Indonesia Carbon Trading Association (IDCTA) Youth menghadirkan Carbon Youth Week 2026 (CYW 2026), Carbon Week pertama di Indonesia yang secara khusus mempertemukan generasi muda dengan berbagai sisi ekosistem karbon.
Perkembangan pasar karbon Indonesia membuka ruang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi rendah karbon. Namun, untuk mengambil peran di dalamnya, ketertarikan terhadap isu iklim perlu diikuti pemahaman tentang pasar, kebijakan, implementasi proyek, serta peluang karier yang berkembang di sektor tersebut.
Rangkaian ini resmi dimulai pada 7 September 2026 melalui Carbon Dialogues & Capacity
Building di Indonesia Stock Exchange (IDX). Kegiatan pembuka ini mempertemukan generasi muda dengan pelaku dan pemangku kepentingan sektor karbon untuk membahas perkembangan pasar karbon Indonesia dan kawasan ASEAN.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai arsitektur pasar karbon, mekanisme perdagangan karbon, serta berbagai perkembangan yang membentuk ekosistem
karbon saat ini.
Pembahasan tersebut berlangsung di tengah berkembangnya pasar karbon, pembiayaan iklim, dan solusi berbasis alam di Indonesia. Perkembangan ini turut meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami isu perubahan iklim sekaligus mekanisme dan dinamika yang bekerja di dalam ekosistem karbon.
Baca juga :
- DANA Pakai AI untuk Dukung Pertumbuhan Bisnisnya
- 43% Fintech Indonesia Sudah Raup Laba, BEI Siap Dorong IPO
- 43% Perusahaan Fintech Indonesia Sudah Cetak Laba
- Salurkan Pembiayaan Ke 2,1 Juta Pengguna, Indodana Fintech Raih Awards Infobank 2026
- Payfazz Luncurkan EDC Mini Terjangkau untuk Bantu UMKM
- Indodana Fintech Perkuat Manajemen Risiko dan Kepatuhan
Pada penyelenggaraan tahun ini, CYW 2026 menempatkan ruang pembelajaran dan
keterlibatan generasi muda sebagai salah satu perhatian utama. Dr. Riza Suarga, Chairman
IDCTA, mengatakan CYW 2026 diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk
mengembangkan pemahaman dan kapasitas mereka dalam menghadapi perubahan iklim.
“Acara ini sangat bermanfaat, khususnya bagi generasi muda, terutama untuk memahami bagaimana mereka bisa mengakselerasi, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim. Dan semoga anak-anak muda bisa lebih advance. Kalau saya lihat, antusiasme anak muda itu jauh lebih luar biasa dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi ini harus terus dikembangkan.”
Pentingnya pengalaman langsung juga disampaikan oleh Edwin Hartanto, Head of Carbon
Development IDXCarbon, yang melihat perkembangan perdagangan karbon Indonesia masih berada pada tahap awal dan membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia dengan pemahaman di bidang tersebut.
“Karena memang kita lihat dari esensi perdagangan karbon itu sendiri adalah
industri yang bisa kita bilang masih berjalan menuju maturity. Artinya, masih berada
di tahap awal dari perkembangannya.”
“Dan Indonesia itu masih butuh banyak sekali human resources, itu yang saat ini kurang. Nah, acara seperti inilah yang dapat menjadi sebuah katalis untuk meningkatkan awareness dan juga meningkatkan partisipasi, terutama generasi muda, generasi berikutnya yang akan mengambil alih, yang akan mampu membantu kita mendorong lagi perdagangan karbon lebih jauh lagi.”
Carbon Youth Week 2026 sendiri merupakan pengembangan dari berbagai inisiatif IDCTA
Youth sebelumnya, termasuk Carbon Guide dan Carbon Youth Challenge, yang telah membuka ruang pembelajaran dan partisipasi generasi muda dalam isu dekarbonisasi dan pasar karbon.
Melalui CYW 2026, pendekatan tersebut diperluas dengan menghadirkan pembelajaran
mengenai pasar karbon, diskusi kebijakan, pengalaman lapangan, serta pengenalan terhadap peluang profesional dalam ekonomi rendah karbon.

Membangun Generasi Baru dalam Ekosistem Karbon Indonesia
Carbon Youth Week 2026 menempatkan pengembangan kapasitas generasi muda sebagai
bagian dari perkembangan ekosistem karbon Indonesia. Ketika pasar, kebijakan, dan proyek karbon terus berkembang, kebutuhan terhadap talenta yang mampu memahami berbagai aspek tersebut secara bersamaan juga semakin penting.
Hal ini selaras dengan pandangan Haryo Pambudi, S.Hut., M.Sc., Plt. Direktur Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), yang melihat generasi muda sebagai bagian penting dalam penguatan ekosistem karbon Indonesia ke depan. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu memahami mekanisme pasar karbon, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menghubungkan data, teknologi, pengetahuan, serta prinsip tata kelola dalam mendorong aksi iklim yang kredibel dan terukur.
“Ke depan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memahami ekosistem karbon dan mampu menghubungkan data, teknologi, serta pengetahuan menjadi aksi iklim yang bermakna. Semakin terhubungnya Indonesia dengan pasar karbon global juga perlu diiringi dengan ethical compass yang memastikan pertumbuhan pasar tetap mendukung integritas lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang.”
Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan generasi muda sekaligus
memperkuat kapasitas mereka untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem
karbon Indonesia. Dengan demikian, CYW 2026 tidak berhenti pada pengenalan terhadap
sektor karbon, tetapi juga mendorong terbentuknya pemahaman dan kapasitas yang dapat
menjadi bekal bagi keterlibatan generasi muda di masa depan.
Rangkaian Carbon Youth Week 2026 Masih Berlanjut
Setelah pembukaan melalui Carbon Dialogues & Capacity Building di IDX, Carbon Youth Week 2026 masih akan berlanjut dengan tiga agenda berikutnya.
Pada 9 September, Youth-Policy Roundtable: Carbon Governance Lab – Article 6 Simulation
Framework akan berlangsung di Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Para
Youth Delegates akan mendalami implementasi Article 6 of the Paris Agreement melalui
simulasi negosiasi dan diskusi kebijakan berdasarkan thematic cluster masing-masing.
Peserta juga akan menyusun Individual Position Paper yang kemudian dikonsolidasikan menjadi sebuah Policy Brief.
Rangkaian kemudian berlanjut pada 11 September melalui sesi daring Career Clinic: Navigating Careers in the Green & Carbon Economy. Sesi ini akan memperkenalkan berbagai jalur karier dalam ekonomi rendah karbon, termasuk pasar karbon, sustainability consulting, climate finance, energi terbarukan, ESG, dan profesi lainnya dalam green economy.
Pada 12 September, CYW 2026 akan ditutup melalui Carbon Project Excursion (CPE):
Unlocking Nature-Based Carbon Solutions through Mangrove Field Immersion and Carbon
Market Simulation di Muara Angke, Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, peserta akan melihat langsung konteks lingkungan dan sosial yang menjadi bagian dari pengembangan proyek berbasis alam. Field immersion dan simulasi pasar karbon akan memperkenalkan peserta pada hubungan antara kondisi lapangan, pengembangan proyek, kebutuhan pemangku kepentingan, dan mekanisme pasar karbon.
Dengan mempertemukan generasi muda dengan pelaku pasar, pembuat kebijakan,
pengembang proyek, lembaga keuangan, akademisi, dan profesional keberlanjutan, CYW 2026 diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi kaum muda untuk memahami dan terlibat dalam perkembangan ekosistem karbon di Indonesia.





