26.7 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Investasi atau Dana Darurat Dahulu? Manakah yang Lebih Penting untuk Disiapkan

Duniafintech.com – Menyambut awal tahun 2021, banyak hal wajib yang harus dilakukan, termasuk dalam hal finansial. Membuat pos pos pengadaan baik itu investasi atau dana darurat juga tak kalah penting sebagai salah satu sumber dana ketika dalam keadaan mendesak.

Apalagi pandemi virus Covid-19 membuat kondisi finansial hampir semua orang sedang dalam kondisi yang tidak pasti. Tentu saja membuat planning keuangan menjadi salah satu hal yang penting ketika membuat resolusi di tahun 2021.

Banyak orang bingung mana yang lebih penting dipersiapkan, investasi atau dana darurat? Untuk menjawab hal ini kita harus mengetahui keuntungan dari masing-masing pos pengadaan ini.

Jika dilihat dari fungsi nya, dana darurat merupakan dana cadangan atau simpanan pada saat-saat yang tidak terduga, dan dapat segera digunakan. Namun investasi merupakan cara menghemat uang untuk persiapan dimasa depan.

Menyimpan dana darurat biasanya dalam produk finansial yang likuid atau mudah diakses dan aman seperti tabungan, deposito tetap, atau reksa dana pasar uang. Sementara investasi akan lebih bersifat jangka panjang agar imbal hasil yang diberikan juga tinggi seperti reksadana, saham, hingga investasi di p2p lending.

Sebelum mempersiapkan investasi atau dana darurat, penting untuk melakukan perhitungan sejak awal. Sesuaikan kondisi finansial Anda agar mudah mengalokasikan dana yang dibutuhkan terhadap ke dua posisi tersebut. Bukan hanya jumlah dananya saja, tetapi berapa target finansial yang akan dicapai sesuai dengan waktu yang Anda tentukan.

Baca Juga:

Presentase Tepat untuk Alokasi Dana

Menurut pakar finansial Gresia Ariastuty Kusyanto, alokasikan dana sekitar 20% dari total gaji untuk kebutuhan tersebut. Hal ini akan mempermudah Anda mencapai target yang diinginkan. Gunakan formula 40-30-20-10 untuk menyesuaikan pola presentase seperti 40% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk membayar cicilan/utang, 20% investasi atau dana darurat, dan 10% untuk dana kebaikan seperti donasi atau zakat.

Sebenarnya Anda bisa menyiapkan dana darurat dan investasi pada saat bersamaan. Namun, tentunya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan finansial yang diperoleh. Tak dapat dipungkiri, meskipun keberadaan dana darurat sangat penting dan dibutuhkan, perencanaan keuangan bulanan seringkali melupakan alokasi dana tersebut.

Jangan tunda dan bersiaplah, agar bisa terhindar dari berbagai risiko finansial. Hitung dan siapkan dana darurat dan dana investasi Anda mulai sekarang. Pastikan keuangan aman masa depan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE