26 C
Jakarta
Sabtu, 30 Mei, 2020

Facebook Pay Incar Fintech Lokal untuk Dapat Izin Operasi di Indonesia

DuniaFintech.com – Facebook dikabarkan tengah mengajukan perizinan untuk layanan pembayaran digitalnya yang bernama Facebook Pay. Untuk melancarkan rencananya, Facebook Pay incar fintech lokal agar dapat beroperasi di Indonesia. Tahun lalu, Facebook Pay diluncurkan diperkenalkan sebagai layanan pembayaran yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang.

Dilansir dari laman Reuters, Facebook Pay incar fintech lokal yang diantaranya Gopay milik Gojek, OVO milik Lippo Group, dan LinkAja sebuah layanan fintech milik Telkomsel. Terkait hal ini, Bank Indonesia menyebut memang sudah ada beberapa perusahaan lokal yang melakukan pendekatan untuk menjalin kemitraan dengan Facebook Pay.

Berdasarkan data yang ditulis oleh WeAreSocial pada awal tahun 2020 ini, Indonesia memiliki sekitar 160 juta pengguna media sosial aktif. Sebanyak 84% dari total tersebut menggunakan WhatsApp, 82% menggunakan Facebook, 79% menggunakan Instagram, dan 50% menggunakan Messenger.

Baca Juga:

Jika rencana ini disetujui, maka akan menjadi layanan pertama di bawah layanan pembayaran terpadu Facebook Pay yang diluncurkan di platform media sosial tersebut pada November tahun lalu. Layanan tersebut memungkinkan akan tersedia di berbagai platform besutan Mark Zuckerberg ini, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Messenger untuk melakukan pembayaran tanpa keluar dari aplikasi.

Sebenarnya rencana Facebook Pay incar fintech lokal ini bukan hal baru, beberapa raksasa digital lain juga meluncurkan inisiatif serupa, misalnya Google Wallet dan Apple Pay. Yang membuat jadi menarik, santer terdengar rumor bahwa layanan pembayaran perusahaan yang diinisiasi Mark Zuckerburg tersebut akan dibawa ke Indonesia. Alih-alih bekerja sama dengan bank untuk transaksi via kartu kredit, mereka menggandeng pemain fintech lokal yang bergerak di bidang pembayaran.

Untuk saat ini, Facebook Pay pertama kali mulai di uji cobakan di layanan Facebook dan Messenger di Amerika Serikat untuk urun dana, pembelian di dalam gim (in-game purchases), pembelian tiket, pembayaran antarindividu, dan pembelian dari halaman terpilih di Facebook MarketPlace. Cakupan layanan ini ke depannya akan diperluas ke lebih banyak pasar dan ke Instagram dan WhatsApp.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indofund.id

Tentang Indofund.id Indofund.id adalah perusahaan P2P (Peer to Peer) lending yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)....

TaniFund

Tentang TaniFund TaniFund merupakan anak perusahaan dari TaniHub (Marketplace Produk Pertanian). TaniHub menghubungkan para petani dari berbagai daerah di Indonesia...

Pinjam Gampang

Tentang Pinjam Gampang Pinjam Gampang adalah PT Kredit Plus Teknologi yang didirikan pada November 2017. Perusahaan ini merupakan...

Crowde

Tentang Crowde Crowde adalah platform investasi yang bergerak khusus di agrikultur, didirikan sejak September 2015. Platform ini berupaya...

Kredito

Tentang Kredito Kredito bukan hanya sekedar penyedia layanan peminjaman berbasis teknologi namun lebih dari itu, perusahaan ini mempunyai...
LANGUAGE