27.2 C
Jakarta
Jumat, 8 Desember, 2023

FISHACKATHON; INSPIRASI PENEMUAN SOLUSI DIGITAL DUNIA PERIKANAN

duniafintech.com – Berlokasi di Greenhouse Cowork, Multivision Tower 25th Floor, Jl. Kuningan Mulia Lot 9B, Jakarta Selatan, Fishackathon memberikan inspirasi penemuan solusi digital untuk menghadapi tantangan pengelolaan perikanan. Fishackathon yang berlangsung pada tanggal 10-11 Februari 2018 ini, dengan sponsor tunggalnya Neviim menjembatani para developer untuk bersama mencari solusi digital khususnya dalam dunia perikanan. Neviim merupakan suatu perusahaan dalam bidang deep analitical provider yang dibentuk oleh Khulung Bursa sebagai CEO dan Angkin Winartan sebagai CTO.

Kita adalah perusahaan deep analitical provider dan IOT , endingnya dari perusahaan kami di tahun ke depan adalah machine learning,” ungkap Andi Muhammad Sabilillah Tahir selaku Head of Human Capital Neviim, www.neviim.asia

Neviim pun telah menjalin kerjasama bisnis dengan banyak perusahaan, Andi yang didampingi oleh Intan Irzani sebagai perwakilan dari Neviim menjelaskan bahwa:

“Salah satunya adalah sistem pengembangan E-Paspor,  Bni Dashboard untuk financial reporting, kemudian juga ada untuk di Binmas, dimana harus ada report mengenai kejadian diseluruh Indonesia seperti apa yang kita create untuk Polri ini adalah bagaimana dari kejadian bisa menjadi sebuah insight dan data. Pada project Binmas, Neviim melakukan pengelolaan terhadap laporan-laporan organisasi Binmas. Pengelolaan ini mencakup perubahan sistem dokumentasi informasi yang sebelumnya dilakukan secara manual melalui kertas atau dokumen excel menjadi sebuah sistem terintegrasi. Project kami sebut dengan Project BOS (Binmas Online System)”

“Jadi perusahaan kami melakukan kerjasama bisnis denga pasar B2G dan B2B saat ini, salah satunya Imigrasi, Kementrian Kesehatan, serta Kemenkumham dan sekarang kita lagi on the way kerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dalam Project Big Data” tambahnya.

Baca juga : http://duniafintech.com/forum-media-briefing-indonesia-dan-australia-bangun-smart-city-melalui-kolaborasi/

Renaldi Gondosubroto selaku Local Organizer Hackernest menyatakan bahwa:

Fishackathon ini sebetulnya buat pelestarian perikanan. Kita banyak challenge yang akan di-solve oleh para peserta jadi mungkin tentang legalisasi fishing license atau sebagaiya, kira-kira ada sebelas different problems”

Berawal di Amerika pada tahun 2014, dengan melihat ada keperluan untuk berdirinya suatu gerakan yang akan membantu sustainability ikan, hingga pada akhirnya mulai mencapai globalisasi dan Indonesia salah satunya yang menjadi target selanjutnya, Fishackathon pun diputuskan berlangsung di Jakarta.

Baca juga : http://duniafintech.com/kolaborasi-startup-fintech-koinworks-dengan-localbrandasia/

Setelah opening ceremony dan diputuskan Fishackathon dimulai, selama 28 jam para peserta membuat program dan sampai pada akhirnya demo dihadapan para juri, kemudian dipilih pemenangnya yang diumumkan di akhir acara tanggal 11 Februari 2018.

Secara garis besar Renaldi menjelaskan mengenai kriteria peserta dalam Fishackathon ini, yaitu:

Mereka perlu ngerti tentang aqua culture atau fishery (…) di sini itu bisa dari individu mau jadi team atau dari team mau gabung dengan team lain lagi jadi bisa kolaborasi“

Tanggapan yang positif mengenai acara Fishackathon dan optimisme terhadap dunia perikanan pun terlihat dari berbagai ungkapan para peserta, salah satunya Andrew.

Seru sih, kita yang developer ini bisa explore lebih lagi, compete dan bisa membantu masyarakat juga”, ungkapnya.

Baca juga : alami-dan-kapital-boost-umumkan-kerja-sama-untuk-menumbuhkan-fintech-syariah-di-indonesia/

Saya pribadi mengapresiasi sekali ya dengan adanya acara ini. Dengan event seperti ini bisa menjembatani, dari anak muda terutama yang di Indonesia untuk berkontribusi terhadap masalah global maupun nasional seperti yang ada di dalam tema acara ini tentang perikanan. Jadi, kita tahu masalah perikanan di Indonesia. Walaupun Indonesia merupakan negara maritim yang besar, namun tidak dipungkiri Indonesia juga punya problems, dan dengan event ini kita bisa mencari talenta-talenta atau inovasi yang bisa benar-benar mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada di dunia perikanan”, tambah Ichsan selaku peserta Fishackathon.

Harapan-harapan besar pun diungkapkan Renaldi terkait dengan tujuan dari acara ini.

Dari sini pemenang pertama kan bakal nanti laju lagi ke global dan nanti bisa compiting lagi untuk mendapatkan chances untuk bisa masukin produk itu ke market. Saya harap terutama untuk pemenang di sini itu, dapat mengimplementasikan solusi mereka langsung pada perikanan dan juga untuk mendapat support dari KKP dan pihak-pihak government yang lainnya.”

Written by : Dinda Luvita

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Link Pinjol Ilegal Mudah Cair yang Perlu Diwaspadai, Teliti sebelum Meminjam!

JAKARTA, duniafintech.com – Link pinjol ilegal mudah cair tentunya perlu diwaspadai. Pinjaman online ilegal masih menjadi masalah yang serius di Indonesia.  Banyak aplikasi pinjaman online...

Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk dengan Baik dan Benar

JAKAARTA, duniafintech.com - Perkara hutang ini tidak bisa dihindari pada suatu kondisi, mau tidak mau, Anda harus siap untuk melunasi tepat waktu agar tidak...

Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Bagaimana Peluang dan Tantangannya?

JAKARTA, duniafintech.com – Kualitas layanan fintech di Indonesia adalah hal penting yang perlu diketahui terkait perkembangan financial technology di tanah air. Pada zaman sekarang, peran...

Produk Investasi Syariah yang Halal dan Menguntungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Produk investasi syariah merupakan pilihan investasi yang mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis yang sesuai dengan syariat Islam. Di Indonesia, terdapat beberapa...

Sah! OJK Pastikan Pinjol Jembatan Emas Tutup, Ini Alasannya

JAKARTA, duniafintech.com – Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online (pinjol) PT Akur Dana Abadi atau Jembatan Emas resmi tutup.  Hal ini...
LANGUAGE