33.6 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Investasi atau Dana Darurat Dahulu? Manakah yang Lebih Penting untuk Disiapkan

Duniafintech.com – Menyambut awal tahun 2021, banyak hal wajib yang harus dilakukan, termasuk dalam hal finansial. Membuat pos pos pengadaan baik itu investasi atau dana darurat juga tak kalah penting sebagai salah satu sumber dana ketika dalam keadaan mendesak.

Apalagi pandemi virus Covid-19 membuat kondisi finansial hampir semua orang sedang dalam kondisi yang tidak pasti. Tentu saja membuat planning keuangan menjadi salah satu hal yang penting ketika membuat resolusi di tahun 2021.

Banyak orang bingung mana yang lebih penting dipersiapkan, investasi atau dana darurat? Untuk menjawab hal ini kita harus mengetahui keuntungan dari masing-masing pos pengadaan ini.

Jika dilihat dari fungsi nya, dana darurat merupakan dana cadangan atau simpanan pada saat-saat yang tidak terduga, dan dapat segera digunakan. Namun investasi merupakan cara menghemat uang untuk persiapan dimasa depan.

Menyimpan dana darurat biasanya dalam produk finansial yang likuid atau mudah diakses dan aman seperti tabungan, deposito tetap, atau reksa dana pasar uang. Sementara investasi akan lebih bersifat jangka panjang agar imbal hasil yang diberikan juga tinggi seperti reksadana, saham, hingga investasi di p2p lending.

Sebelum mempersiapkan investasi atau dana darurat, penting untuk melakukan perhitungan sejak awal. Sesuaikan kondisi finansial Anda agar mudah mengalokasikan dana yang dibutuhkan terhadap ke dua posisi tersebut. Bukan hanya jumlah dananya saja, tetapi berapa target finansial yang akan dicapai sesuai dengan waktu yang Anda tentukan.

Baca Juga:

Presentase Tepat untuk Alokasi Dana

Menurut pakar finansial Gresia Ariastuty Kusyanto, alokasikan dana sekitar 20% dari total gaji untuk kebutuhan tersebut. Hal ini akan mempermudah Anda mencapai target yang diinginkan. Gunakan formula 40-30-20-10 untuk menyesuaikan pola presentase seperti 40% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk membayar cicilan/utang, 20% investasi atau dana darurat, dan 10% untuk dana kebaikan seperti donasi atau zakat.

Sebenarnya Anda bisa menyiapkan dana darurat dan investasi pada saat bersamaan. Namun, tentunya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan finansial yang diperoleh. Tak dapat dipungkiri, meskipun keberadaan dana darurat sangat penting dan dibutuhkan, perencanaan keuangan bulanan seringkali melupakan alokasi dana tersebut.

Jangan tunda dan bersiaplah, agar bisa terhindar dari berbagai risiko finansial. Hitung dan siapkan dana darurat dan dana investasi Anda mulai sekarang. Pastikan keuangan aman masa depan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...

Cara Mengajukan dan Pilihan KPR Syariah Terbaik 2021

Pembiayaan rumah dengan metode syariah belakangan ini semakin digemari oleh banyak orang sebab memberikan solusi pinjaman dana untuk membeli atau melakukan renovasi rumah dengan...
LANGUAGE