25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

EKSISTENSI BITCOIN DAN MATA UANG VIRTUAL LAINNYA DI DUNIA NYATA

duniafintech.com Mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan lain-lain terus menunjukkan sepak terjangnya di dunia nyata. Untuk Ethereum, misalnya, token ini telah banyak diadopsi untuk pengembangan proyek kontrak pintar yang berguna untuk memecahkan masalah di dunia nyata, seperti kebocorand data. Baca: duniafintech.com/startup-agrello-berinovasi-dengan-ethereum

Selain Ethereum, mata uang digital Bitcoin juga semakin bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pada awal kemunculannya, Bitcoin mungkin hanya bisa digunakan untuk jual beli software atau produk digital, seperti di Microsoft, Dell, dll. Baca: https://duniafintech.com/microsoft-terima-mata-uang-bitcoin/

Tapi sekarang, Bitcoin juga bisa digunakan untuk membeli makanan, seperti di Amazon.

Baca: https://duniafintech.com/penduduk-venezuela-mengandalkan-bitcoin-untuk-memenuhi-kebutuhan-hidup-mereka/

Dengan demikian tak bisa dipungkiri meskipun mata uang digital diciptakan dalam bentuk non-fisik tapi manfaatnya di dunia nyata tetap bisa dirasakan. Telah banyak dunia bisnis yang mengadopsi cryptocurreny sebagai sistem pembayaran mereka. Nilai Bitcoin meskipun pada saat ini tengah mengalami penurunan harga, diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan harga tersebut murni disebabkan oleh demand dan supply. Tingkat permintaan yang bertambah akan pula menaikkan harga Bitcoin karena Bitcoin jumlahnya terbatas, yaitu hanya akan ada 21 juta Bitcoin di dunia.

Eksistensi Bitcoin di dunia nyata tidak terlepas dari ketertarikan masyarakat akan potensi dari mata uang digital tersebut. Di mana selain dapat dijadikan pembayaran di beberapa merchant yang telah menerimanya, Bitcoin juga bisa ditradingkan yang memungkinkan penggunanya mendapatkan keuntungan.

Di Jepang, eksistensi Bitcoin bahkan jauh lebih unggul, setelah Bitcoin dinyatakan sebagai mata uang sah di negara itu, banyak pedagang-pedagang di Jepang yang menerima Bitcoin, sehingga Bitcoin ikut andil dalam pertumbuhan ekonomi di negara itu. Baca : https://duniafintech.com/marui-perusahaan-perdagangan-raksasa-di-jepang-menerima-bitcoin/

Dikutip dari finance.detik.com, CEO Bitcoin Indonesia (Bitcoin.co.id), Oscar Darmawan mengatakan bahwa Bitcoin di Jepang sudah setara dengan Yen dan bisa digunakan untuk layanan publik.

Selain Jepang, di Amerika Serikat (AS) bahkan Microsoft dan Dell bisa dibayar menggunakan Bitcoin,” kata Oscar kepada detikFinance, Senin (11/9/2017).

Baru-baru ini, kabar baik juga terdengar dari restoran ternama Burger King di Rusia, yang meluncurkan mata uangnya sendiri, WhopperCoin. Skema transaksi yang diterapkan, di mana pelanggan akan mendapatkan satu WhopperCoin untuk tiap rubel (mata uang Rusia) yang digunakan saat membeli Burger. Nantinya, WhopperCoin yang terkumpul tersebut dapat digunakan kembali untuk membeli makanan di Burger King.

 

Written by : Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE