31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Tencent Rambah Pasar Asia Tenggara dengan Perkuat Bisnis TV Digital

DuniaFintech.com – Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Tencent rambah pasar Asia Tenggara dengan membeli Paltform video on-demand iFlix melalui platform sendirinya yang bernama WeTV. setelah beredar kabar mengalami krisis utang. Pengembang gim PUBG Mobile ini pun memperluas pasar nya, dengan mengakuisisi bisnis TV digital.

Dalam keterangannya yang dilansir dari laman Reuters, raksasa teknologi ini mengatakan “langkah Tencent rambah pasar Asia Tenggara untuk memperkuat kehadiran perusahaannya. Sehingga katalog iFlix dengan konten internasional, lokal, dan asli akan memungkinkan untuk memperluas jangkauan melalui layanan streaming video.”

Juru bicara Tencent menolak untuk mengungkapkan nilai kesepakatan. Namun, perusahaan media Amerika Serikat (AS) Variety melaporkan bahwa Tencent membeli iFlix seharga beberapa puluh juta dolar. Harganya turun jauh dibanding yang ditarget iFlix melalui penawaran saham (public listing) di Australia, yakni US$ 1 miliar. Namun, iFlix enggan berkomentar.

Baca Juga:

Sebelumnya, dua sumber Business Times mengatakan, Tencent sudah berdiskusi dengan iFlix. Bahkan, Lowyat.net melaporkan bahwa iFlix sudah dijual ke raksasa internet asal Negeri Panda itu. Lowyat.net menyebutkan, toko aplikasi menampilkan deskripsi bahwa penerbit iFlix yakni Renfeng Media Tech. Ini juga terdaftar sebagai penerbit aplikasi WeTV Tencent.

Dirangkum dari Campaign Asia, setelah Tencent rambah pasar Asia Tenggara dengan mengakuisisi iflix, ada kemungkinan bahwa layanan tv digital iFlix  juga akan berubah nama. Belum diketahui bagaimana nasib para karyawan iFlix setelah akuisisi ini.

Namun, iFlix dikabarkan mulai mengalami kesulitan keuangan sejak awal tahun 2020. Pandemi Covid-19 kemudian menambah beban karena anggaran iklan tersendat. Akibatnya, mereka menggunakan cadangan kas yang tersisa hingga mereka kehabisan uang. iFlix telah mendapatkan suntikan dana sebesar 348 juta dollar AS pada tahun 2014 lalu. Namun, akumulasi kerugian yang didapat lebih besar yakni 378,5 juta dollar AS sepanjang periode.

Selain Tencent, perusahaan Australia Crown Media and Entertainment juga tertarik membeli startup Malaysia itu. Crown juga disebut-sebut telah menjajaki akuisisi beberapa aset Hooq. Sebagaimana diketahui, Hooq menutup layanan per 30 April, setelah melakukan pengajuan likuidasi akhir Maret lalu.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: 5 Keuntungan Investasi di Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang berbagai keuntungan dan risiko investasi di fintech bagi milenial. Perlu diketahui, fintech Peer to...

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...
LANGUAGE