28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Ethereum Ramah Lingkungan Mimpi yang Jadi Kenyataan

JAKARTA, duniafintech.com – Ethereum ramah lingkungan, benarkah? Mata uang kripto paling berharga kedua di dunia, Ethereum telah menyelesaikan rencana untuk mengurangi emisi karbonnya hampir 99,95%.

Perubahan Ethereum yang menjadi ramah lingkungan ini telah lama ditunggu-tunggu para pendukungnya.

Pembaruan perangkat lunak yang dikenal sebagai ‘penggabungan’ ini akan mengubah cara transaksi yang dikelola di blockchain Ethereum. Langkah Ethereum ramah lingkungan ini disebut akan mengurangi konsumsi listrik di seluruh dunia sebesar 0,2%, hingga tersaji Ethereum ramah lingkungan.

“Selamat menggabungkan semua. Ini adalah momen besar bagi ekosistem Ethereum. Setiap orang yang membantu mewujudkan penggabungan harus merasa sangat bangga hari ini,” kata penemu Ethereum, Vitalik Buterin.

Baca juga: Sering Dikira Sama, Inilah Perbedaan Ethereum dan Ethereum Classic

Dengan begitu Ethereum tidak akan lagi dibuat oleh proses energi intensif yang dikenal sebagai ‘penambangan’, di mana bank komputer menghasilkan angka acak yang memvalidasi transaksi di blockchain dan menghasilkan token eter baru sebagai bagian dari proses.

Prosesnya, yang dikenal sebagai ‘bukti kerja’ di dunia cryptocurrency sekarang akan beralih ke sistem ‘bukti kepemilikan’, di mana individu dan perusahaan bertindak sebagai validator, menjanjikan atau mempertaruhkan eter mereka sendiri sebagai bentuk jaminan, untuk menangkan token yang baru dibuat.

“Dengan sakelar ini, Ethereum berharap akan meningkatkan keamanan, mengurangi konsumsi energi, meningkatkan jumlah pengguna di jaringan, dan menumbuhkan kapitalisasi pasarnya,” tulis analis riset Deutsche Bank Marion Laboure.

Baca juga: Rekomendasi Ethereum Wallet Terbaik, Nomor Satu Paling Populer

Banyak pengamat mengatakan bahwa cryptocurrency buruk bagi lingkungan, namun kini bisa ditampik dengan ada nya Ethereum ramah lingkungan. Menurut Digiconomist, platform yang melacak penggunaan energi kripto menyebut satu transaksi Ethereum setara dengan konsumsi daya mingguan rata-rata rumah tangga Amerika Serikat (AS).

Ethereum turun 0,7% setelah berita tersebut, sempat diperdagangkan pada US$ 1.592,78. Mata uang kripto paling berharga di dunia, Bitcoin juga turun hampir 1% dan sempat diperdagangkan pada US$ 20.174 menurut CoinDesk.

Baca juga: Momen The Merge Berpotensi Membuat Harga Ethereum Naik

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE