25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Simak Kurs-nya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, mengacu pada kurs yang ada, tercatat stagnan (tetap) berada pada level Rp 15.573.

Itu berarti, rupiah ditutup dengan level yang sama pada perdagangan pasar spot Jumat (30/12).

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,15% pada level Rp 15.592 dibanding Jumat (Rp 15.592).

Kalau kamu ingin melakukan penukaran valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat maka referensi kurs dari perbankan berikut ini penting diikuti, seperti dinukil dari Kontan.co.id.

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, Mandiri, dan BRI

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini

1. Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA

Lewat situs resmi BCA, beberapa kurs yang berlaku adalah TT counter, e-rate, dan bank notes. Inilah kurs yang dicatat dari laman BCA (Diperbarui pada pukul 08.30 WIB per 3 Januari 2023)

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.549 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.569 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.409 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.709 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 15.409 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.709 per dollar AS

2. Kurs di Bank Mandiri

Adapun referensi kurs hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas. Melalui situs resmi Bank Mandiri, jenis kurs seperti TT counter, special rate, dan bank notes bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut ini kurs di Bank Mandiri, Selasa, 3 Januari 2023 (Diperbarui 09.45 WIB).

Kurs special rate:

Kurs beli Rp 15.560 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.580 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.375 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.725 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 15.375 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.725 per dollar AS

3. Kurs di BRI

Pada hari ini, Selasa, 3 Januari 2023, situs resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter maupun e-rate. Berikut ini detail kurs yang dikutip dari situs resmi BRI (Diperbarui pada pukul 11.40 WIB):

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.565 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.590 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.490 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.690 per dollar AS

Dollar ke Rupiah Hari Ini – Perbedaan Tingkat Dollar Rupiah

Perlu diketahui, ada perbedaan tingkat pertukaran dua mata uang ini yang pada kurs TT counter, e-rate, dan bank notes. Penggunaan kurs dua mata uang ini, TT counter hanya berlaku di kala nasabah melakukan setoran atau transfer via counter bank.

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Simak Kurs di BCA hingga BRI

Kurs e-rate adalah kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal ekuivalen di atas 25.000 dollar AS. Baik BCA, Mandiri, maupun BRI mengimbau nasabahnya untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Sementara itu, kurs bank notes berlaku ketika nasabah menukarkan uangnya via kantor bank secara langsung. Kurs dua mata uang ini hanya berlaku pada sudut pandang bank. Kurs beli digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah dan kurs jual dipakai saat bank menjual dollar ke nasabah.

dollar ke rupiah hari ini

Berita Terkait Dollar ke Rupiah Hari Ini

Melangsir Bisnis.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (3/1/2023) di tengah pergerakan variatif mata uang Asia lainnya setelah libur Tahun Baru.

Adapun Yuan dan Won melemah, sedangkan Yen dan Baht menguat. Menurut data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah 32 poin atau turun 0,21 persen sehingga berada di posisi Rp15.604 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau menguat 0,27 persen atau naik 0,28 poin ke posisi 103,51 pada pukul 09.03 WIB. Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif.

Diketahui, Yen Jepang tampak menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,5 persen. Kemudian., ada baht Thailand yang menguat 0,27 persen.

Sementara itu, pelemahan terdalam terjadi pada won Korea Selatan sebesar 0,34 persen. Kemudian, disusul oleh yuan China yang melemah 0,28 persen.

Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, sejatinya dolar AS sudah melemah dalam beberapa bulan terakhir usai data menunjukkan inflasi AS kemungkinan telah mencapai puncaknya.

Hal itu diperkirakan akan mengundang laju kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lambat.

Adapun bank sentral sudah menaikkan suku bunga dengan relatif lebih kecil, yakni 50 basis poin pada Desember. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Februari.

Dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan bahwa para ekonom memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh dalam kisaran 4,5 sampai 5 persen pada 2023.

Angka pertumbuhan tersebut berpotensi dicapai meskipun ekonomi negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menjadi rentan akibat lonjakan inflasi dan pengetatan moneter.

“Namun, China yang menjadi mitra dagang terbesar banyak negara termasuk Indonesia, menunjukkan indikasi perbaikan, sejalan dengan semakin terkendalinya penyebaran Covid-19,” katanya dalam riset, Senin (2/1/2023) kemarin.

Demikian halnya dengan inflasi global pada 2023 yang masih berpotensi meningkat. Tingkat inflasi diprediksi lebih rendah ketimbang 2022 dan tidak banyak mengganggu tingkat konsumsi secara agregat.

Sementara itu, dampak dari inflasi global masih akan menekan daya beli masyarakat berpendapatan rendah dan kemungkinan juga masih menahan pemulihan mobilitas jarak jauh.

Di samping itu, pengetatan moneter diprediksi lebih terbatas karena berkurangnya tekanan inflasi global dan domestik.

Investasi juga diprediksi akan kembali menjadi penyumbang kedua terbesar pertumbuhan ekonomi pada 2023.

Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.550—Rp15.630.

Sekian ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Intip Dollar ke Rupiah Hari Ini sesuai Kurs: BCA, Mandiri, BRI

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE