26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Harga Bitcoin Turun, Imbas Pandemi Global Coronavirus (Covid-19)?

duniafintech.com – Sebagai primadona dalam ranah aset kripto, pergerakan harga Bitcoin menjadi begitu penting terutama bagi para trader. Meski diklaim sebagai aset yang tak terpengaruh oleh kondisi geo-politik atau pun situasi lingkungan, kenyataannya pandemi global coronavirus atau Covid-19 yang sedang terjadi saat ini mampu membuat harga Bitcoin terkoreksi.

Menanggapi hal ini, Markus Swanepoel, Co-Founder & CEO Luno mengatakan meskipun nilai Bitcoin mengalami penurunan, nilai tersebut jauh lebih rendah daripada aset lainnya. Penurunan tersebut juga terjadi pada saat mendekati nilai $ 10k, di mana koreksi harga telah diperkirakan akan terjadi.

“Jika kita melihat emas yang sering dianggap sebagai perbandingan yang baik untuk Bitcoin, kita melihat penurunan ke tingkat terendah dalam waktu lebih dari enam tahun, menjelang akhir Februari nilai emas baru kembali meningkat dan stabil. Faktanya, Goldman Sachs telah menyatakan emas sebagai aset yang “kebal” terhadap dampak Covid-19. Namun, kami memerlukan beberapa bulan untuk melihat apakah aset kripto, khususnya Bitcoin akan mengalami hal yang sama pada saat krisis,” jelas Swanepoel.

Baca Juga:

Dalam skenario terburuk, lanjut Swanepoel, tingkat adopsi akan sedikit terpengaruh yang akan terus berdampak pada harga Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, hal tersebut bukan menjadi suatu faktor yang akan menimbulkan masalah besar dalam jangka panjang, dan Bitcoin akan pulih ke nilai aslinya.  

“Skenario ‘middling’ yang mungkin terjadi adalah kita akan melihat tingkat pertumbuhan yang sama dengan yang kita lihat saat ini atau kembali pada tingkat pertumbuhan yang terjadi pada tahun 2017. Dengan kata lain, kita dapat melihat potensi kenaikan harga kedepannya,” tambahnya. 

Bitcoin Sebagai Aset Aman/ Safe-haven Terpatahkan?

Swanepoel menyebut masih terlalu dini untuk mengatakannya. Diperlukan lebih banyak waktu untuk menilai situasi, dan bukanlah ide bagus untuk mengambil kesimpulan di tengah kepanikan global. Jika berkaca pada pergerakan harga emas selama krisis keuangan, nilainya mengalami penurunan sebesar 25%, namun nilainya berhasil pulih dalam waktu yang sangat singkat.

“Dalam 4-6 bulan, kita dapat menilai situasi dengan lebih baik,” pungkas Swanepoel.

(DuniaFintech/KarinHidayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...

Cara Isi E-Money via ATM Mandiri dan Update Saldonya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi e-money via ATM Mandiri dalam ulasan berikut ini sangat penting diketahui oleh para pengguna layanan yang satu ini. Kalau kamu...
LANGUAGE