22.8 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Facebook Berencana Akuisisi Perusahaan Aplikasi Saingan TikTok

DuniaFintech.com – Bukan TikTok, raksasa jejaring sosial Facebook berencana akuisisi perusahaan aplikasi Dubsmash sebagai ancang-ancang atas upaya Microsoft mengakuisisi Tiktok. Menurut sebuah laporan pemilik Facebook sudah berbicara dengan partnernya yakni Snapchat untuk membeli aplikasi saingan TikTok tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Business Insider, aplikasi Dubsmash merupakan sebuah platform sosial media untuk membuat video sinkronisasi bibir yang telah ada sejak 2013. Ketertarikan Facebook berencana akuisisi Dubsmash bersama Snapchat muncul saat TikTok menghadapi ancaman pemerintahan Trump untuk melarang aplikasi tersebut bulan September.

Trump telah memberi Microsoft waktu hingga 15 September untuk menyusun kesepakatan, yang disebut dapat melindungi data pribadi orang Amerika yang disimpan dalam aplikasi tersebut.

Dubsmash dan platform berbagi video lainnya baru-baru ini melihat peningkatan dalam unduhan dan jumlah pengguna karena 100 juta pengguna TikTok di AS mempersiapkan masa depan tanpa aplikasi viral.

Baca Juga:

Dubsmash dilaporkan sedang didekati oleh Facebook dan Snap dalam beberapa pekan terakhir. Menurut sumber The Information, kabar mengenai Facebook berencana akuisisi Dubsmash memunculkan spekulasi mengenai nilai kesepakatan ratusan juta dolar AS.

Kendati demikian, hingga saat ini Facebook maupun Dubsmash belum memberikan tanggapan yang pasti mengenai hal ini. Seorang juru bicara Snap mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dalam pembicaraan aktif untuk memperolehnya. Hal serupa juga dikatakan oleh Facebook.

Sementara itu, Facebook dan Snap telah mengerjakan fitur mereka sendiri yang diambil dari format populer TikTok. Awal bulan ini, Facebook meluncurkan Instagram Reels di AS, sementara Snap mulai meluncurkan fitur hamparan musik untuk video.

Perlu diketahui, Dubsmash awalnya didirikan di Jerman, tetapi pembuat aplikasi memulai kembali perusahaan dari tingkat dasar pada tahun 2017. Dubsmash pun kini berbasis di Brooklyn dengan tim yang terdiri dari sekitar selusin karyawan. Dikabarkan, mereka telah mengumpulkan USD20 juta (Rp297 miliar) dari investor, namun mereka tidak menerima pendanaan sejak tahun lalu.

DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE