GREDU Siap Mendukung Sekolah Tatap Muka di Indonesia

0
117
GREDU

DuniaFintech.com Terkait rencana pembukaan sekolah tatap muka pada Januari 2021, GREDU mendukung sepenuhnya kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Sejumlah kendala akan dihadapi oleh sekolah yang membuka kelas tatap muka di awal tahun depan.

Selain harus ketat dalam mengedepankan protokol kesehatan, sekolah perlu mengantongi izin dari Kepala Sekolah dan orang tua murid melalui komite sekolah. Beberapa ketentuan lainnya yakni  sekolah hanya dapat diisi oleh maksimum 50% dari kapasitas dengan sistem rotasi atau shifting, orang tua memiliki hak untuk tidak mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Sementara itu, belum ada kepastian terkait status kehadiran bagi tenaga pendidik pada pembelajaran tatap muka.

Sistem Belajar Campuran (SBC) dilaksanakan bergiliran seperti piket

Untuk itulah GREDU lebih mengandalkan Sistem Belajar Campuran (SBC) sebagai jembatan awal agar jadwal belajar dapat dilaksanakan bergiliran seperti piket. Sistem ini juga memastikan peserta didik akan memperoleh kualitas pembelajaran yang setara secara daring (online) atau luring (offline).

Selama Pembelajaran Jarak Jauh sejak April hingga Desember 2020, perusahaan tersebut menambah kerja sama dengan lebih dari 300 sekolah di tanah air. Hal ini menunjukkan online platform yang mendukung PJJ dibutuhkan selama kondisi pandemi dan terbukti cukup efektif khususnya bagi masyarakat perkotaan. Di sisi lain, masyarakat mulai terbuka untuk belajar melek teknologi.

Baca juga:

GREDU mengakui bahwa proses transisi untuk mengubah kebiasaan bersekolah secara konvensional menuju digital tidaklah mudah. Berdasar hasil penelusuran, kendala utama proses digitalisasi dipicu karena ketimpangan tingkat literasi digital dan kepemilikan gawai.

Guna mengatasi hambatan yang terjadi saat PTS berlangsung, GREDU telah melakukan penggalangan donasi gawai bagi peserta didik yang tidak mampu. Bersama Kitabisa.com dan Kumparan Derma, GREDU menggelar kampanye #UnitGawaiDarurat untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan aplikasi belajar online. Selain itu, pihaknya juga mendirikan posko secara berkala untuk mengatasi permasalahan yang dialami pengguna, hingga membantu menyediakan materi cetak bagi sekolah yang mayoritas peserta didiknya belum memiliki gawai.

“Kondisi di lapangan sangat beragam sehingga masalah yang muncul pun pasti berbeda antara satu sekolah dengan lainnya. Namun kebanyakan berhubungan dengan problem infrastruktur, sehingga perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder di dunia ,” tambah Rizky Anies, CEO GREDU.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here