25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Jembatani Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia, Xendit Lakukan Ini

DuniaFintech.com – Perusahaan financial technology (fintech) asal Indonesia, Xendit berkomitmen untuk menjembatani pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui sistem pembayaran sederhana, cepat, dan aman untuk membantu semua pelaku bisnis.

Xendit memiliki fasilitas Money In melalui lini produk antara lain Xenpayment yang dapat menerima semua metode pembayaran dengan mudah dari akun virtual, kartu kredit, gerai retail (Alfamart Group & Indomaret) hingga e-wallet seperti OVO, LinkAja, dan DANA.

Rangkaian produk money in lainnya adalah Xeninvoice (terima pembayaran dengan memberikan link ke pelanggan) danXenshield (pendeteksi penipuan dengan machine learning).

Untuk Money Out, melalu lini produkXenDisburse, pelaku bisnis dapat mengirim uang dengan jumlah berapapun dan kapanpun ke berbagai bank, e-wallet, dan kartu, dengan menggunakan API.

Produk unggulan money out lain yang ditawarkan adalah Xenbatch (transfer secara mudah dan instan dengan mengunggah excel), danXenpayout (menyederhanakan pembayaran refund dan payout ketika Anda tidak memiliki akun tujuan).

Tentunya, kemudahan integrasi, harga, dan kualitas standar pelayanan akan disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku bisnis.  Produk-produk Xendit sudah didukung teknologi fraud system canggih, yang dapat mendeteksi pola-pola transaksi yang mencurigakan.

Xendit juga menerapkan data leakage prevention, di mana Xendit dapat mencegahpotensi kebocoran data sensitif dengan memantau aktivitas karyawan pada saat mengirim atau menerima data dari dan ke sesama karyawan maupun pihak luar. 

Moses Lo, co-founder Xendit mengungkapkan “Kehadiran Xendit di Indonesia bertujuan untuk membantu pelaku bisnis, mulai dari UMKM, koperasi, hingga perusahaan besar agar dapat meningkatkan bisnis mereka secara eksponensial dengan menyederhanakan sistem pembayaran secara digital.  Konsumen jadi dapat bertransaksi di manapun dan kapanpun. Kami juga menyediakan integrasi API kelas dunia dan antarmuka dashboard yang user-friendly agar proses pembayaran menjadi lebih mudah sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

Baca Juga:

Bersaing agar dapat Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Xendit berdiri pada 2015 dan mampu menyediakan layanan kelas dunia. Hanya dalam empat tahun, sistem pembayaran bisnis Xendit dipercaya oleh Traveloka, Tiket.com, Travelio, Garuda Indonesia untuk bisnis agen perjalanan online, bisnis perhotelan, dan platform wisata. Kemudia Allianz, Ciputra, PasarPolis, dan Qoala untuk jenis bisnis asuransi. Kemudian Bukalapak, Lazada, Suzuki, Cohive, Samsung, Tribehired untuk jenis platform dan marketplace.

Co-founder dan COO Xendit, Tessa Wijaya, berpendapat pihaknya melihat kompetisi sebagai hal positif. Dengan banyaknya pilihan payment gateway di pasar, konsumen dapat membandingkan dan memilih payment gateway yang memiliki harga dan kualitas standar pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, para pemain payment gateway termasuk kami harus berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kemudahan berintegrasi, harga terjangkau, dan yang terpenting adalah berinovasi untuk memberikan nilai tambah atas produk-produk dasar tersebut dengan UI/UX yang baik, sistem rekonsiliasi yang akurat dan mudah dipergunakan sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi digital indonesia ” ungkapnya.

Saat ini Xendit memiliki sekitar 250 karyawan, yang mana 65 persennya adalah engineers yang fokus terhadap pengembangan produk. Sementara 35 persen lagi adalah mereka yang fokus pada pengembangan bisnis.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...
LANGUAGE