GoDirect Trade Gunakan Blockchain untuk Perdagangan

0
114
godirect trade

DuniaFintech.com – GoDirect Trade, salah satu produsen suku cadang pesawat anak perusahaan dari Honeywell Aerospace baru-baru ini dikabarkan menggunakan teknologi Blockchain untuk membantu meminimalisir penggunaan kertas serta menghemat waktu.

Langkah ini dilakukan untuk menghemat proses pembuatan daftar produk untuk dijual di pasar suku cadang industri pesawat terbang yang jumlahnya mencapai $4 miliar.

Menurut banyak pakar dan analis industri, kehadiran Blockchain sebagai salah satu aplikasi teknologi internet akan mengubah proses perdagangan digital menjadi lebih simpel. Caranya adalah dengan membuat informasi transaksional dan rantai pasokan menjadi lebih mudah dan cepat untuk dikelola.

Baca Juga:

Memberi Kontribusi Penting dalam Industri Dirgantara

Untuk banyak organisasi e-niaga B2B, aplikasi Blockchain belum membuat perbedaan besar dalam seberapa baik mereka mengelola informasi. Namun di Phoenix, pasar B2B yang menghubungkan pembeli dan penjual suku cadang dirgantara membuktikan bahwa teknologi Blockchain dapat memberi kontribusi yang besar untuk membuat perdagangan digital lebih efisien.

GoDirect Trade, pasar berusia empat tahun yang beroperasi sebagai unit Honeywell Aerospace, telah mengembangkan dan menerapkan fitur Blockchain baru yang menggantikan banyak dokumen dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat daftar suku cadang dirgantara bersertifikat untuk dijual kembali.

Blockchain adalah alat penting yang membantu GoDirectTrade mengakhiri penggunaan kertas dan prosedur manual di pasar suku cadang dirgantara senilai $4 miliar, kata pasar tersebut.

Menurut Universitas Harvard, Blockchain adalah buku besar terbuka dan terdistribusi yang dapat mencatat transaksi antara dua pihak atau lebih secara efisien dan dengan cara yang dapat diverifikasi dan permanen. Buku besar blockchain digital dapat diprogram untuk memicu transaksi secara otomatis, proses yang digunakan Honeywell di GoDirect Trade.

Juni lalu, Honeywell Aerospace menautkan sistem perencanaan sumber daya perusahaannya ke buku besar Blockchain yang baru dikembangkan. Tujuannya adalah mengganti prosedur manual berminggu-minggu dan formulir kertas yang diperlukan untuk mendokumentasikan.

Selain itu, juga untuk mensertifikasi ulang, dan mencantumkan suku cadang dirgantara yang diperbarui untuk dijual kembali dengan proses digital yang lebih cepat dan efisien.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here