27.1 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

Flipkart Milik Walmart akan Mulai Bisnis Pembayaran Digital

DuniaFintech.com – Perusahaan e-commerce India yang dikendalikan Walmart, Flipkart, mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan memutar sebagian modal mereka di PhonePe untuk memperluas akses platform pembayaran digital untuk merangsang pertumbuhan yang lebih pesat.

PhonePe, yang bersaing dengan pelopor pembayaran dalam negeri yang didukung Alibaba, Paytm dan Google Pay, akan mengumpulkan $ 700 juta sebagai modal utama, kata Flipkart yang berbasis di Bengaluru dalam sebuah pernyataan.

Dana itu akan dikumpulkan dari investor Flipkart yang dipimpin oleh Walmart. Pendanaan tersebut juga memberi PhonePe valuasi sebesar $ 5,5 miliar termasuk tambahan dari penggalangan dana, kata pernyataan itu. Sementara itu, Flipkart akan terus menjadi pemegang saham mayoritas PhonePe.

“Kami sangat senang memiliki akses ke modal jangka panjang yang berdedikasi untuk memajukan ambisi kami di sektor distribusi jasa keuangan serta menciptakan platform pertumbuhan inovatif yang besar untuk usaha mikro, kecil dan menengah India,” kata CEO PhonePe Sameer Nigam. PhonePe mengincar profitabilitas pada 2022 dan listing publik pada tahun berikutnya, kata Nigam sebelumnya.

Baca juga:

Pembayaran Digital di India Diperkirakan akan Tumbuh 2 Kali Lipat di Tahun 2023

Perusahaan fintech ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan yang membantunya mencatat hampir satu miliar transaksi pembayaran digital di bulan Oktober. Pasar pembayaran digital India, yang diperkirakan akan membengkak lebih dari dua kali lipat menjadi $ 135 miliar pada tahun 2023 dari level 2019, juga telah menarik orang-orang seperti Amazon.com dan Facebook, yang telah membuat sistem mereka sendiri untuk menjaring pengguna. 

Pertumbuhan pesat dalam fintech telah mendorong perusahaan pemroses pembayaran andalan India, National Payments Corp. of India (NPCI), untuk membatasi pangsa transaksi digital resmi oleh beberapa perusahaan di negara tersebut.

Langkah NPCI, yang diumumkan bulan lalu kemungkinan dapat menghambat pertumbuhan layanan pembayaran yang ditawarkan oleh Facebook, Google, dan PhonePe. NPCI secara khusus ingin merangsang perusahaan-perusahaan pembayaran berbasis bank seperti Ji Payments Band dan Paytm dari Reliance. Meski begitu, geliat perusahaan pembayaran non bank di India nampaknya tetap tidak tidak dapat dihindarkan seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi pembayaran digital di negara itu.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE