24.5 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Remitansi Aset Kripto Tunjukkan Taringnya di Amerika Latin

DuniaFintech.com – Pernah dengar tentang remitansi aset kripto? Sejak muncul pertama kali, tidak terhitung berapa banyak masalah keuangan yang berhasil diatasi oleh aset kripto. Selain dijadikan alat transaksi digital, Bitcoin dkk bahkan pernah menjadi sarana bagi warga negara yang mengalami krisis seperti Venezuela untuk menyelamatkan nilai uang mereka.

Kali ini, aset kripto kembali membuktikan perannya dalam remitansi di Amerika Latin.

Western Union baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan pengiriman dolar Amerika Serikat ke Kuba karena saksi dari negara adidaya tersebut. Kondisi ini diperkirakan akan menjadi pemicu naiknya pengiriman uang dengan menggunakan aset kripto.

Aset kripto seperti Bitcoin, Ripple dan lain sebagainya dianggap lebih tahan terhadap ketegangan geopolitik karena tidak memiliki pusat kendali.

Remitansi Aset Kripto Menjadi Opsi Pengiriman yang Lebih Murah

Menurut Bank Dunia, pasar remitansi resmi Amerika Latin bernilai sekitar $96 miliar. Tetapi layanan tradisional seperti Moneygram atau Western Union biasanya menyertakan biaya komisi yang tinggi, nilai tukar yang tidak menguntungkan, jam kerja terbatas, waktu transmisi yang lama serta adanya batasan pertukaran harian.

Baca juga :

Lain ceritanya jika orang-orang menggunakan aset kripto sebagai opsi pengiriman dana. Salah seorang pengguna platform pertukaran LocalBitcoins mengaku telah menggunakan platform peer-to-peer tersebut untuk melakukan pengiriman uang dari Venezuela ke anggota keluarganya yang berada di Kolombia dan Spanyol.

Transaksi dengan menggunakan aset kripto ini ternyata jauh lebih cepat dan lebih terjangkau dibanding pengiriman dengan menggunakan remitansi konvensional.

Di Kuba yang saat ini sedang berada dalam sanksi Amerika Serikat, ada beberapa perusahaan yang mencoba menawarkan jasa pengiriman uang tanpa melibatkan interaksi langsung dengan pemerintah Kuba atau Amerika Serikat.Di tengah ketegangan geopolitik, potensi aset kripto sebagai alat transfer nilai terbilang sangat menjanjikan.

Pasalnya dana yang dikirim tidak bisa dibatasi oleh apapun, termasuk persetujuan penerimaan dana dari pemerintah setempat.

Menurut Youtuber Kuba Erich García Cruz, banyak orang-orang yang dekat dengan teknologi mulai menggunakan Bitcoin. Ini karena status Bitcoin yang kebal terhadap masalah geopolitik antar negara dan regulasi. Bagi negara yang sedang berkonflik, ini tentu akan membawa keuntungan dan kemudahan yang cukup besar.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE