26.1 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

Sukses dengan Kredivo dan KrediFazz, FinAccel Bersiap IPO di AS

JAKARTA, duniafintech.com – FinAccel semakin mantap untuk menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa Saham Amerika Serikat (AS) lewat skema Special Purpose Acquisition Company (SPAC) bersama firma investasi global terdepan, Victory Park Capital.

Keberhasilan FinAccel dalam mengembangkan Kredivo dan KrediFazz menjadi katalisatornya. Kredivo kini memiliki lebih dari 4 juta pengguna atau mencapai 50% dari basis pengguna kartu kredit di Indonesia.

Selain itu, platform multifinance itu juga menjadi pemimpin industri Buy Now Pay Later (BNPL) dengan wallet share setidaknya 50% di mayoritas merchant e-commerce di Indonesia.

VP Marketing and Communications FinAccel, Indina Andamari mengungkapkan, melalui Kredivo, FinAccel juga telah resmi melebarkan sayapnya dengan berekspansi di Vietnam dan akan menargetkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Tak hanya itu, FinAccel juga telah meresmikan satu produk baru yaitu KrediFazz untuk memperluas ekosistem keuangan digital bagi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

“Melalui Kredivo yang berlisensi multifinance dan berfokus dalam pembiayaan di e-commerce serta KrediFazz yang berfokus pada P2P lending, FinAccel ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya dalam memproses pinjaman,” katanya, Rabu (24/11).

Menargetkan Puluhan Juta Konsumen di Asia Tenggara

Dia mengatakan, FinAccel terus memperluas akses kredit bagi masyarakat underbanked, dengan pertumbuhan signifikan baik dalam jumlah penyaluran pinjaman maupun jumlah pengguna.

KrediFazz, sambungnya, menawarkan keunggulan yang sama dengan Kredivo, yakni bunga yang rendah, proses online dengan persetujuan cepat, dan jaminan keamanan setara dengan bank.

Menurutnya, FinAccel sejak 2016 telah tumbuh secara signifikan dan menjadi pemimpin industri dengan ekosistem keuangan digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara yang menjawab tantangan akses kredit di masyarakat lewat multisolusi berbasis digital yang mudah, cepat, dan terjangkau.

“Kami tidak akan berhenti sebelum mewujudkan visi kami melayani puluhan juta konsumen di kawasan,” ujar Indina.

Indina menuturkan, pertumbuhan agresif FinAccel tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan transformasi digital yang terjadi.

Mengutip laporan SEA e-Conomy tahun 2021 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$146 miliar pada 2025.

“Momentum pertumbuhan ini terus memacu kami untuk terus memperkuat kepemimpinan kami di industri dengan berfokus pada 3 strategi,” ucapnya.

Tiga Strategi FinAccel Pertahankan Kepemimpinan di Industri

Tiga strategi tersebut yaitu, meningkatkan kolaborasi strategis dan inovasi untuk menghadirkan produk keuangan digital unggulan dengan tetap menerapkan bunga rendah. Lalu, memperluas use cases guna menjaga relevansi dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

“Serta memperluas jangkauan di pasar regional serupa yang minim akses kredit, berbekal kemampuan model risiko kami yang terdepan di industri,” tuturnya.

Sebelumnya, FinAccel telah mengumumkan berbagai pendanaan yang didapatkannya untuk memuluskan langkahnya menuju IPO. Perusahaan mulanya telah mendapatkan pendanaan sebesar Rp1 triliun dari Bank DBS Indonesia.

Selanjutnya, tiga investor FinAccel, yakni MDI Ventures, Cathay Innovation, dan Endeavour Catalyst turut berinvestasi ke Private Investment in Public Equity (PIPE), sehingga total komitmen PIPE mencapai lebih dari US$125 juta.

Melalui pendanaan PIPE tambahan yang diterima FinAccel ini, dukungan solid yang telah diterima perusahaan dari para investor selama proses persiapan IPO lewat skema SPAC pun semakin menguat.

Selain itu, perusahaan pun mendapatkan pendanaan debt facility tambahan dari Victory Park Capital sebesar US$100 juta, menjadikan total pendanaan yang diberikan oleh VPC sebesar US$200 juta.

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU