Harga Bitcoin (BTC) masih mampu bertahan di atas level US$77.000 pada perdagangan Kamis, 3 September 2026. Meski tren jangka pendek masih menunjukkan bias bullish, momentum kenaikan Bitcoin mulai terlihat melambat.
Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin justru semakin menunjukkan korelasi dengan emas. Dalam periode 90 hari terakhir, korelasi Bitcoin dengan emas meningkat hingga mendekati 50%.
Sementara itu, sejumlah altcoin mencatatkan performa lebih kuat. Arbitrum (ARB) dan Pyth Network (PYTH) melanjutkan kenaikan setelah sebelumnya membukukan penguatan signifikan.
Bitcoin Makin Berkorelasi dengan Emas
Pergerakan Bitcoin belakangan mulai menunjukkan karakter yang lebih dekat dengan emas dibandingkan aset berisiko seperti saham teknologi.
Korelasi 90 hari Bitcoin dengan Nasdaq turun menjadi sekitar 33%, dari sebelumnya hampir 60%. Sebaliknya, korelasi Bitcoin dengan emas meningkat hingga mendekati 50%.

Perubahan tersebut terjadi ketika investor menghadapi kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat. Utang pemerintah AS telah melewati US$40 triliun, sementara defisit yang masih tinggi dan imbal hasil obligasi memberikan tekanan terhadap pasar.
Dalam situasi seperti ini, aset yang dianggap dapat menjadi lindung nilai terhadap pelemahan nilai mata uang atau debasement kembali mendapat perhatian.
Bitcoin dan emas kemudian menjadi dua aset yang ikut diperhatikan investor dalam strategi tersebut.
Bitcoin Masih di Atas Support Penting
Pada saat laporan tersebut ditulis, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$77.328.
Secara teknikal, struktur Bitcoin masih relatif positif karena harga bertahan di atas EMA 50 hari, 100 hari, dan 200 hari. Ketiga indikator tersebut berada di kisaran US$69.400 hingga US$72.400.
Bitcoin juga masih berada di atas level Fibonacci retracement 50% pada US$75.233. Level tersebut dihitung dari pergerakan harga antara US$97.924 dan US$57.800.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur pemulihan Bitcoin belum mengalami kerusakan meskipun momentum kenaikannya mulai berkurang.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 65. Angka tersebut masih menunjukkan momentum yang cukup kuat, tetapi mulai menjauh dari level jenuh beli.
Di sisi lain, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah bergerak di bawah garis sinyal. Kondisi ini dapat menjadi indikasi bahwa Bitcoin berpotensi memasuki fase konsolidasi dalam jangka pendek.
Level Resistance Bitcoin yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area US$87.476 menjadi resistance penting berikutnya. Level tersebut merupakan Fibonacci retracement 78,6%.
Apabila Bitcoin mampu menembus resistance tersebut secara meyakinkan, perhatian pasar dapat kembali mengarah ke area US$97.924 yang menjadi salah satu swing high penting.
Sebaliknya, apabila terjadi koreksi, US$75.233 menjadi support awal yang perlu diperhatikan.
Jika support tersebut ditembus, Bitcoin berpotensi menguji area EMA yang berada di sekitar US$69.395 hingga US$72.365.
Area tersebut menjadi zona penting karena dihuni oleh EMA 50 hari, 100 hari, dan 200 hari.
Baca juga :Â
ARB Melanjutkan Reli
Selain Bitcoin, Arbitrum menjadi salah satu altcoin yang mencuri perhatian.
ARB tercatat naik lebih dari 5% pada Kamis, setelah sebelumnya menguat sekitar 12%. Dengan demikian, ARB melanjutkan tren pemulihan yang cukup agresif dalam beberapa hari terakhir.
Secara teknikal, harga ARB masih berada di atas EMA 50 hari, 100 hari, dan 200 hari.
ARB saat ini tengah menguji level Fibonacci retracement 78,6% di sekitar US$0,1272. Level tersebut dihitung berdasarkan pergerakan harga dari US$0,1495 hingga US$0,0705.
Jika mampu menembus US$0,1272 secara kuat, ARB berpeluang menguji kembali swing high di sekitar US$0,1495.
Namun, RSI yang telah mencapai sekitar 76 menunjukkan bahwa ARB sudah memasuki area jenuh beli. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Untuk sisi bawah, EMA 200 hari di sekitar US$0,1164 menjadi support pertama. Support berikutnya berada di US$0,1026.
Baca juga :
- Harga Bitcoin Tembus US$80.000, Kinerja Nvidia Jadi Katalis Reli Kripto
- Bitcoin Sentuh US$80.000, INDODAX Ingatkan Investor Tetap Perhatikan Dinamika Pasar
PYTH Juga Masih dalam Tren Positif
Pyth Network juga mempertahankan momentum positifnya.
PYTH naik sekitar 3% pada Kamis setelah sebelumnya menguat sekitar 10%. Dengan demikian, token tersebut telah mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut-turut.
Harga PYTH saat ini berada cukup nyaman di atas EMA 200 hari yang berada di sekitar US$0,0499. EMA 50 hari dan 100 hari masing-masing berada di sekitar US$0,0455 dan US$0,0446.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa tren pemulihan PYTH masih relatif konstruktif.
Salah satu level penting yang perlu diperhatikan adalah US$0,0552. Area tersebut sebelumnya merupakan resistance dari garis tren menurun yang kini berpotensi berubah menjadi support.
Jika momentum bullish berlanjut, PYTH menghadapi resistance pertama di sekitar US$0,0631, yang merupakan level tertinggi pada 9 Mei.
Resistance berikutnya berada di sekitar US$0,0737, yaitu level tertinggi 6 Januari.
ARB dan PYTH Mulai Menarik Perhatian Pasar
Kinerja ARB dan PYTH menunjukkan bahwa penguatan pasar kripto tidak hanya terjadi pada Bitcoin.
Namun, kenaikan tajam dalam waktu singkat juga membuat kedua aset tersebut memiliki risiko koreksi yang lebih tinggi. RSI ARB berada di sekitar 76, sedangkan RSI PYTH mendekati 75.
Keduanya sudah mendekati wilayah jenuh beli sehingga investor perlu memperhatikan apakah kenaikan selanjutnya didukung volume dan momentum yang berkelanjutan.
Untuk PYTH, MACD masih menunjukkan momentum positif. Sementara itu, ARB juga memperlihatkan kemiringan positif pada MACD dan garis sinyalnya.
Prospek Pasar Kripto Hari Ini

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan kombinasi antara struktur teknikal yang masih bullish dan momentum yang mulai melambat.
Korelasi Bitcoin dengan emas yang meningkat juga menarik untuk diperhatikan karena menunjukkan bahwa aset kripto terbesar tersebut semakin dipandang sebagai alternatif lindung nilai terhadap risiko pelemahan nilai uang.
Dalam jangka pendek, level US$75.233 menjadi area penting bagi Bitcoin. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut dan zona EMA sekitar US$69.000–US$72.000, struktur bullish yang lebih besar masih relatif terjaga.
Di sisi lain, ARB dan PYTH memiliki momentum yang lebih agresif, tetapi kondisi overbought membuat keduanya juga rentan mengalami profit taking.
Dengan demikian, pelaku pasar perlu mencermati keseimbangan antara momentum kenaikan dan risiko koreksi sebelum mengambil keputusan perdagangan.





