Jenis Cryptocurrency yang Bisa Anda Pertimbangkan, Mana Lebih Baik?

0
1252
Jenis Cryptocurrency

DuniaFintech.com – Berbicara mengenai cryptocurrency yang paling populer, umumnya orang-orang hanya mengenal Bitcoin saja. Padahal, jenis cryptocurrency sangat beragam. Per Februari 2019 saja, sudah terdapat 2000 lebih cryptocurrency yang terdaftar di Coinmarketcap. Berikut beberapa jenis cryptocurrency yang bisa Anda pertimbangkan untuk berinvestasi.

Bitcoin

Bitcoin menjadi awal dari cryptocurrency. Jenis cryptocurrency yang paling terkenal ini esensinya sama dengan mata uang suatu negara, Namun demikian, hal yang membedakan adalah digitalnya. Bitcoin juga terdesentralisasi yang artinya tidak tergantung pada bank atau pihak ketiga untuk mengelola.

Bitcoin dapat dikirimkan ke orang lain bahkan di beberapa negara dapat digunakan untuk menukar barang dan jasa secara online. Dalam penambangan Bitcoin, node adalah penambang. Ketika sebuah blok transaksi baru dikirim ke blockchain, para penambang/node akan memverifikasi blok tersebut menggunakan algoritma yang disebut PoW (Proof of Work).

Altcoin

Jenis cryptocurrency kedua yaitu, altcoin. Mayoritas altcoin hanyalah versi alternatif dari Bitcoin dengan perubahan minor. Itulah bagaimana mereka menamainya altcoin. Tidak semua altcoin adalah versi alternatif dari Bitcoin. Beberapa altcoin menggunakan algoritma yang berbeda di Bitcoin. Contohnya, Factom adalah sebuah altcoin yang menggunakan PoS (Proof of Stake). In PoS, tidak ada penambang, yang ada hanyalah stakers.

Staker adalah irang yang memverifikasi transaksi untuk reward, seperti penambang.  Dimana verifikasi sebuah blok diurut satu per satu. Karena itu, tidak seperti penambang Bitcoin yang akan melakukan ribuan verifikasi blok yang sama, staker hanya fokus pada satu blok saja. Hal ini akan menghemat daya listrik dari stakers, walaupun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan lebih lanjut.

Baca juga :

Stablecoin

Ketiga adalah stablecoin bertujuan untuk meniru mata uang tradisional dan memiliki value yang jauh lebih stabil. Secara umum, stablecoin adalah cryptocurrency yang dijamin dengan value aset yang mendasari. Apa aset dasar itu dapat bervariasi dari coin ke coin, yang akan kita selami nanti dalam bagian ini.

Banyak stablecoin dipatok pada rasio 1:1 dengan mata uang fiat tertentu, seperti dolar AS atau Euro, yang dapat diperdagangkan di bursa. Stablecoin lain dapat dipatok pada jenis aset lain, seperti logam mulia seperti emas, atau bahkan cryptocurrency lainnya.

Stablecoin juga sangat bermanfaat untuk pembayaran di luar negeri, karena tidak perlu ada konversi mata uang fiat yang berbeda. Seseorang di India dapat menerima stablecoin yang didukung USD tanpa mengubahnya menjadi rupee dan kehilangan persentase besar untuk biaya.

Token (untuk dApp)

Selanjutnya adalah token dApps. Token yang digunakan dalam aplikasi desentralisasi (dApps) ini tidak memiliki blockchain tersendiri. Melainkan hasil dari penggunaan smart contract.

Perlu diketahui bahwa token tidak melulu harus berupa aset fisik seperti properti. Namun bisa menjadi alat pembayaran dalam dApp. Selain itu juga bisa menjadi potongan diskon, komisi, dan sebagainya. Karena itu token akan memiliki nilai, dengan pilihan untuk digunakan sendiri atau dijual dalam dApps.

DApps sendiri dibangun dari blockchain yang lain seperti Ethereum dan NEO. Makanya, setiap transaksi token tetap diverifikasi oleh nodes dari blockchain tersebut. Artinya biaya transaksi tetap dibayar menggunakan Ether atau NEO, dan bukan token. Jadi untuk melakukan transaksi di dApps, kita harus memiliki sejumlah Ether atau NEO, atau jenis altcoin lainnya dimana dApps tersebut dibangun.

Itulah beberapa jenis cryptocurrency yang bisa Anda pertimbangkan, mana yang menurut Anda paling baik? Jawabannya tergantung kebutuhan Anda sendiri, tidak ada salahnya untuk berinvestasi dalam beberapa jenis cryptocurrency. Pasti Anda sering mendengar “Don’t Put All your Eggs in One Basket” bukan?

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here