33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Tencent Rambah Pasar Asia Tenggara dengan Perkuat Bisnis TV Digital

DuniaFintech.com – Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Tencent rambah pasar Asia Tenggara dengan membeli Paltform video on-demand iFlix melalui platform sendirinya yang bernama WeTV. setelah beredar kabar mengalami krisis utang. Pengembang gim PUBG Mobile ini pun memperluas pasar nya, dengan mengakuisisi bisnis TV digital.

Dalam keterangannya yang dilansir dari laman Reuters, raksasa teknologi ini mengatakan “langkah Tencent rambah pasar Asia Tenggara untuk memperkuat kehadiran perusahaannya. Sehingga katalog iFlix dengan konten internasional, lokal, dan asli akan memungkinkan untuk memperluas jangkauan melalui layanan streaming video.”

Juru bicara Tencent menolak untuk mengungkapkan nilai kesepakatan. Namun, perusahaan media Amerika Serikat (AS) Variety melaporkan bahwa Tencent membeli iFlix seharga beberapa puluh juta dolar. Harganya turun jauh dibanding yang ditarget iFlix melalui penawaran saham (public listing) di Australia, yakni US$ 1 miliar. Namun, iFlix enggan berkomentar.

Baca Juga:

Sebelumnya, dua sumber Business Times mengatakan, Tencent sudah berdiskusi dengan iFlix. Bahkan, Lowyat.net melaporkan bahwa iFlix sudah dijual ke raksasa internet asal Negeri Panda itu. Lowyat.net menyebutkan, toko aplikasi menampilkan deskripsi bahwa penerbit iFlix yakni Renfeng Media Tech. Ini juga terdaftar sebagai penerbit aplikasi WeTV Tencent.

Dirangkum dari Campaign Asia, setelah Tencent rambah pasar Asia Tenggara dengan mengakuisisi iflix, ada kemungkinan bahwa layanan tv digital iFlix  juga akan berubah nama. Belum diketahui bagaimana nasib para karyawan iFlix setelah akuisisi ini.

Namun, iFlix dikabarkan mulai mengalami kesulitan keuangan sejak awal tahun 2020. Pandemi Covid-19 kemudian menambah beban karena anggaran iklan tersendat. Akibatnya, mereka menggunakan cadangan kas yang tersisa hingga mereka kehabisan uang. iFlix telah mendapatkan suntikan dana sebesar 348 juta dollar AS pada tahun 2014 lalu. Namun, akumulasi kerugian yang didapat lebih besar yakni 378,5 juta dollar AS sepanjang periode.

Selain Tencent, perusahaan Australia Crown Media and Entertainment juga tertarik membeli startup Malaysia itu. Crown juga disebut-sebut telah menjajaki akuisisi beberapa aset Hooq. Sebagaimana diketahui, Hooq menutup layanan per 30 April, setelah melakukan pengajuan likuidasi akhir Maret lalu.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...

Raup Untung Besar Investasi di P2P Lending, Return Profit Hingga 20%

DuniaFintech.com - Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending muncul sebagai alternatif pendanaan online yang menjadi keunggulan saat ini. Tentunya, kemunculannya bukanlah tanpa alasan. Manfaat yang ditawarkan...
LANGUAGE