31.9 C
Jakarta
Sabtu, 26 September, 2020

Facebook Berencana Akuisisi Perusahaan Aplikasi Saingan TikTok

DuniaFintech.com – Bukan TikTok, raksasa jejaring sosial Facebook berencana akuisisi perusahaan aplikasi Dubsmash sebagai ancang-ancang atas upaya Microsoft mengakuisisi Tiktok. Menurut sebuah laporan pemilik Facebook sudah berbicara dengan partnernya yakni Snapchat untuk membeli aplikasi saingan TikTok tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Business Insider, aplikasi Dubsmash merupakan sebuah platform sosial media untuk membuat video sinkronisasi bibir yang telah ada sejak 2013. Ketertarikan Facebook berencana akuisisi Dubsmash bersama Snapchat muncul saat TikTok menghadapi ancaman pemerintahan Trump untuk melarang aplikasi tersebut bulan September.

Trump telah memberi Microsoft waktu hingga 15 September untuk menyusun kesepakatan, yang disebut dapat melindungi data pribadi orang Amerika yang disimpan dalam aplikasi tersebut.

Dubsmash dan platform berbagi video lainnya baru-baru ini melihat peningkatan dalam unduhan dan jumlah pengguna karena 100 juta pengguna TikTok di AS mempersiapkan masa depan tanpa aplikasi viral.

Baca Juga:

Dubsmash dilaporkan sedang didekati oleh Facebook dan Snap dalam beberapa pekan terakhir. Menurut sumber The Information, kabar mengenai Facebook berencana akuisisi Dubsmash memunculkan spekulasi mengenai nilai kesepakatan ratusan juta dolar AS.

Kendati demikian, hingga saat ini Facebook maupun Dubsmash belum memberikan tanggapan yang pasti mengenai hal ini. Seorang juru bicara Snap mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dalam pembicaraan aktif untuk memperolehnya. Hal serupa juga dikatakan oleh Facebook.

Sementara itu, Facebook dan Snap telah mengerjakan fitur mereka sendiri yang diambil dari format populer TikTok. Awal bulan ini, Facebook meluncurkan Instagram Reels di AS, sementara Snap mulai meluncurkan fitur hamparan musik untuk video.

Perlu diketahui, Dubsmash awalnya didirikan di Jerman, tetapi pembuat aplikasi memulai kembali perusahaan dari tingkat dasar pada tahun 2017. Dubsmash pun kini berbasis di Brooklyn dengan tim yang terdiri dari sekitar selusin karyawan. Dikabarkan, mereka telah mengumpulkan USD20 juta (Rp297 miliar) dari investor, namun mereka tidak menerima pendanaan sejak tahun lalu.

DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com - Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan...

Sulit Menyisihkan Uang? Inilah Cara Menabung Paling Efektif yang Sesuai dengan Kemampuan

Duniafintech.com - Tak hanya berfungsi menghindari utang karena adanya kebutuhan darurat, menabung juga bermanfaat untuk menambah pundi-pundi keuangan di masa depan. Meskipun...

Dukung Kreator Indonesia, Sony Luncurkan Kamera Seri Alpha 7S III dengan Tampilan Klasik

Duniafintech.com - Sony luncurkan kamera seri Alpha 7S III yang menjadi penerus Alpha 7S II. Sony Alpha 7S III akan segera tersedia...

E-Commerce Jadikan Permintaan Asuransi Digital Melonjak

DuniaFintech.com - Penyelenggara niaga berbasis elektronik, e-commerce menghadirkan tren positif terhadap startup asuransi berbasis digital (insurtech). Adalah 2 startup insurtech, Qoala dan...

Pandemi Bikin Wacana Grab dan Gojek Merger Kembali Menyeruak

Duniafintech.com - Kabar Grab dan Gojek merger atau melakukan penggabungan kembali santer terdengar saat pandemi melanda. Dua perusahaan raksasa ride-hailing terbesar di...
LANGUAGE