25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Harus Lebih Teliti Lagi, Warga AS Kehilangan Rp 14,3 Triliun Gara-gara Penipuan Kripto

JAKARTA, duniafintech.com – Masyarakat di Amerika Serikat (AS) kehilangan uang sebesar USD1 miliar atau setara Rp14,3 triliun karena penipuan kripto pada tahun lalu. 

Penelitian yang dilakukan Federal Trade Commission (FTC) menyebutkan sejak Januari 2021 hingga Maret 2022 masyarakat Amerika menjadi korban penipuan atau scam kripto.

Total ada lebih dari 46.000 masyarakat Amerika yang menjadi korban penipuan. Umumnya mereka ditipu karena diajak berinvestasi melalui kripto. 

“Kripto memiliki beberapa fitur yang dijadikan celah bagi scammers (penipu),” catatan laporan FTC.

Baca jugaDavid Beckham Jajaki NFT dan Metaverse, Kini Sedang Daftarkan Merek Dagang

Selain itu FTC mengatakan penipuan kripto makin marak karena ketiadaan bank atau otoritas lain yang bisa menandai adanya transaksi mencurigakan sekaligus membantu menghentikan upaya penipuan sebelum terjadi.

“Setelah uangnya hilang, tidak ada cara untuk mendapatkannya kembali. Kebanyakan orang masih tidak terbiasa dengan cara kerja kripto,” jelasnya.

Menariknya penipuan itu justru terjadi paling banyak bukan di kalangan masyarakat berusia tua. Kebanyakan masyarakat yang tertipu adalah anak-anak muda.

Hal itu terjadi karena masyarakat dengan usia mapan atau berusia dewasa lebih banyak tertarik berinvestasi konvensional. 

Sebaliknya anak-anak muda sangat tertarik dengan kripto karena tawaran keuntungan cepat yang menggiurkan. Sayangnya kebanyakan dari mereka justru tidak dibekali dengan pengetahuan memadai mengenai kripto.

Baca jugaTerobosan Baru, PSS Sleman Hadirkan NFT Sembodoverse Buat Para Penggemar

Celah itu yang kemudian dimanfaatkan para penipu. Parahnya jumlah penipuan menurut FTC justru terus meningkat setiap tahunnya.

FTC juga mengatakan saat ini penipuan kripto paling banyak terjadi di Bitcoin, Tether dan Ether.

Cara Mengatasi Penipuan Investasi Kripto Bodong

Setelah mengetahui macam-macam pembobolan tersebut di atas, maka cara mengatasi penipuan investasi kripto bodong adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan Server Lancar atau Stabil

Solusi untuk mengatasinya adalah dengan memastikan server tidak pernah ngadat atau ngehang, harus aman dan memiliki asuransi kerugian saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maklum saja bahwa exchange menjadi sasaran para hacker. Pasalnya, transaksi kripto itu transparan tapi tidak diatur otoritas manapun karena sifatnya terdesentralisasi.

Karena sistem DeFi (Decentralized Finance) yang digunakan mengenai perpindahan dana bisa terjadi antara dua pihak anonim. Sebab itulah yang mengakibatkan dan menyebabkan banyak bandit digital berkeliaran mengincar dana yang tersimpan di exchange, setelah akses ke wallet atau akun exchange berhasil dilakukan olehnya maka selanjutnya perpindahan aset kripto akan sulit dilacak karena penerimanya anonim.

  1. Aktif di Komunitas atau Forum

Pastikan juga kamu aktif di komunitas atau forum dari nasabah exchange tersebut. Karena komunitas akan saling berbagi informasi memberitakan kejanggalan terkait penipuan seperti investasi bodong, jika ada. Oleh karena itu pastikan kamu aktif mengikutinya untuk bisa mulai antisipasi, jika ternyata pihak internal mulai terlihat mencurigakan.

  1. Menggunakan Keamanan 2FA

Apa itu keamanan 2FA? 2FA (Two Factor Authentication) adalah salah satu peningkatan standar keamanan yang membutuhkan 2 proses identifikasi. Jika kamu memiliki aset kripto dalam jumlah besar, ada baiknya memiliki handphone khusus yang hanya berisikan aplikasi wallet dan exchange saja. Dengan begitu aplikasi lain yang membawa virus diharapkan tidak dapat mengakses aset kripto Anda.

  1. Tetap Waspada atau Hati-Hati

Tetap terapkan hati-hati dalam membeli koin di masa ICO, sebelum membelinya ada baiknya untuk membaca whitepaper terlebih dahulu karena whitepaper seharusnya ada pada semua ICO koin. Whitepaper itu sendiri berisikan informasi tentang fungsi dan tujuan aset crypto tersebut, cara kerjanya, dan mekanismenya dalam Blockchain.

  1. Menghindari Skema Ponzi

Menghindari skema ponzi dengan cara memperhatikan beberapa ciri-cirinya, antara lain sebagai berikut:

  • Mengharuskan Anda merekrut orang lain.
  • Koin tidak listing di CoinMarketCap.com
  • Harga pada koin tertentu jauh berbeda di bawah harga pasar.
  • Menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
  • Menutup dengan baik seluruh informasi perusahaan dari jangkauan investor.
  1. Menginstall Antivirus

Antivirus berperan penting sebagai proteksi komputer atau laptop Anda dari virus dan malware, oleh karena itu kamu wajib memasang antivirus yang baik.

Baca jugaSiapkan 8.888 Avatar, Lesti Kejora dan Rizky Billar Mulai Jual NFT Lewat Leslar Metaverse

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE