25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Meski Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Belum Bisa Turunkan Harga BBM

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah belum bisa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite akan turun meski harga minyak mentah dunia saat ini mengalami penurunan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan jika harga minyak dunia mengalami penurunan tentunya harga BBM jenis Pertalite juga berpotensi mengalami penurunan.

“Nanti kita lihat kalau harga minyak membaik ya,” kata Arifin.

Kendati demikian, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan harga BBM jenis Pertamax pun juga sulit untuk turun harga di pasar. Sebab harga jual Pertamax saat ini masih dibawah harga keekonomian atau masih dibawah harga kompetitor.

“Bandingkan harga kita dengan harga kompetitor. Itu saja belum keekonomian. Tanya ke pemerintah, Pertamina tinggal jalani saja,” kata Nicke.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun. Hal ini, ucap Erick, disebabkan lantaran harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.

Baca juga: Kok Bisa Pemerintah tidak Turunkan Harga BBM ketika Minyak Dunia Anjlok?

Dia menyebut apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

“Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi,” ujar Erick.

Baca juga: Erick Thohir: Harga Pertamax Turun Jika Harga Minyak Dunia Turun

Erick menyebut BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax masih dalam subsidi. Erick menilai jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dolar AS per barel turun menjadi 75 dolar AS per barel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.

“Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi,” ucap Erick.

Erick menyampaikan penyesuaian harga Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter merupakan upaya pemerintah dalam mengalihkan subsidi agar lebih tepat sasaran. Ia menyebut selama ini, meski sebagai BBM nonsubsidi, Pertamina tetap memberikan subsidi untuk Pertamax. Erick mengatakan harga Pertamax sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian maupun harga yang ditawarkan kompetitor.

“Karena yang selalu diingatkan, yang kita, pemerintah lakukan hari ini bukan kenaikan harga, tapi pengurangan subsidi,” lanjut pria kelahiran Jakarta tersebut.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: BBM Naik Tak Pengaruhi Bisnis Fintech

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE