28.7 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

HARGA ETHEREUM MENGGUNCANG DUNIA – PENGGUNA BERTANDING PROFIT

duniafintech.com – Tak bisa disangkal eksistensi cryptocurrecy semakin menggila. Tahun 2017 ini, yang bisa dikatakan tanda dari kemajuan era digital, juga diikuti oleh kenaikan harga cryptocurrency yang dengan gesitnya menguasai pasar hingga naik ratusan persen.  Buktinya, pada awal Januari 2017 lalu harga Bitcoin masih berada di posisi sekitar Rp 13 juta per BTC, namun sekarang Harga Bitcoin telah mencapai Rp 33 juta per BTC. Lonjakan harga tersebut ramai diperbincangkan publik saat ini karena harganya setara dengan harga 1 unit sepeda motor. Hal ini tentu menarik perhatian para pengguna dan investor untuk mulai lebih serius terjun ke dalam dunia cryptocurrency, dan berlomba-lomba meraup keuntungan.

Dewasa ini tidak hanya Bitcoin yang menjadi idola dalam dunia cryptocurreny. Setelah Ripple beberapa waktu lalu menembus angka tertingginya sepanjang masa (baca juga: https://duniafintech.com/pamor-ripple-meningkat-di-pasar-mata-uang-digital/), kini Ethereum diam-diam bangkit untuk memulihkan kedudukannya di peringkat kedua yang minggu lalu sempat tergeser oleh Ripple berdasarkan Coinmarketcap. Dan berdasarkan data yang diambil dari Bitcoin.co.id, Ethereum mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, dan menunjukkan kondisi volume pasar yang ramai diperdagangkan.

Advanched Chart Bitcoin.co.id

Harga Ethereum pada awal Januari lalu, berada di angka sekitar Rp 110 ribu per ETH, hebatnya sekarang ini sudah berada pada level sekitar Rp 2,6 juta per ETH. Data lainnya menyebutkan, sebagaimana dilansir dari inforexnews.com yang sangat mengejutkan adalah, apabila dibandingkan dengan Bitcoin, kenaikan Ethereum tahun ini adalah sebesar 2,367%.

Bitcoin Charts Coinmarketcap

Sementara bersumber dari kursrupiah.net, saat ini nilai seluruh Ethereum di dunia sudah mencapai angka sekitar Rp 12 triliun. Di mana angka itu jauh mengungguli mata uang virtual lainnya, seperti Ripple yang berada pada angka sekitar Rp 3,5 triliun, dan Litecoin sekitar Rp 1,9 triliun. Bisa dikatakan saat ini Ethereum berada di tingkat dua cryptocurreny setelah Bitcoin yang nilai totalnya saat ini mencapai sekitar Rp 87 triliun.

Dengan demikian, melihat perkembangan harga Ethereum yang begitu tajam, bukan tidak mungkin Ethereum berpotensi terus mengejar Bitcoin, bahkan diprediksi akan menjadi pesaing utama Bitcoin. Bagi Anda yang sudah mapan dalam memahami keunggulan Ethereum mungkin sudah melirik untuk memperdagangkan token cryptocurrency tersebut sejak lama.  Namun bagi Anda yang ingin membelinya, bisa dilakukan di Bitcoin Indonesia (www.Bitcoin.co.id), yang merupakan pusat pertukaran berbagai cryptocurrency di Indonesia seperti Bitcoin, Dash, Ethereum, dan cryptocurrency lainnya. Kita bisa membeli Ethereum di perusahaan tersebut apabila tertarik dengan manfaat teknologi ini.

Written by: Sintha Rosse

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE