27.7 C
Jakarta
Kamis, 2 Juli, 2020

Solusi Pasar Tradisional Sepi Karena Pandemi, Pakai Aplikasi Ini Aja

DuniaFintech.com – Pandemi yang melanda Indonesia memberikan dampak besar terhadap ekonomi terutama para pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya yang berada di pasar tradisional. Kondisi pandemi membuat masyarakat tidak berani berbelanja ke pasar karena rentan terpapar COVID-19 sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian di pasar. Menyadari hal tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) hadir memberikan solusi digital bagi pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Lapak Ibu, aplikasi digitalisasi pasar yang memudahkan pedagang pasar dan pembeli untuk bertransaksi. Sehingga, Lapak Ibu dapat dijadikan solusi pasar tradisonal sepi karena pandemi.

Baca juga :

Lapak Ibu, Solusi Pasar Tradisional Sepi Karena Pandemi

Untuk saat ini, Lapak Ibu menyasar segmen ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar tradisonal. Secara umum, alur transaksinya adalah pembeli membuat pesanan dan pembayaran di website Lapak Ibu yang disediakan oleh Sakoo, startup binaan Telkom. Selanjutnya middle man yang bertindak sebagai personal shopper akan menerima pesanan tersebut dan berkoordinasi dengan pedagang yang ada di pasar tradisional, kemudian membeli belanjaan tersebut. Hasil belanjaan kemudian dikirimkan melalui kurir ke pembeli.

Sakoo (Satu Toko Online) sendiri merupakan aplikasi berbasis web yang menyediakan dan mengintegrasikan channel penjualan offline dan online sehingga dapat membantu pemilik bisnis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berjualan. Sakoo menyediakan fitur – fitur berupa pengelolaan stok, transaksi, data pelanggan, dan katalog produk.

Kick off Lapak Ibu ini dilakukan secara virtual oleh Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid pada Rabu (24/6). Pasar tradisional BSD Tangerang menjadi pilot project untuk implementasi aplikasi Lapak Ibu.

Hingga saat ini platform Lapak Ibu masih dalam tahap product validation. Validasi terus dilakukan oleh pihak Lapak Ibu untuk dapat menghasilkan solusi yang tepat untuk kebutuhan mereka (pedagang dan pembeli). Selain itu, pemilihan Pasar BSD Tangerang sebagai pilot project dikarenakan daerah tersebut merupakan area zona merah terdampak COVID-19 dan ibu-ibu yang berbelanja di sekitar pasar sudah familiar menggunakan aplikasi untuk berbelanja demi mementingkan keamanan. Ke depannya pasar online Lapak Ibu ini dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga solusi pasar tradisional sepi karena pandemi dapat teratasi di seluruh daerah.

Temukan solusi pasar tradisional sepi karena pandemi lewat Lapak Ibu!

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

5 Investasi Menarik Tahun 2020 Rekomendasi DBS CIO Insight 3Q20

DuniaFintech.com - DBS Chief Investment Office kembali mengeluarkan laporan DBS CIO Insights untuk 3Q20 (kuartal ketiga tahun 2020)....

Raih Segudang Keuntungan di Masa Pandemi dengan Ide Bisnis Ini

DuniaFintech.com - Wabah corona berdampak cukup besar bagi kalangan masyarakat, terutama dari segi ekonomi. Perubahan tren dan kebutuhan prioritas konsumen pun mempengaruhi...

Influencer Diadu di PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection

DuniaFintech.com - Penggemar game berbasis mobile, Players Unknown Battle Ground (PUBG) menghelat PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection per tanggal 23 Juni...

Pintek Bersama Sevima Bantu Berikan Solusi Managemen Akademik

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech P2P lending yang fokus kepada sektor pendidikan, Pintek bersama Sevima, perusahaan konsultan dan pengembangan teknologi informasi untuk berikan...

BIDR Resmi Diperdagangkan di Binance dan Tokocrypto

DuniaFintech.com - Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset...
LANGUAGE