30.3 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

EKSISTENSI BITCOIN KIAN MELEJIT, PARA POLITISI GUNAKAN KRIPTO UNTUK PENDANAAN HINGGA BOS UBER LUNCURKAN TANDINGAN MATA UANG VIRTUAL

duniafintech.com – Bitcoin menyebabkan gelombang besar dalam kampanye keuangan dunia. Semakin banyak orang yang memanfaatkan keberadaan mata uang virtual ini untuk berbagai kegiatan yang memerlukan pendanaan.

Meskipun tahun ini Bitcoin mengalami pasang surut yang cukup dramatis, popularitasnya semakin menanjak. Banyak politisi yang mulai mencari celah untuk bisa memanfaatkan mata uang virtual ini.

Andrew Hemingway dari Partai Republikan adalah yang pertama memulai tren ini pada tahun 2014 lalu. Ia diperkenalkan pada Bitcoin sebagai salah satu pengusaha di bidang teknologi. Di usia 32 tahun, ia menjadi kandidat gubernur termuda dalam sejaha New Hampshire sekaligus yang pertama menerima kontribusi dengan Bitcoin.

Baca juga: https://duniafintech.com/mau-bayar-beragam-kebutuhan-bisa-di-klikmbc/

Kandidat lain yang menerima Bitcoin termasuk calon Kongres Demokrat Brian Forde dari California dan Republikan Kelli Ward, yang bersaing dengan salah satu kursi Senat Arizona.

Kandidat presiden pertama yang menerima sumbangan Bitcoin adalah Senator Republik Rand Paul dari Kentucky. Libertarian ini sebelumnya mengungkapkan kegembiraannya tentang masa depan mata uang digital sebagai pengganti kartu kredit potensial meskipun ia merasa sedikit skeptis dengan nilai Bitcoin yang mudah sekali berubah.

Bos Uber Berencana Luncurkan Mata Uang Virtual Sendiri

Menyusul beberapa perusahaan besar seperti Starbucks dan Kodak yang telah meluncurkan mata uang virtualnya sendiri, kali ini perusahaan aplikasi transportasi online, Uber juga mengungkapkan rencana yang sama. Co-founder Uber, Garret Camp mengumumkan bahwa pihaknya akan meluncurkan cryptocurrency untuk menandingi Bitcoin, Ethereum dan Litecoin.

Baca juga: https://duniafintech.com/6-industri-yang-sudah-merasakan-manfaat-teknologi-blockchain/

Saat ini calon mata uang virtual Uber itu dinamai “eco” yang dimaksudkan sebagai alat pembayaran untuk keperluan sehari-hari. Eco akan menjadi salah satu dari ribuan macam token serupa yang sudah berada di pasaran sebelumnya.

Satu triliun token awal akan diluncurkan dalam waktu dekat dan 50 persennya akan diberikan kepada 1 miliar pendaftar pertama yang terverifikasi. Masing-masing akan mendapatkan 50 sen.

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...
LANGUAGE