25.6 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

GudangAda Solusi Pedagang Grosir dan Eceran di Masa Pandemi

DuniaFintech.com – Kebutuhan akan pasokan dan ketersediaan barang merupakan hal utama yang perlu diperhatikan pedagang grosir dan eceran. Di masa pandemi COVID-19, proses rantai pasokan dan ketersediaan juga mengalami segenap tantangan seperti mobilitas mau pun proses hulu ke hilir.

Segenap tantangan tersebut mampu dijawab oleh salah satu layanan pasar daring yang bergerak menjadi solusi rantai pasokan untuk para pengusaha mikro dan menengah, yakni GudangAda. Dengan memanfaatkan perangkat digital, urusan ketersediaan barang hingga alur logistik mampu diselesaikan oleh platform tersebut.

Pada kegiatan konferensi pers daring, Rabu (12/8) Steven Sang selaku pendiri GudangAda menyebut pihaknya mampu menjawab tantangan akan kebutuhan pelaku usaha ecer dan grosir akan ketersediaan barang, terutama di masa pandemi COVID-19.

Lebih lanjut Steven menjelaskan, pihaknya akan mempermudah rantai pasok serta adaptasi perangkat digital oleh pedagang grosir dan eceran. Melalui divisi pengembangan bisnis, GudangAda diklaim mampu memudahkan transisi digital pelaku usaha grosir dan eceran.

“Kami sudah menjangkau 500 kota dengan penyebaran yang cukup merata. Selain itu pemberdayaan sumber daya manusia juga menjadi misi dari layanan kami,”

“Kami memberi peluang dengan berbagai penyelenggara dan semua pihak yang terlibat di masa pandemi. Salah satunya mengajak pengemudi untuk mendukung alur bisnis kami,”

Baca juga:

GudangAda Hadirkan One Stop Shop Pedagang Grosir dan Eceran

Imelda Scherers, VP Marketing GudangAda menjelaskan, penyebaran tim pengembangan di berbagai wilayah Indonesia dinilai efektif dalam membantu pelaku usaha beradaptasi dengan teknologi. Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan sumbangsih dan dampak yang positif untuk mitra dalam menyambut digitalisasi.

Imelda mengatakan, layanan yang diberikan pihaknya melalui kerangka kerja business development memberi pijakan awal mitranya. Ia berharap ekosistem digital serta data terpadu yang dikembangkan pihaknya mampu membantu perkembangan bisnis mitra.

“Lebih dari 600 jumlah tim pengembangan telah tersebar di Indonesia. Jumlah ini mampu membantu digitalisasi kepada pedagang grosir dan eceran secara signifikan. Hal ini juga cukup membantu bisnis tradisional dan mikro membentuk portfolio dan rekam jejak digital mereka,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE