31.7 C
Jakarta
Senin, 13 Juli, 2020

Industri Fintech Gencar Bidik Indonesia Bagian Timur

duniafintech.com – Pemerintah RI saat ini tengah berfokus pada ragam upaya pemerataan pembangunan nasional guna mengurangi kesenjangan antar wilayah. Industri fintech (financial technology) menjadi salah satu instrumen strategis dengan ragam stimulusnya untuk mendorong pertumbuhan daerah.

Industri fintech dengan transaksi digital terbilang masih sangat rendah di Kawasan Timur Indonesia.  Guna memuluskan aksi itu, LinkAja menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Dengan dilakukannya penandatanganan ini, LinkAja telah resmi menjadi pelopor uang elektronik yang melakukan digitalisasi di ekosistem di wilayah Sumba Barat maupun Sumba Barat Daya. Beberapa ekosistem yang sudah menggunakan LinkAja meliputi ekowisata Mangrove Liberani. Juga tiket wisata di Desa Wisata Bali Loku, Kampung Adat Prai Ijing, Bodo Ede dan Prai Goli.

Selain itu, paket wisata Sumba yang dapat dipesan secara online di website Goers, dan berbagai macam rumah makan yang ada di Tambolaka dan Waikabubak. Ke depannya, LinkAja juga akan hadir untuk mendukung kemudahan transaksi non tunai di Desa Wisata Pajoreja, Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:

Penggunaan QR Code yang diadopsi dalam pembayaran secara elektronik di kedua area tersebut sudah menggunakan standar QRIS, sehingga memungkinkan para wisatawan untuk bertransaksi dengan menggunakan beragam penerbit sistem pembayaran. LinkAja juga menghadirkan experience booth yang berlokasi di Bandara Udara Tambolaka untuk memudahkan para pengunjung yang ingin melakukan aktivasi dan pengisian saldo LinkAja.

Haryati Lawidjaja, Pejabat Operasional Harian Direktur Utama LinkAja dalam keterangan tertulisnya mengatakan “kehadiran LinkAja sebagai industri fintech di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan pemerataan akses layanan keuangan digital di seluruh Indonesia.”

Haryati menambahkan, fungsi uang elektronik sejatinya untuk membantu mencapai inklusi keuangan, sehingga masih menjadi tugas kami untuk mencapai masyarakat yang belum memiliki akses perbankan. Kami harap kontribusi LinkAja sebagai uang elektronik nasional dapat menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan harian, dengan memperluas akses pembayaran yang memudahkan kehidupan masyarakat pulau Sumba sehari-hari.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Strategi Sukses Jualan Online dengan Untung Jutaan Rupiah, Wajib Dicoba

DuniaFintech.com - Tak bisa dipungkiri, dengan adanya internet telah mengubah sebagian besar cara hidup kita sehari-hari. Jika sebelumnya kita lebih sering berbelanja...

Kemkominfo Klaim Indonesia Segera Miliki 3 Unicorn Baru

DuniaFintech.com - Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengklaim Indonesia akan memiliki 3 unicorn baru hingga tahun 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika,...

Bukan Dilarang, Ini Sebab Mengapa Regulasi Kripto Aset Itu Penting

DuniaFintech.com – Regulasi kripto aset sebagai teknologi yang masih terbilang baru, banyak negara yang mengkhawatirkan tentang bagaimana kripto aset akan memengaruhi iklim perekomian...

Blockchain Velas Mampu Selesaikan 30 Ribu Transaksi Per Detik?

DuniaFintech.com - Apa benar Blockchain Velas mampu selesaikan 30 ribu transaksi per detiknya? Dirancang dan dikembangkan sejak tahun 2019, Virtual Expanding Learning...

Hikmah Pandemi, Pertumbuhan UMKM Go Digital Terus Meningkat

DuniaFintech.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mencatat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah terhubung ke marketplace hanya 13%. Padahal, sejak pandemi...
LANGUAGE