25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

FORUM EKONOMI DUNIA HARUS BERGEGAS MEMIMPIN REVOLUSI BLOCKCHAIN

DuniaFintech – Tahap penelitian oleh World Economic Forum’s (forum ekonomi dunia) yang bekerjasama dengan Blockchain baru saja dimulai, dan sejauh ini dilakukan pendekatan yang lebih intens.

Sejauh ini, nirlaba internasional yang terdiri dari para pemimpin lebih dari seribu perusahaan terbesar di dunia ini, telah difokuskan pada membentuk sebuah kelompok kerja Blockchain, hal tersebut sudah tercatat sejak minggu lalu, dengan tema bagaimana cara untuk memaksimalkan dampak dari teknologi.

Mengikuti catatan tersebut, Direktur WEF, Richard Samans mengakui jikalau anggota-anggotanya harus lebih giat belajar, terlepas dari proyek-proyek yang diawali di beberapa bidang lain.

Sebagian besar dari pemimpin level komunitas tidak terlalu fasih dalam Blockchain. Pada kenyataannya, mereka mungkin tahu istilah, tetapi mereka tidak tahu banyak tentang mana teknologi yang sekarang dan bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam cara-cara yang beraneka ragam di seluruh masyarakat,” ucap Samans.

The white paper yang ditulis oleh pendiri Blockchain Research Institute, Don dan Alex Tapscott, dirancang untuk meletakkan kerangka kerja konsorsium, perusahaan swasta dan pemerintah, di mana kesemua elemen tersebut dapat bekerja sama untuk memaksimalkan potensi dan manfaat dari ‘buku besar’ bersama, dan dapat dipercaya melakukan transaksi.

Namun ditambahkan pula oleh Samans, bahwa dibeberapa level paling senior, dan eksekutif antara anggota WEF juga masih perlu belajar lebih tentang bagaimana teknologi dapat digunakan dalam cara yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ada potensi manfaat kedua dalam mengeluarkan white paper ini untuk komunitas tertentu ini,” sambung Samans.

Kunci dalam mempelajari Blockchain dalam kelompok utama Forum ekonomi dunia ini adalah yang pertama, Dewan Global baru sudah diresmikan untuk masa depan Blockchain, dengan keanggotaan termasuk Direktur Eksekutif Hyperledger Brian Behlendorf, pejabat kepala teknologi R3 Richard Gendal Brown dan Everledger CEO Leanne Kemp.

Kedua, pusat untuk keempat revolusi industri, diluncurkan Oktober lalu guna mengejar cara-cara baru untuk meningkatkan pendekatan pemangku kepentingan di industri. Dengan mitra yang meliputi Salesforce, Kaiser Permanente, Palantir teknologi dan SAP.

Menurut Samans, Blockchain itu sendiri sangat cocok untuk para pelaku multi-stakeholder yang sedang diikuti, yang bisa meningkatkan prospek pengembangan teknologi.

Source: coindesk.com

Writter: Romy Syawal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE