29.3 C
Jakarta
Senin, 8 Agustus, 2022

Dampak Pandemi Terhadap Traffic Belanja Online di Indonesia

DuniaFintech.com – Bagaimana dampak pandemi terhadap traffic belanja online di Indonesia? Mengingat PSBB di Jakarta diberlakukan kembali, kita tengah pun menyadari bahwa hal tersebut akan berdampak pada berbagai sektor bisnis, salah satunya adalah bisnis e-commerce atau yang biasa kita kenal dengan kegiatan belanja online. Lalu bagaimana dampak pandemi terhadap traffic belanja online di Indonesia? Lifepal pun mengungkapnya dalam sebuah riset berikut ini.

Hasil riset Lifepal mencatat traffic situs belanja online cenderung stabil dan meningkat. Pandemi Covid-19 yang sudah bergulir sejak awal Maret 2020 di Indonesia juga diprediksi banyak pihak akan memicu lonjakan jumlah pengunjung situs-situs belanja online. Pasalnya, diyakini makin banyak orang yang memilih membeli berbagai keperluan dari rumah menggunakan aplikasi belanja online.

Dari hasil riset tersebut juga menunjukan bahwa sejak Februari 2020 sampai Agustus 2020 terlihat adanya tren peningkatan. Tercatat pertumbuhan berada di angka 21.6% selama 7 bulan terakhir. Lifepal menggunakan data traffic lima situs sebagai sampel yaitu Tokopedia.com, Shopee.co.id, Bukalapak.com, Lazada.co.id, dan Blibli.com.

Baca juga :

Perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia tersebut nampaknya membukukan kenaikan volume penjualan dengan semakin banyaknya masyarakat yang menerapkan physical distancing di tengah wabah Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah juga mulai melirik sektor e-commerce sebagai salah satu solusi untuk mengatasi defisit pajak akibat pelambatan ekonomi.

Di bulan April lalu, beberapa kinerja dan transaksi yang dibukukan e-commerce selama masa pandemi seperti dikutip dari siaran pers Oxford Bussiness Group, salah satunya adalah Bukalapak salah satu dari lima perusahaan startup unicorn di Indonesia yang memiliki valuasi mencapai US$1 miliar memperluas pilihan produk sembako selama beberapa minggu terakhir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berdiam di rumah.

Di kesempatan lain, Blibli kerap mengungkapkan bahwa penjualan produk sembako, pembersih, sanitasi, masker kesehatan, dan vitamin mengalami peningkatan selama beberapa minggu terakhir. Perusahaan e-commerce tersebut juga membukukan peningkatan permintaan terhadap peralatan memasak, video game, dan peralatan olahraga karena masyarakat Indonesia mulai menyesuaikan diri untuk menghabiskan waktu di rumah.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Asuransi Mobil BESS hingga Daftar Bengkel Rekanannya

JAKARTA, duniafitech.com – Asuransi Mobil BESS atau BESS Car Insurance merupakan salah satu perusahaan asuransi kendaraan terbaik dan populer di Indonesia. Sebagai informasi, perusahaan ini...

Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Bahaya FOMO bagi trader kripto merupakan istilah rasa ketakutan yang berlebihan akan suatu hal.  FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa...

Mudah! Begini Cara Top Up OVO lewat Bank Bukopin via Wokee

JAKARTA, duniafintech.com – Mau tahu cara top up OVO lewat Bank Bukopin? Pada dasarnya, caranya  sebenarnya sangat gampang kok untuk kamu lakukan. Seperti diketahui, belakangan...

Luhut: Kita Salah Satu Negara yang Punya Utang Terkecil di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Letnan Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal utang pemerintah Indonesia yang sudah menembus...

Tol Serang-Panimbang Pakai Utang China, Luhut: Jangan Mubazir!

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan...
LANGUAGE