25.6 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Dapat Keuntungan Maksimal Investasi? Terungkap! Ini Strategi Sandiaga Uno

DuniaFintech.com – Siapa yang tidak kenal Sandiaga Uno? Selain berkecimpung di dunia politik dunia politik, Sandiaga Uno juga kerap merambah dunia investasi. Pengusaha nasional dan pemilik saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini membagikan strateginya agar dapat keuntungan maksimal investasi.

Jangan fokus pada satu instrument investasi saja

Untuk dapat keuntungan maksimal investasi, Sandiaga mengungkapkan jika calon investor memiliki aset 100%, maka harus dibagi dan jangan difokuskan ke dalam satu instrumen investasi tertentu.

Contoh: Aset 100%, mengalokasikan 18-20 cash, 30-35% di ekuitas [saham], 30-35% di fixed income atau surat berharga, dan sisanya tersebar di properti dan emas, dan metal.

Baca juga :

Alokasikan dana ke saham perusahaan besar yang likuiditasnya tinggi

Namun, Sandi berpesan bagi para investor yang menjadi pemula dalam dunia pasar modal, dia mengingatkan agar hati-hati dalam memilih dan melakukan pemilihan saham. Sandiaga mengatakan untuk dapat keuntungan maksimal investasi, lebih baik alokasikan dana ke saham perusahaan besar yang likuiditasnya tinggi.

“Bagi yang ingin belajar investasi saham, hati-hati saat stock picking [pemilihan saham] individual karena ini sangat berisiko, kecuali kita ke stock yang liquid dan perusahaan yang fundamentalnya besar, nama-nama seperti BCA, Astra, Unilever, Bank Mandiri jadi pilihan utama,” jelas Sandi.

Berhati-hati dengan saham “gorengan”

Sandi mengatakan untuk dapat keuntungan maksimal investasi, para investor pemula pun tidak boleh terjebak pada penawaran saham-saham gorengan. Menurutnya keuntungan saham gorengan adalah tipu daya.

Saham gorengan merupakan saham dengan kualitas buruk yang telah direkayasa oleh sejumlah pihak yang lazim disebut bandar saham untuk mengeruk keuntungan dalam jangka pendek. Bandar saham yang melakukan metode penggorengan biasanya memiliki saham dalam jumlah banyak.

“Jadi kalau mau investasi saham untuk pemula langsung fokus ke saham blue chip [unggulan] yang likuiditasnya baik. Bukan ke saham gorengan, saham gorengan ini sudah banyak habiskan sumber daya ternyata tipu daya,” sebut Sandi.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE