25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com – Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing jadi penyedia pembayaran di platform e-commerce.

Seperti dilansir dari data Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang digital meningkat pesat di masa pandemi virus corona (covid-19). Nominal transaksi uang Digital pada Juni 2020 mencapai Rp17,6 triliun atau meningkat 16,7 persen dibandingkan Mei dan 64,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Perusahaan fintech bersaing jadi penyedia pembayaran salah satunya adalah OVO. Perusahaan ini dinilai memiliki peluang. Kedepannya OVO akan terus membuka diri agar dapat berkolaborasi dengan instansi lain dalam mengembangkan ekosistem, sekaligus menghadirkan layanan finansial yang memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk diketahui, terbaru OVO menjadi metode pembayaran di BliBli

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui e-commerce pula pihaknya mencatat terjadi lonjakan transaksi, yakni mencapai 110%. lonjakan transaksi melalui platform digital dipandang sebagai penegasan, bahwa pembayaran dan layanan keuangan digital memegang peranan penting menjaga laju aktivitas perekonomian masyarakat di saat krisis, seperti pandemi covid-19 sekarang.

Baca Juga:

Karaniya menambahkan, sejak menjadi metode pembayaran di e-commerce, pihaknya meraup beberapa keuntungan. Hal itu seperti pengembangan ekosistem dan use case dengan menghadirkan layanan finansial yang dapat digunakan kapan pun. keuntungan lainnya OVO dapat mengambil peran dalam pengembangan ekonomi digital, sehingga bentuk kerja sama yang dihadirkan dapat membantu OVO dalam mendorong inklusi keuangan.

Hal senada disampaikan CEO & Co-Founder DANA Vincent Iswara yang mengatakan selama masa pandemi virus corona (Covid-19) transaksi di platform e-commerce ini mengalami peningkatan sebanyak 15 persen. Kenaikan itu terjadi didukung oleh banyaknya transaksi yang dilakukan masyarakat secara online seperti pembayaran tagihan, pengiriman uang dan pembelian pulsa.

Berdasarkan catatan BI penurunan terjadi mulai dari transaksi di mesin ATM, kartu debit, kartu kredit, sampai uang elektronik. Kondisi ini yang membuat fintech bersaing jadi penyedia pembayaran menyusul terjadinya minim transaksi masyarakat selama pembatasan sosial.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE