27.7 C
Jakarta
Kamis, 2 Juli, 2020

Dapat Keuntungan Maksimal Investasi? Terungkap! Ini Strategi Sandiaga Uno

DuniaFintech.com – Siapa yang tidak kenal Sandiaga Uno? Selain berkecimpung di dunia politik dunia politik, Sandiaga Uno juga kerap merambah dunia investasi. Pengusaha nasional dan pemilik saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini membagikan strateginya agar dapat keuntungan maksimal investasi.

Jangan fokus pada satu instrument investasi saja

Untuk dapat keuntungan maksimal investasi, Sandiaga mengungkapkan jika calon investor memiliki aset 100%, maka harus dibagi dan jangan difokuskan ke dalam satu instrumen investasi tertentu.

Contoh: Aset 100%, mengalokasikan 18-20 cash, 30-35% di ekuitas [saham], 30-35% di fixed income atau surat berharga, dan sisanya tersebar di properti dan emas, dan metal.

Baca juga :

Alokasikan dana ke saham perusahaan besar yang likuiditasnya tinggi

Namun, Sandi berpesan bagi para investor yang menjadi pemula dalam dunia pasar modal, dia mengingatkan agar hati-hati dalam memilih dan melakukan pemilihan saham. Sandiaga mengatakan untuk dapat keuntungan maksimal investasi, lebih baik alokasikan dana ke saham perusahaan besar yang likuiditasnya tinggi.

“Bagi yang ingin belajar investasi saham, hati-hati saat stock picking [pemilihan saham] individual karena ini sangat berisiko, kecuali kita ke stock yang liquid dan perusahaan yang fundamentalnya besar, nama-nama seperti BCA, Astra, Unilever, Bank Mandiri jadi pilihan utama,” jelas Sandi.

Berhati-hati dengan saham “gorengan”

Sandi mengatakan untuk dapat keuntungan maksimal investasi, para investor pemula pun tidak boleh terjebak pada penawaran saham-saham gorengan. Menurutnya keuntungan saham gorengan adalah tipu daya.

Saham gorengan merupakan saham dengan kualitas buruk yang telah direkayasa oleh sejumlah pihak yang lazim disebut bandar saham untuk mengeruk keuntungan dalam jangka pendek. Bandar saham yang melakukan metode penggorengan biasanya memiliki saham dalam jumlah banyak.

“Jadi kalau mau investasi saham untuk pemula langsung fokus ke saham blue chip [unggulan] yang likuiditasnya baik. Bukan ke saham gorengan, saham gorengan ini sudah banyak habiskan sumber daya ternyata tipu daya,” sebut Sandi.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

5 Investasi Menarik Tahun 2020 Rekomendasi DBS CIO Insight 3Q20

DuniaFintech.com - DBS Chief Investment Office kembali mengeluarkan laporan DBS CIO Insights untuk 3Q20 (kuartal ketiga tahun 2020)....

Raih Segudang Keuntungan di Masa Pandemi dengan Ide Bisnis Ini

DuniaFintech.com - Wabah corona berdampak cukup besar bagi kalangan masyarakat, terutama dari segi ekonomi. Perubahan tren dan kebutuhan prioritas konsumen pun mempengaruhi...

Influencer Diadu di PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection

DuniaFintech.com - Penggemar game berbasis mobile, Players Unknown Battle Ground (PUBG) menghelat PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection per tanggal 23 Juni...

Pintek Bersama Sevima Bantu Berikan Solusi Managemen Akademik

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech P2P lending yang fokus kepada sektor pendidikan, Pintek bersama Sevima, perusahaan konsultan dan pengembangan teknologi informasi untuk berikan...

BIDR Resmi Diperdagangkan di Binance dan Tokocrypto

DuniaFintech.com - Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset...
LANGUAGE