35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com – Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing jadi penyedia pembayaran di platform e-commerce.

Seperti dilansir dari data Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang digital meningkat pesat di masa pandemi virus corona (covid-19). Nominal transaksi uang Digital pada Juni 2020 mencapai Rp17,6 triliun atau meningkat 16,7 persen dibandingkan Mei dan 64,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Perusahaan fintech bersaing jadi penyedia pembayaran salah satunya adalah OVO. Perusahaan ini dinilai memiliki peluang. Kedepannya OVO akan terus membuka diri agar dapat berkolaborasi dengan instansi lain dalam mengembangkan ekosistem, sekaligus menghadirkan layanan finansial yang memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk diketahui, terbaru OVO menjadi metode pembayaran di BliBli

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui e-commerce pula pihaknya mencatat terjadi lonjakan transaksi, yakni mencapai 110%. lonjakan transaksi melalui platform digital dipandang sebagai penegasan, bahwa pembayaran dan layanan keuangan digital memegang peranan penting menjaga laju aktivitas perekonomian masyarakat di saat krisis, seperti pandemi covid-19 sekarang.

Baca Juga:

Karaniya menambahkan, sejak menjadi metode pembayaran di e-commerce, pihaknya meraup beberapa keuntungan. Hal itu seperti pengembangan ekosistem dan use case dengan menghadirkan layanan finansial yang dapat digunakan kapan pun. keuntungan lainnya OVO dapat mengambil peran dalam pengembangan ekonomi digital, sehingga bentuk kerja sama yang dihadirkan dapat membantu OVO dalam mendorong inklusi keuangan.

Hal senada disampaikan CEO & Co-Founder DANA Vincent Iswara yang mengatakan selama masa pandemi virus corona (Covid-19) transaksi di platform e-commerce ini mengalami peningkatan sebanyak 15 persen. Kenaikan itu terjadi didukung oleh banyaknya transaksi yang dilakukan masyarakat secara online seperti pembayaran tagihan, pengiriman uang dan pembelian pulsa.

Berdasarkan catatan BI penurunan terjadi mulai dari transaksi di mesin ATM, kartu debit, kartu kredit, sampai uang elektronik. Kondisi ini yang membuat fintech bersaing jadi penyedia pembayaran menyusul terjadinya minim transaksi masyarakat selama pembatasan sosial.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digitalĀ  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...

Layanan Permodalan dan Pinjaman Online Untuk Petani? Simak Disini!

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia telah beragam. Hingga kini, terdapat berbagai permodalan dan pinjaman untuk berbagai profesi seperti...
LANGUAGE