvestasi, tetap mewanti-wanti akan risiko yang mungkin muncul dari pemilihan cryptocurrency sebagai alat investasi.

Baca juga: https://duniafintech.com/warung-pintar-dapatkan-seed-funding-rp-55-miliar/

Namun sepertinya para investor lokal bisa mulai berlega hati. Bahcrul Chairi selaku Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyebut mereka sedang merencakan untuk membahas masalah kontrak berjangka cryptocurrency yang diperkirakan akan terlaksana akhir Maret ini.

Selain Bappebti, beberapa instansi yang akan dilibatkan dalam pembahasan ini adalah Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan tentu saja Kementerian Keuangan.

Seperti yang pernah disebut Presiden Jokowi, kehadiran cryptocurrency sama sekali tidak bisa ditampik karena merupakan bagian dari kemajuan teknologi. Mengamini hal tersebut, Bachrul menyebut bahwa potensi bursa berjangka cryptocurrency di Indonesia termasuk Bitcoin, Etherum dan berbagai variasi mata uang kripto lainnya, sekarang menjadi hal yang penting karena memiliki potensi besar.

Baca juga: https://duniafintech.com/hal-yang-harus-kamu-ketahui-dalam-menentukan-target-marketing/

Pada hari ini, nilai market capital cryptocurrency global mencapai US$ 500 miliar per hari, maka potensi sesungguhnya untuk jangka panjang sangat besar,” ungkap Bachrul sebagai mana dilansir oleh Kontan, Rabu (14/2).

Jika pengajuan Bappebti berjalan lancar, maka yang harus dilakukan tinggal menyesuaikan kontraknya dengan konteks dagang dalam negeri. Bachrul menambahkan jika semua bisa terlaksana, ia berharap perdagangan cryptocurrency akan naik dan tentu saja akan meningkatkan nilainya juga.

Sistem yang akan dibuat nantinya akan bersifat efektif dan diharapkan mampu melindungi keamanan investor dan nasabah.

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Beragam akad P2P Lending Syariah, ini Guys!

JAKARTA, duniafintech - Beragam akad P2P Lending Syariah. Sistem P2P lending Indonesia ini sangat mirip dengan konsep yang diterapkan pada marketplace secara online, yakni...

Beli Rumah KPR Subsidi? ini Tips agar Tak Salah Pilih

JAKARTA, duniafintech.com - Beli rumah KPR subsidi? kenapa tidak, dan tim DuniaFintech.com punya tips agar tak salah pilih. Salah satu jenis rumah KPR adalah KPR subsidi. Apakah...

Akad dan Contoh Penerapan Transaksi P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Akad dan contoh penerapan transaksi dalam p2p lending syariah di Indonesia ini sangat mirip dengan konsep yang diterapkan pada marketplace secara...

Mengenal Investasi Jangka Pendek, Pengertian dan Jenisnya

JAKARTA, duniafintech.com - Mengenal investasi jangka pendek, tampaknya masih banyak yang bertanya-tanya terkait hal tersebut. Pasalnya jika bicara mengenai investasi selalu identik dengan jangka waktu yang...

Daftar Aplikasi P2P Lending Syariah yang Patut Kamu Catat, ini Dia!

JAKARTA, duniafintech.com - Daftar Aplikasi P2P Lending syariah apa saja? Pasti banyak dari kamu yang belum mengetahuinya. Sebagai pendatang baru, P2P lending Indonesia kini menjadi...
LANGUAGE