30 C
Jakarta
Kamis, 30 Juni, 2022

Baru Terbongkar, Hacker Korut Lazarus Group Lakukan Pencucian Uang di Binance

JAKARTA, duniafintech.com – Kelompok hacker dunia maya, Lazarus Group yang terkenal sebagai grup hacker yang disponsori oleh Korea Utara (Korut) dikabarkan berhasil melakukan pencucian uang senilai 5,4 juta dolar AS atau sekitar Rp78 miliar di bursa kripto ternama, Binance.

Berdasarkan penelusuran Reuters, pencucian uang tersebut dilakukan di bursa kripto terbesar dunia, Binance, pada tahun 2020 lalu. 

Kelompok hacker Lazarus mencuri dana haram dari salah satu platform perdagangan kripto yang berbasis di Slovakia, Eterbase.

Dalam proses pencucian uang, para peretas membuka banyak akun anonim untuk mengelabui exchanger kripto terbesar di dunia. Kemudian kelompok Lazarus tersebut mengirim kripto curiannya ke berbagai akun yang sudah dibuat di Binance.

Baca juga: Mengejutkan! Triliunan Uang di Binance Dituding Hasil Jual Narkoba & Senjata

Sebagaimana dilansir dari U.Today, selama periode lima tahun dari 2017 hingga 2021, Binance memproses lebih dari 2,35 miliar dolar AS transaksi cryptocurrency yang didapatkan secara kriminal. Pertukaran, bagaimanapun, telah membantah perhitungan tersebut.

Grup Lazarus pertama kali menjadi terkenal pada awal 2010-an setelah meluncurkan kampanye spionase dunia maya terhadap pemerintah Korea Selatan. Itu kemudian menarik liputan media luas setelah membajak studio film Sony Pictures dan membocorkan data rahasianya, termasuk beberapa salinan film yang saat itu belum dirilis.

Grup peretas terkenal juga berada di balik kampanye ransomware WannaCry yang menginfeksi ratusan ribu komputer pada tahun 2014. Setelah kripto menjadi mainstream pada tahun 2017, Grup Lazarus mulai menargetkan pertukaran mata uang kripto seperti Coinlink.

Baca juga: Harus Lebih Teliti Lagi, Warga AS Kehilangan Rp 14,3 Triliun Gara-gara Penipuan Kripto

U.Today melaporkan bahwa pihak berwenang AS menemukan kelompok hacker tersebut di balik peretasan Ronin senilai 625 juta dolar AS yang terjadi awal tahun ini. 

Sebagian dari jumlah tersebut telah dicuci dengan bantuan mixer TornadoCash. Pada akhir April, Binance memulihkan sebagian dana yang terkait dengan pencurian Ronin.

Di sisi lain, Korea Utara dilaporkan menggunakan kripto curian untuk mendanai pengembangan senjata nuklir dan menghindari sanksi internasional.

Baca jugaSiapkan 8.888 Avatar, Lesti Kejora dan Rizky Billar Mulai Jual NFT Lewat Leslar Metaverse

.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kemenko Marves Sebut Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi...

Memalukan! Karyawan Terraform Labs Masuk Daftar Larangan Terbang oleh Pemerintah Korsel

JAKARTA, duniafintech.com - Beberapa karyawan Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), perusahaan di belakang stablecoin Terra USD, yang runtuh bulan lalu dan...

Elon Musk Paksa WFO, Pegawai Tesla Gak Dapat Meja Kantor & WiFi

JAKARTA, duniafintech.com - Seruan keras Elon Musk untuk karyawan Tesla kembali ke kantor alias work from office (WFO) nyatanya tak mudah dijalankan. Ini karena...

Poin Penting Kelola Dana P2P Lending Syariah Untuk Beli Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Poin penting dalam kelola dana P2P lending syariah untuk membeli rumah akan dibahas di sini. Bentuk pengembangan nilai investasi P2P Lending...

Kabar Baik, Sri Mulyani Cairkan Gaji ke-13 Dengan Tunjangan Kinerja ASN Mulai 1 Juli

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan mencairkan gaji ke-13 untuk para Aparatur Sipi Negara (ASN) dan pensiunan yang juga meliputi tambahan...
LANGUAGE