25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Infrastruktur Internet Belum Jangkau Pelosok Indonesia

DuniaFintech.com – Infrastruktur internet di Indonesia dinilai belum memberikan coverage hingga daerah pelosok. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan tantangan yang harus segera diselesaikan ialah memberikan kualitas internet yang mumpuni ke seluruh daerah.

Meski demikian, Uchok mengapresiasi upaya pemerintah untuk menggarap proyek internet di tengah masa pandemi COVID-19. Ia juga mengatakan, terdapat 12.500 desa yang belum menikmati layanan telekomunikasi. Sebelumnya, mantan Menkominfo Rudiantara mengklaim seluruh masyarakat akan merasakan internet broadband sesaat selesainya proyek Palapa Ring.

Lebih lanjut Uchok menjelaskan, perlunya persiapan infrastruktur dasar dalam menunjang masuknya internet ke wilayah pelosok. Ada pun hal tersebut merujuk pada listrik. Ia menilai hambatan masuknya internet ke berbagai wilayah di Indonesia disebabkan oleh penyebaran jaringan istrik yang belum merata.

“Proyek jaringan telekomunikasi akan mangkrak apabila pemerintah tidak menyediakan jaringan listrik,”

Baca juga:

Permasalahan Infrastruktur Internet di Indonesia

Uchok meyakini pembangunan listrik akan membantu mempercepat urusan telekomunikasi di Indonesia. Ia menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan Palapa Ring untuk mengakses jaringan telekomunikasi.

“Penggunaan satelit dapat dipertimbangkan jika palapa ring tidak memadai. Geografi Indonesia yang menantang, membuat satelit mampu melayani masyarakat di pelosok,”

Menurut Uchok pemerintah membutuhkan dana lebih untuk membangun infrasruktur telekomunikasi yang mampu menjangkau daerah terpencil. Menurutnya, saat ini pemerintah telah melakukan pemborosan di berbagai proyek. Ia pun menyontohkan proyek pengadaan satelit SATRIA senilai Rp21 triliun dengan ground segment senilai Rp 80 triliun.

Uchok menilai, biaya fantastis tersebut dikhawatirkan justru akan membebani pengguna jaringan. Menurutnya, pemerintah perlu melirik opsi yang lebih efisien dalam memetakan infrastruktur jaringan internet lantaran beberapa wilayah pelosok di Indonesia tidak memberikan imbal yang sesuai.

“Pemerintah perlu menekan biaya. Penggunaan satelit lebih diutamakan karena daerah terpencil tidak menguntungkan. Jika ada teknologi telekomunikasi lain yang lebih murah dari satelit, pemerintah dapat mempertimbangkan itu,”

“Jangan sampai karena satelitnya mahal nantinya yang terbebani adalah masyarakat di daerah tersebut. Jangan sampai operasional penyelenggaraan telekomunikasi menguras APBN,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE