29 C
Jakarta
Selasa, 21 April, 2026

Tren E-Wallet di Indonesia: Beda Generasi, Beda Cara Pakai

Dompet digital (e-wallet) muncul sebagai kategori fintech terkemuka di Indonesia sepanjang tahun 2025, dengan tingkat penetrasi mencapai lebih dari 90% di antara seluruh pengguna aplikasi fintech.

Teknologi ini telah menjadi kebutuhan esensial sehari-hari bagi konsumen dari berbagai generasi, guna menyederhanakan segala aktivitas mulai dari belanja ritel hingga pembayaran tagihan. Desain yang intuitif serta penerimaan yang luas telah secara efektif menetapkan mata uang digital sebagai standar utama bagi perekonomian negara.

Jakpat melakukan survei untuk mendalami tren penggunaan e-wallet di seluruh Indonesia. Laporan ini disusun berdasarkan respons dari 1.945 partisipan yang terdiri dari kalangan Gen Z (42%), Milenial (39%), dan Gen X (19%).

Tren Pergeseran Fungsi E-wallet di Berbagai Generasi

tren e-wallet

Tren yang terjadi, sekitar 60% responden mengaku menggunakan e-wallet karena aplikasi mudah digunakan dan metode pembayaran yang mudah. Sebanyak 56% Milenial mengaku menggunakan e-wallet yang berizin dan resmi terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Tiga dari 10 Gen Z memakai e-wallet karena fungsi beragam dan menarik, seperti bisa digunakan sebagai alat pembayaran, bisa untuk transfer, menyimpan uang, dan lain-lain.

Spesifik pada fungsi, 7 dari 10 orang menggunakan e-wallet untuk transfer uang. Pemakaian lainnya adalah untuk membayar tagihan dan belanja online, dengan persentase masing-masing 64%. E-wallet juga digunakan untuk transaksi langsung (offline) dan layanan pesan antar (online delivery) oleh hampir setengah responden, dengan dominasi Milenial dan Gen X.

Tiga dari 4 Milenial menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan dan 53% Gen Z untuk menyimpan uang. Sebanyak 47% Gen X memakai e-wallet untuk membayar ongkos transportasi.

tren e-wallet

E-wallet kini tidak lagi sekadar alternatif pembayaran, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan finansial sehari-hari. Menariknya, tiap generasi memanfaatkan e-wallet dengan cara yang berbeda, namun tetap berangkat dari kebutuhan akan kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi,” terang Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna.

Terkait informasi seputar e-wallet, tren adalah kebanyakan responden mendapatkannya dari iklan di media sosial (36%) dan rekomendasi dari orang-orang terdekat (35%). Satu dari 4 Gen X tahu seputar e-wallet dari iklan di media massa.

DANA Favorit Gen Z, SPayLater Unggul di Kategori Cicilan

DANA menjadi merek e-wallet yang paling banyak digunakan oleh responden (72%), terutama oleh Gen Z. Sementara, GoPay berada di urutan kedua (60%), yang lebih banyak digunakan oleh Milenial dan Gen X.

Tren penggunaan e-wallet, sebanyak 15% dari responden menggunakan fitur paylater di e-wallet. SPayLater mendominasi dengan tingkat penggunaan 75% responden, terutama di kalangan Gen Z (84%). Sementara itu, sejumlah responden juga menggunakan GoPay Later (42%) dan DANA Cicil (25%).

“Pilihan e-wallet ternyata tidak sama di setiap generasi. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi pengguna semakin beragam, dan setiap brand punya ‘rumahnya’ masing-masing di segmen yang berbeda,” simpul Hasna.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU