28.6 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Infrastruktur Internet Belum Jangkau Pelosok Indonesia

DuniaFintech.com – Infrastruktur internet di Indonesia dinilai belum memberikan coverage hingga daerah pelosok. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan tantangan yang harus segera diselesaikan ialah memberikan kualitas internet yang mumpuni ke seluruh daerah.

Meski demikian, Uchok mengapresiasi upaya pemerintah untuk menggarap proyek internet di tengah masa pandemi COVID-19. Ia juga mengatakan, terdapat 12.500 desa yang belum menikmati layanan telekomunikasi. Sebelumnya, mantan Menkominfo Rudiantara mengklaim seluruh masyarakat akan merasakan internet broadband sesaat selesainya proyek Palapa Ring.

Lebih lanjut Uchok menjelaskan, perlunya persiapan infrastruktur dasar dalam menunjang masuknya internet ke wilayah pelosok. Ada pun hal tersebut merujuk pada listrik. Ia menilai hambatan masuknya internet ke berbagai wilayah di Indonesia disebabkan oleh penyebaran jaringan istrik yang belum merata.

“Proyek jaringan telekomunikasi akan mangkrak apabila pemerintah tidak menyediakan jaringan listrik,”

Baca juga:

Permasalahan Infrastruktur Internet di Indonesia

Uchok meyakini pembangunan listrik akan membantu mempercepat urusan telekomunikasi di Indonesia. Ia menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan Palapa Ring untuk mengakses jaringan telekomunikasi.

“Penggunaan satelit dapat dipertimbangkan jika palapa ring tidak memadai. Geografi Indonesia yang menantang, membuat satelit mampu melayani masyarakat di pelosok,”

Menurut Uchok pemerintah membutuhkan dana lebih untuk membangun infrasruktur telekomunikasi yang mampu menjangkau daerah terpencil. Menurutnya, saat ini pemerintah telah melakukan pemborosan di berbagai proyek. Ia pun menyontohkan proyek pengadaan satelit SATRIA senilai Rp21 triliun dengan ground segment senilai Rp 80 triliun.

Uchok menilai, biaya fantastis tersebut dikhawatirkan justru akan membebani pengguna jaringan. Menurutnya, pemerintah perlu melirik opsi yang lebih efisien dalam memetakan infrastruktur jaringan internet lantaran beberapa wilayah pelosok di Indonesia tidak memberikan imbal yang sesuai.

“Pemerintah perlu menekan biaya. Penggunaan satelit lebih diutamakan karena daerah terpencil tidak menguntungkan. Jika ada teknologi telekomunikasi lain yang lebih murah dari satelit, pemerintah dapat mempertimbangkan itu,”

“Jangan sampai karena satelitnya mahal nantinya yang terbebani adalah masyarakat di daerah tersebut. Jangan sampai operasional penyelenggaraan telekomunikasi menguras APBN,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...
LANGUAGE