33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Hikmah Pandemi, Pembayaran Digital Diprediksi Terus Meningkat Pesat Hingga 2021

Duniafintech.com – Pandemi Covid-19 membuat transaksi pembayaran digital meningkat pesat, apalagi dengan kebijakan menjaga jarak, tetap #dirumahAja, hingga pembatasan sosial berskala besar, aktivitas konvensional seperti ke bank maupun ke ATM menjadi terhambat. Secara instant dan massif transaksi digital banking pun melesat.

Berdasarkan data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), di Januari 2020, penggunaan pembayaran digital mencapai 300 juta transaksi. Namun, di April 2020, nilainya melonjak 50 persen menjadi 450 juta transaksi. Adapun pada Maret 2020, nilai transaksi digital  mencapai Rp15,04 triliun lalu naik menjadi Rp17,55 triliun pada bulan berikutnya.

Di sisi lain, penggunaan transaksi pembayaran melalui anjungan tunai mandiri (ATM), dan kartu debit mengalami penurunan. Dari sebelumnya 600 juta transaksi di Januari lalu, merosot ke 500 juta transaksi di April, atau terkoreksi 16,67 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, menyatakan pertumbuhan pembayaran digital meningkat pesat tetap kuat pada Juli 2020 yakni mencapai 24,42 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Sedangkan volume transaksi digital banking juga mengalami pertumbuhan yang tinggi mencapai 38,81 persen (YoY) pada Juli 2020.

“BI memperkirakan berbagai transaksi sistem pembayaran kembali meningkat sejalan prospek pemulihan ekonomi dan perkembangan positif berbagai inovasi pada aktivitas ekonomi dan keuangan digital,” ujar Onny.

Baca Juga:

Maraknya kolaborasi antara pelaku ekonomi dan keuangan digital melalui pemanfaatan application programing interface (API) membuat pembayaran digital meningkat pesat, baik bank maupun nonbank, menunjukan respons industri yang sangat baik terhadap upaya BI melakukan transformasi digital yang inklusif dalam kerangka Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI) termasuk penguatan digitalisasi UMKM.

Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Jenderal AFTECH, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan, “pesatnya digital dipengaruhi oleh tingginya transaksi e-commerce (perdagangan elektronik).”

Transaksi harian di e-commerce pada April 2020 juga tercatat naik menjadi 4,8 juta transaksi, dari 3,1 juta transaksi rata-rata pada kuartal II-2019. Konsumen baru meningkat 51 persen, dan permintaan volume melonjak lima hingga 10 kali saat pandemi.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE