30.3 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

DEBUT DI CINA, HARGA ETHERUM MELONJAK DAN BITCOIN PULIH KE $2500

duniafintech.com – Popularitas Ethereum tampaknya semakin bersinar. Tercatat sekitar 45 menit setelah memulai debutnya di wilayah Cina, Ether diperdagangkan hingga mencapai level $327 atau sekitar Rp 4,3 juta dengan aktivitas pembelian secara agresif pada Rabu lalu. Sebuah bursa China ternama, Huobi pertama kalinya memperkenalkan Ethereum dan berhasil mencatat rekor menembus angka USD 300 untuk kedua kalinya selama sejarah ETH.

Perdagangan Ethereum di level $300 sebelumnya tercatat pada minggu lalu yang kemudian diikuti aksi jual yang tajam sebelum mengalami rebound. Pada akhir bulan Mei lalu menjelang debut Ethereum di Cina, harga paling tak terkendali terlihat di bursa lokal Korea, Coinone. Belakangan ini perdagangan mata uang digital di Korea Selatan sedang ramai.

Harga (dari ETH) telah naik, dengan BTC turun karena spekulator BTC telah menguangkan BTC untuk ETH hanya untuk melakukan reaksi cepat terhadap perdagangan baru yang berlangsung di Cina,” ujar Chris Barnet, pemegang ETH jangka panjang di sebuah forum. Bukti peralihan antara BTC-ETH juga terlihat dari pembalikan terbaru, Vitalik Premium.

Investor lain memiliki pendapat yang berbeda terhadap pendapat konsensus dari pertukaran perdagangan Bitcoin-Ethereum yang bertanggungjawab atas momentum pola perdagangan Ethereum saat ini.

Orang-orang tidak menjual banyak BTC untuk mendapatkan ETH. Ripple Market turun drastis, dan saya baru saja menjual LiteCoin (LTC) dan ETC saya untuk mendapatkan ETH,” ujar salah seorang pedagang bernama Alfredo Resendiz.

Sementara itu di kawasan Asia lainnya Ethereum berkisar antara USD 240 – USD 280 di bursa perdagangan. Khususnya bursa pertukaran Thailand yang cukup aktif belakangan ini. Para pedagang tengah bersiap untuk menghadapi lonjakan harga Ethereum yang telah naik lebih dari 2000% pada tahun 2017 ini.

Volume perdagangan Ethereum telah melonjak dalam 24 jam terakhir dengan volume perdagangan ETH melebihi volume perdagangan 24 jam untuk Bitcoin pertama kalinya dalam sejarah pada tanggal 30 Mei 2017 lalu. Menurut Coin Telegraph, pada pukul 5 sore ETH telah terdaftar sebesar  $1,293 miliar vs Bitcoin $1,271 miliar.

Baca juga: https://duniafintech.com/harga-ethereum-mengguncang-dunia-pengguna-bertanding-profit/

HARGA BITCOIN PULIH

Meskipun bermasalah dengan skalabilitas, harga Bitcoin naik di atas level $2,500 atau lebih dari Rp 37 juta pada perdagangan hari Sabtu 3 Juni 2017 kemarin usai mengalami koreksi dari level tertinggi sepanjang masa di angka $2,800. Kenaikan nilai Bitcoin kemungkinan karena spekulasi, khususnya oleh Jepang, di mana perdagangan BTC belum lama ini telah ditambahkan ke z.com yang mengklaim dirinya sebagai salah satu platform valuta asing terbesar di dunia.

Jepang sendiri sejak beberapa bulan lalu telah menyatakan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negaranya. Deklarasi tersebut dibuat segera setelah Cina mengurangi pertukaran Bitcoin di negaranya sendiri serta memberikan pasar kepada negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan.

Cina pun akhirnya menyadari bahwa pihaknya telah menyia-nyiakan pasar yang cukup berpotensi, sehingga beberapa bursa besar di Cina seperti OKCoin, Huobi, dan BTCC resmi kembali memulai transaksi penarikan Bitcoin di Cina sejak tanggal 31 Mei lalu, bertepatan dengan dibukanya perdagangan Ethereum (ETH) pertama di Cina. Faktor ini pula yang kemungkinan berkontribusi terhadap kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini.

Seketika setelah dimulainya kembali transaksi penarikan oleh tiga bursa besar di pasar pertukaran Bitcoin Cina, harga Bitcoin mulai berangsur melonjak, pulih kembali ke level $2,400. Tiap minggunya harga Bitcoin telah mencatat kenaikan 3%, pulih dari koreksi pasar sebelumnya yang menyebabkan penurunan $600 dari $2,500 menjadi $1,900.

Hal yang menarik dari dimulainya kembali penarikan Bitcoin dari 3 bursa besar Cina ini adalah bahwa transaksi tersebut tidak diperintahkan, diminta, atau disetujui oleh People’s Bank of China (PBoC) selaku bank sentral di negara Cina. Berdasarkan sumber lokal, Huobi, BTCC, dan OKCoin telah mencapai konsensus mengenai pembaruan sistem anti-money laundering (AML) dan know your customer (KYC), sehingga mereka memutuskan untuk membuka transaksi penarikan bagi seluruh penggunanya.

Source : kursrupiah.net

Picture: pixabay.com

Written by : Arina Calista Putri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...
LANGUAGE